Jurnaljatengdiynews.com. Magelang (Jum’at, 24 April 2026) – Pimpinan organisasi perempuan dari ‘Aisyiyah-Muhammadiyah dan Muslimat NU Kecamatan Bandongan turut ambil bagian dalam kegiatan launching program Bandongan Go Green yang diselenggarakan oleh Camat Bandongan.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 10.00 WIB, diawali dengan seremoni pelepasan burung perkutut sebagai simbol harapan dan kelestarian alam. Selanjutnya, seluruh peserta bersama-sama melakukan aksi nyata berupa pungut sampah di sepanjang jalan, penanaman pohon gayam di bantaran sungai, penanaman pohon buah di fasilitas umum seperti sekolah dan kantor pemerintahan, serta penebaran benih ikan di selokan dan sungai.
Dalam kegiatan tersebut, ‘Aisyiyah Bandongan juga turut berkontribusi dengan mendonasikan 25 bibit pohon gayam sebagai bagian dari upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan.
Program Bandongan Go Green sendiri terinspirasi dari Workshop Lingkungan Hidup yang sebelumnya diselenggarakan oleh kolaborasi organisasi perempuan “Srikandi-srikandi” Bandongan, yakni Muslimat NU dan ‘Aisyiyah, pada Oktober 2025 lalu. Dari kegiatan tersebut lahir gagasan pembentukan Komunitas Green Islam Bandongan yang kini menjadi salah satu motor penggerak kepedulian lingkungan di wilayah tersebut.
Gerakan ini mengusung semangat “Go Green, Gotong Royong Gawe Resik” sebagai wujud ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan demi terwujudnya Bandongan yang asri, sehat, dan berkelanjutan.
Selain menjadi momentum kebersamaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, dimulai dari hal sederhana seperti pengelolaan sampah hingga penghijauan.
Di sisi lain, muncul pula masukan konstruktif dari peserta terkait pentingnya konsistensi dalam menjaga prinsip ramah lingkungan, termasuk dalam simbolisasi kegiatan. Edukasi berkelanjutan dinilai perlu dilakukan agar setiap kegiatan benar-benar selaras dengan nilai-nilai kelestarian lingkungan, termasuk menghindari penggunaan material yang berpotensi menjadi sampah sulit terurai.
Dengan semangat kolaborasi lintas organisasi dan dukungan pemerintah kecamatan, program Bandongan Go Green diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang membawa dampak positif secara ekologis, sosial, dan budaya bagi masyarakat.(Rochmad Taufiq-untuk Indonesia)












