Friday, October 30, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Pemberdayaan

Dialog Nasional Tobat Ekologis di Yogyakarta: Saatnya Berhenti Merusak, Bergerak Memulihkan Bumi

Admin by Admin
October 30, 2026
in Pemberdayaan
A A
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jurnaljatengdiynews.com. YOGYAKARTA – Persoalan lingkungan hidup di Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kampanye kesadaran dan kegiatan seremonial. Diperlukan perubahan perilaku, pembenahan sistem pengelolaan lingkungan, serta aksi nyata untuk memulihkan alam. Pesan inilah yang mengemuka dalam Dialog Nasional Tobat Ekologis bertema “Merawat Bumi, Memulihkan Lingkungan, Membangun Masa Depan Berkelanjutan”, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–15.00 WIB ini diselenggarakan secara luring (offline) dan daring (online), berpusat di Kompleks Asrama Haji Yogyakarta, Jalan Padjajaran (Ring Road Utara), Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman.

Dialog nasional tersebut melibatkan Pusat Peranserta Masyarakat (PPM), Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, bersama Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (IALHI).

Hadir sebagai tokoh utama, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat. Dialog juga menghadirkan narasumber Ir. Ary Sudijanto, M.S.E., Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon (PPI-TKNEK), serta Drs. Nugroho Setijo Negoro, M.Si., Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (Dirjen PDP).

Berita Terkait

Mahasiswa S2 Universitas Ngudi Waluyo Semarang Gelar Workshop Hukum dan Pertanian Terpadu di United Square Kudus

IPAMA Jawa Tengah Matangkan Program Rehabilitasi Mangrove, Dorong Ekonomi Karbon dan Perlindungan Pesisir

Load More

Mengapa Tobat Ekologis Dibutuhkan?

Indonesia dianugerahi kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa. Hutan, laut, mangrove, gambut, sungai, tanah pertanian, serta sumber mata air merupakan kekayaan yang menopang kehidupan sekaligus menjadi modal penting pembangunan bangsa.

Namun, kekayaan tersebut menghadapi berbagai tantangan. Persoalan lahan kritis, sampah, kerusakan ekosistem mangrove dan gambut, pencemaran daerah aliran sungai (DAS), hingga kawasan pascatambang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan dengan imbauan. Harus ada perubahan nyata dalam cara manusia memperlakukan alam.

*Tobat Ekologis Bukan Sekadar Kampanye*

Tobat ekologis mengandung makna refleksi dan kesadaran untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam.

Setidaknya terdapat tiga langkah penting dalam gerakan ini.

Pertama, mengakui dan menyadari dampak dari tindakan manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

Kedua, memperbaiki perilaku, baik dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan ekonomi, pertanian, industri, maupun pengelolaan sumber daya alam.

Ketiga, melakukan pemulihan lingkungan sekaligus mencegah kerusakan serupa terulang kembali.

Dengan demikian, tobat ekologis bukan hanya tentang menyesali kerusakan yang telah terjadi, tetapi juga keberanian mengambil tanggung jawab untuk memperbaikinya.

*Membangun Gerakan dari Masyarakat*

Pemulihan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas lingkungan, lembaga pendidikan, dunia usaha, petani, dan masyarakat desa harus bergerak bersama.

Berbagai langkah sederhana dapat menjadi bagian dari gerakan besar tersebut, mulai dari mengurangi sampah plastik, memilah dan mengolah limbah, menanam pohon, memulihkan mangrove, menjaga mata air, mengembangkan pertanian ramah lingkungan, hingga memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk.

Desa dan komunitas masyarakat memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan sumber daya alam dan ekosistem di sekitarnya.

*Merawat Bumi, Menjaga Masa Depan*

Dialog Nasional Tobat Ekologis di Yogyakarta menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

Kekayaan alam Indonesia tidak boleh hanya dinikmati generasi sekarang, tetapi harus tetap terjaga untuk anak cucu.

  1. Pesan penting dari gerakan ini adalah bahwa tobat ekologis harus dimulai dari kesadaran, diwujudkan melalui perubahan perilaku, dan dibuktikan dengan tindakan nyata.

Sebab, menjaga bumi bukan hanya urusan aktivis lingkungan atau pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Berhenti merusak, mulai memulihkan. Merawat alam hari ini berarti menjaga kehidupan Indonesia di masa depan.
(Rochmad)

Previous Post

Mahasiswa S2 Universitas Ngudi Waluyo Semarang Gelar Workshop Hukum dan Pertanian Terpadu di United Square Kudus

RelatedPosts

Mahasiswa S2 Universitas Ngudi Waluyo Semarang Gelar Workshop Hukum dan Pertanian Terpadu di United Square Kudus
Berita

Mahasiswa S2 Universitas Ngudi Waluyo Semarang Gelar Workshop Hukum dan Pertanian Terpadu di United Square Kudus

October 30, 2026
IPAMA Jawa Tengah Matangkan Program Rehabilitasi Mangrove, Dorong Ekonomi Karbon dan Perlindungan Pesisir
Berita

IPAMA Jawa Tengah Matangkan Program Rehabilitasi Mangrove, Dorong Ekonomi Karbon dan Perlindungan Pesisir

October 21, 2026
Ketua DPRD Kudus Dorong Kades Kuasai KUHP-KUHAP Terbaru, Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Desa
Pemberdayaan

Ketua DPRD Kudus Dorong Kades Kuasai KUHP-KUHAP Terbaru, Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Desa

August 31, 2026
Ngopi, Mie Goreng, dan Hakekat Doa
Pemberdayaan

Ngopi, Mie Goreng, dan Hakekat Doa

August 3, 2026
Pemberdayaan

July 21, 2026
Dari Dapur MBG ke Mushola Literasi, PPR BG Farm Jajaki Kolaborasi Strategis dengan 124 SPPG Kudus untuk Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Umat
Berita

Dari Dapur MBG ke Mushola Literasi, PPR BG Farm Jajaki Kolaborasi Strategis dengan 124 SPPG Kudus untuk Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Umat

July 20, 2026

RECOMMENDED NEWS

CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

2 years ago
Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

6 months ago

2 years ago
Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Wabup Danang Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Wabup Danang Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Dialog Nasional Tobat Ekologis di Yogyakarta: Saatnya Berhenti Merusak, Bergerak Memulihkan Bumi
  • Mahasiswa S2 Universitas Ngudi Waluyo Semarang Gelar Workshop Hukum dan Pertanian Terpadu di United Square Kudus
  • Farida Zaqiyah Raih Cumlaude S2 UGM, Perempuan Tangguh yang Bermimpi Menjadi Dosen dan Menebar Manfaat

Category

Recent News

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

October 19, 2026
Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

October 16, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved