YOGYAKARTA, JurnalJatengDIYNews.com — Di tengah ribuan wisudawan Universitas Gadjah Mada (UGM), terselip kisah inspiratif seorang perempuan tangguh bernama Faida Zaqiyah. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan magister (S2) di Fakultas Pertanian, bidang studi perikanan, dengan prestasi **cumlaude* atau dengan pujian.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Bukan hanya karena capaian akademiknya, tetapi juga karena perjuangannya menyelesaikan kuliah sambil bekerja sebagai guru les bahasa Inggris dan konten kreator.
Bagi Farida, keberhasilan ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang lebih luas. Ia bercita-cita menjadi dosen agar ilmu yang diperolehnya dapat dibagikan kepada generasi muda dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
*Perjuangan, doa, dan dukungan keluarga*
Di balik keberhasilan Farida, ada doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga yang senantiasa menguatkannya. Dukungan kedua orang tua serta suami menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya hingga berhasil meraih gelar magister dengan predikat cumlaude IPK 3,91.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa kesibukan bekerja bukanlah penghalang untuk terus belajar. Dengan ketekunan, manajemen waktu, doa, dan dukungan orang-orang tercinta, cita-cita dapat diperjuangkan hingga menjadi kenyataan.
Farida menunjukkan bahwa perempuan mampu menjalankan berbagai peran sekaligus, menuntut ilmu, bekerja, berkarya, dan mempersiapkan diri untuk pengabdian yang lebih besar.
*Syukuran sederhana, penuh makna*
Usai mengikuti prosesi wisuda pada Kamis (29/10/2026), Farida bersama keluarga berkumpul di Restoran Ingkung Areh, Yogyakarta, dekat Selokan Mataram. Mereka menggelar doa dan makan bersama sebagai ungkapan syukur atas pencapaian yang diraih.
Suasana kekeluargaan itu menjadi momen berharga untuk merayakan perjuangan yang telah dilalui sekaligus memanjatkan doa bagi perjalanan hidup Faida berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ayahanda Ustadz Syakroni dan Rochmad Taufiq turut menyampaikan *wejangan* atau nasihat kehidupan. Keduanya mengingatkan bahwa gelar akademik bukan semata-mata kebanggaan pribadi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
*“Ilmu yang tinggi hendaknya diiringi kerendahan hati. Jangan berhenti pada gelar, tetapi teruslah belajar, mengamalkan ilmu, dan menebarkan manfaat bagi umat dan masyarakat. Sebab, sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang membawa kemaslahatan bagi sesama.”*
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari gelar yang disandang, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain.
*Di antara ribuan wisudawan, ada mimpi besar untuk masyarakat*
Wisuda Pascasarjana UGM Periode I Tahun Akademik 2026/2027 berlangsung pada 28–29 Oktober 2026. Berdasarkan data yang disampaikan dalam informasi penyelenggaraan, sebanyak 2.524 lulusan mengikuti wisuda selama dua hari, terdiri atas 2.145 lulusan magister, 270 doktor, 89 spesialis, dan 20 subspesialis.
Di tengah ribuan lulusan tersebut, kisah Farida Yaqiah menjadi gambaran bahwa prestasi akademik dapat berjalan beriringan dengan perjuangan hidup, tanggung jawab pekerjaan, dan cita-cita pengabdian.
Keinginannya menjadi dosen patut diapresiasi. Dunia pendidikan membutuhkan sosok pendidik yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata, semangat berbagi, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Latar belakang keilmuannya di bidang pertanian dan perikanan juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan bagi kemajuan sektor pangan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan pertanian berkelanjutan.
*Gelar adalah amanah, ilmu adalah jalan pengabdian*
Kisah Farida Zaqiyah menyampaikan pesan penting bagi generasi muda: jangan takut bermimpi besar, jangan menyerah karena kesibukan, dan jangan berhenti belajar hanya karena tantangan.
Prestasi cumlaude merupakan pencapaian yang membanggakan. Namun, nilai tertinggi dari pendidikan adalah ketika ilmu mampu mengubah kehidupan, membuka kesempatan bagi sesama, dan menjadi jalan pengabdian.
Semoga cita-cita Farida menjadi dosen dapat terwujud. Semoga ilmunya semakin berkembang, kariernya dimudahkan, keluarganya senantiasa diberi keberkahan, dan setiap langkahnya menjadi manfaat bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara.
**Sebab, pendidikan bukan sekadar perjalanan meraih gelar, melainkan perjalanan panjang untuk menjadi manusia yang lebih bermanfaat.**
*Selamat dan sukses, Farida Zaqiyah. Teruslah belajar, berkarya, dan mengabdi. Semoga ilmu yang diraih menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat sepanjang hayat.*(Rochmad)












