Sunday, October 25, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Pertanian

PCM Muhammadiyah Bandongan Magelang Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Berbasis Ekosistem

Admin by Admin
April 26, 2026
in Pertanian
A A
0
34
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnaljatengdiynews.com. Magelang – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bandongan, Kabupaten Magelang, terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan kawasan pertanian terpadu berbasis ekosistem. Program ini dipimpin langsung oleh Ustadz Noeryoso dengan mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari tanaman buah, tanaman pangan, hingga peternakan.

Dalam kawasan tersebut, berbagai komoditas dikembangkan secara saling mendukung. Untuk sektor tanaman buah, PCM Bandongan fokus pada budidaya buah kelengkeng yang saat ini telah memasuki masa panen kedua. Hasil produksi yang diperoleh dinilai cukup menggembirakan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

“Alhamdulillah, dalam kurun waktu sekitar satu tahun lebih, tanaman kelengkeng sudah mampu berbuah hingga dua kali dengan kualitas yang baik,” ungkap Ustadz Noeryoso.

Selain tanaman buah, kawasan ini juga mengembangkan tanaman pangan sebagai penopang kebutuhan sehari-hari serta peternakan domba sebagai bagian dari sistem integrasi. Limbah dari satu sektor dimanfaatkan untuk mendukung sektor lainnya, sehingga tercipta efisiensi dalam penggunaan sumber daya.

Menurut Ustadz Noeryoso, keberhasilan sistem pertanian terintegrasi sangat bergantung pada pemilihan komoditas unggulan. “Jika kita ingin memanfaatkan pekarangan dengan sistem terintegrasi, salah satu kuncinya adalah menentukan budidaya tanaman yang berkualitas unggul dan ternak yang juga unggul. Dengan begitu, kita bisa mengefisiensikan dan mengefektifkan sumber daya yang ada,” jelasnya.

Berita Terkait

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan

Load More

Ia menambahkan bahwa konsep ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, tetapi juga memberikan dampak positif secara ekologi dan sosial. “Tujuan akhirnya adalah tercapainya manfaat yang seimbang, baik dari sisi ekonomi, ekologi, maupun sosial,” tegasnya.

Program pertanian terpadu yang dikembangkan PCM Bandongan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan serta dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya.(Rochmad Taufiq)

Previous Post

Launching “Bandongan Go Green”, Ormas Perempuan Bersatu Wujudkan Lingkungan Bersih dan Asri

Next Post

Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan

RelatedPosts

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA
Pertanian

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

October 19, 2026
Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan
Berita

Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan

October 7, 2026
Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional
Berita

Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional

September 28, 2026
Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari Tani Nasional di Kudus
Berita

Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari Tani Nasional di Kudus

September 29, 2026
Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm
Berita

Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm

September 24, 2026
70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah
Pertanian

70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

September 22, 2026
Next Post
Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan

Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan

RECOMMENDED NEWS

CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

2 years ago
Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

6 months ago

2 years ago
Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Wabup Danang Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Wabup Danang Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • IPAMA Jawa Tengah Matangkan Program Rehabilitasi Mangrove, Dorong Ekonomi Karbon dan Perlindungan Pesisir
  • JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA
  • Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

Category

Recent News

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

October 19, 2026
Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

October 16, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved