Sunday, April 26, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Berita

Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

Admin by Admin
April 26, 2026
in Berita, Pertanian
A A
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnaljatengdiynews.com. Magelang — Langkah strategis dalam mengoptimalkan tanah wakaf kembali ditunjukkan oleh Muhammadiyah. Sebidang lahan seluas ±4.300 m² yang berada di kawasan bantaran sungai kini telah selesai disurvei dan dinyatakan siap dikembangkan menjadi kebun terpadu berbasis ekologi, ekonomi, dan sosial.

Program ini dirancang tidak sekadar sebagai pemanfaatan lahan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Selain ditanami komoditas unggulan seperti kelapa, kelengkeng, dan kopi, pengelolaan kawasan ini juga diarahkan untuk menjaga kelestarian bantaran sungai.

Pengelolaan kebun wakaf ini akan melibatkan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan Majelis Wakaf Muhammadiyah. Saat ini, tim tengah melakukan perhitungan kebutuhan anggaran untuk tahap budidaya. Tak hanya itu, kolaborasi akademik juga akan memperkuat program ini dengan keterlibatan Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (LPPM) dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Muhammadiyah Magelang.

Ke depan, lokasi ini ditargetkan menjadi pusat pembelajaran bagi petani, mahasiswa, dan masyarakat umum. Program pelatihan berbasis praktik (bimtek) akan digelar secara berkala, menjadikannya sebagai laboratorium lapangan untuk manajemen kebun terpadu. Jika terealisasi, maka PDM Muhammadiyah Magelang akan memiliki empat titik pusat belajar kebun terpadu yang siap memberdayakan umat.

*Inovasi Pertanian Terpadu: Pagar Hidup hingga Pola Tanam Berkelanjutan*

Berita Terkait

Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan

PCM Muhammadiyah Bandongan Magelang Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Berbasis Ekosistem

Load More

Dalam pengembangannya, pendekatan pertanian organik juga menjadi perhatian. Pegiat pertanian organik, Rochmad Taufiq ulumnus BSM 37, memberikan sejumlah masukan strategis, salah satunya pentingnya penggunaan pagar hidup dari tanaman singkong.

“Selain berfungsi sebagai pengaman, singkong juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, baik ayam maupun domba,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyarankan pola tanam terpadu dengan memanfaatkan ruang antar tanaman buah. Dengan jarak tanam 6–8 meter, lahan kosong dapat diisi dengan jagung manis. Selain menghasilkan nilai ekonomi dari penjualan jagung, limbah batang (tebon) dapat diolah menjadi pakan ternak.

Konsep “tanam harian, panen berkelanjutan” juga menjadi strategi menarik. Dengan menanam sekitar 16 batang jagung per hari, kebutuhan pakan satu ekor domba dapat terpenuhi. Dalam jangka dua bulan, sistem ini memungkinkan panen harian sekaligus menghasilkan pendapatan rutin.

Sebagai gambaran, jika satu batang jagung dihargai Rp.1.000, maka potensi pemasukan bisa mencapai Rp.480.000 per bulan dari satu siklus tanam. Nilai ini belum termasuk manfaat tambahan dari pakan ternak yang dihasilkan serta kohe nya untuk pupuk tanaman.

Menuju Kemandirian Umat

Program ini diharapkan menjadi model wakaf produktif yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan integrasi antara pertanian, peternakan, pendidikan, dan pelestarian lingkungan, kebun terpadu ini berpotensi menjadi inspirasi pengelolaan wakaf modern di Indonesia.

“Ini bukan sekadar kebun, tapi pusat pembelajaran dan pemberdayaan umat,” ungkap salah satu tim penggagas.

Jika berjalan sesuai rencana, kawasan ini akan menjadi bukti bahwa wakaf bisa menjadi motor penggerak ekonomi umat yang berkelanjutan.(Rochmad Taufiq-Untuk-Indonesia)

Previous Post

Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan

RelatedPosts

Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan
Pemberdayaan

Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan

April 26, 2026
PCM Muhammadiyah Bandongan Magelang Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Berbasis Ekosistem
Pertanian

PCM Muhammadiyah Bandongan Magelang Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Berbasis Ekosistem

April 26, 2026
Berita

Launching “Bandongan Go Green”, Ormas Perempuan Bersatu Wujudkan Lingkungan Bersih dan Asri

April 25, 2026
Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia
Pertanian

Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

April 21, 2026
Dari Bengkel Legendaris ke Layanan Bergaransi: Kisah Inspiratif Radiator Semarang yang Tak Pernah Sepi
Berita

Dari Bengkel Legendaris ke Layanan Bergaransi: Kisah Inspiratif Radiator Semarang yang Tak Pernah Sepi

April 14, 2026
Dari Kandang Sederhana Menuju Cumlaude, Kisah Uci, Santri yang Mengubah “Nabung Ayam” Jadi Jalan Prestasi dan Pengabdian
Berita

Dari Kandang Sederhana Menuju Cumlaude, Kisah Uci, Santri yang Mengubah “Nabung Ayam” Jadi Jalan Prestasi dan Pengabdian

April 16, 2026

RECOMMENDED NEWS

Pembukaan Tahfidz di CSJ Disambut Antusiasme Lingkungan Sekitar desa Salam

Pembukaan Tahfidz di CSJ Disambut Antusiasme Lingkungan Sekitar desa Salam

2 years ago
Menanamkan Nilai Moral dan Jati Diri Bangsa kepada Anak Negeri

Menanamkan Nilai Moral dan Jati Diri Bangsa kepada Anak Negeri

1 year ago
Sosialisasi Pengumpulan Dana dan Barang di Banjarnegara: Memperkuat Fondasi Kesejahteraan Sosial

Sosialisasi Pengumpulan Dana dan Barang di Banjarnegara: Memperkuat Fondasi Kesejahteraan Sosial

2 years ago
Puncak Harganas dan HAN Sleman, Bupati Ajak Perkuat Gelar Kabupaten Layak Anak

Puncak Harganas dan HAN Sleman, Bupati Ajak Perkuat Gelar Kabupaten Layak Anak

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang
  • Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan
  • PCM Muhammadiyah Bandongan Magelang Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Berbasis Ekosistem

Category

Recent News

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

April 23, 2026
Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

April 21, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved