Wednesday, October 7, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Berita

Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan

Admin by Admin
October 7, 2026
in Berita, Pertanian
A A
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Belajar Ekonomi Sirkular dari Pisang Kepok Tanjung di Bandongan

Jurnaljatengdiynews.com —Bandongan Magelang.  Alam sering mengajarkan manusia sebuah pelajaran sederhana: sesuatu yang dianggap kecil, bahkan dipandang sebagai limbah, dapat berubah menjadi sumber ndongankehidupan ketika dikelola dengan ilmu, kesabaran, kreativitas, dan niat yang benar.

Semangat itulah yang mulai tumbuh dalam pengembangan pisang kepok tanjung di Bandongan. Tanaman yang sekali ditanam dapat dipanen berkali-kali ini tidak hanya dikembangkan sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan masyarakat.

Dari Workshop, Tumbuh Menjadi Panen

Panen perdana dari kebun Ustadz Zamzami, yang sebelumnya menanam sekitar 20 batang pisang kepok tanjung, menjadi bukti nyata bahwa ilmu yang dipraktikkan dapat menghasilkan manfaat.

Berita Terkait

Dekatkan Akses Keadilan, HIMA Magister Hukum Universitas Ngudi Waluyo Gelar Aksi Inspiratif “UNW On The Street

BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SETDA SLEMAN Hal : *Kemensos Dorong Transformasi Puskesos Pemberdayaan Sosial di Sleman, Kalurahan Sumberejo Jadi Lokasi Percontohan

Load More

Tanaman tersebut merupakan hasil dari workshop budidaya pisang kepok tanjung yang diselenggarakan di SDIT Muhammadiyah Bandongan sekitar satu tahun lalu.

Menariknya, hasil panen tidak berhenti sebagai buah segar. Potensi pisang kemudian dikembangkan menjadi produk olahan kreatif oleh ibu-ibu Aisyiyah Bandongan, salah satunya produk yang diberi nama “Sang Suke”, berupa olahan kue pisang dengan perpaduan susu dan keju.

Inilah contoh sederhana bagaimana pengetahuan, lahan, kreativitas, dan kebersamaan dapat membentuk sebuah rantai nilai ekonomi lokal.

Pisang, Ternak, dan Pupuk dalam Satu Ekosistem

Konsep yang dikembangkan juga menarik karena menghubungkan pertanian dengan peternakan.

Pisang dapat ditanam berdampingan dengan ternak kambing. Kotoran kambing, sapi, maupun ayam dapat diolah menjadi pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah. Sementara daun dan gedebok pisang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak setelah melalui pengolahan yang tepat.

Terjadilah sebuah siklus sederhana:

Tanaman menghasilkan bahan pangan dan pakan.
Ternak menghasilkan kohe.
Kohe diolah menjadi pupuk.
Pupuk menyuburkan tanah.
Tanah kembali menghasilkan tanaman.

Inilah gambaran ekonomi sirkular dalam bentuk yang sederhana dan dekat dengan kehidupan petani.

Dari Limbah Menjadi Berkah

Kekuatan bukan semata-mata tentang seberapa besar yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu kita lahirkan.

Kohe yang semula dianggap kotor dapat menjadi pupuk. Pupuk menyuburkan tanah. Tanah menghasilkan pisang. Pisang menjadi pangan. Pangan diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Dari sana lahir kreativitas, pekerjaan, pendapatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Rantai sederhana tersebut mengajarkan bahwa pertanian bukan sekadar aktivitas menanam, melainkan seni mengolah potensi menjadi keberkahan.

Al-Qur’an juga banyak menghadirkan keteladanan tentang bagaimana kekuatan, ilmu, dan amanah digunakan untuk kemanfaatan. Dzulqarnain mengajarkan kekuatan yang melindungi. Nabi Yusuf mengajarkan kecermatan dan kesabaran dalam menghadapi proses. Nabi Musa mengajarkan keberanian yang berpadu dengan amanah. Luqman mengajarkan hikmah kepada generasi.

Maka, ilmu, lahan, tenaga, dan sumber daya seharusnya tidak berhenti pada kepemilikan, tetapi diwujudkan menjadi kemanfaatan.

Tanam Sekali, Panen Berkali-kali

Salah satu keunggulan pisang kepok tanjung adalah potensinya untuk menghasilkan panen secara berulang dengan perawatan yang baik.

Namun, potensi tersebut membutuhkan ilmu, kesabaran, tata kelola, kreativitas, dan tentu saja pasar.

Ke depan, pengembangan pisang di Bandongan dapat diarahkan menjadi ekosistem yang lebih luas: mulai dari budidaya, pengolahan pascapanen, pelatihan ibu-ibu, pengembangan produk kuliner khas, hingga wisata edukasi pertanian.

Dengan demikian, yang dibangun bukan sekadar kebun pisang, tetapi sebuah ekosistem ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Lahan diberdayakan.
Peternakan dikembangkan.
Kohe diolah.
Ibu-ibu diberi ruang berkreasi.
Anak-anak belajar mencintai pertanian.
Produk lokal memiliki nilai tambah.
Masyarakat memperoleh manfaat ekonomi.

TANI: Tawakal, Amanah, Niat Ibadah

Semangat tersebut dapat dirangkum dalam filosofi sederhana:

TANI — Tawakal, Amanah, Niat Ibadah.

Bertani bukan hanya soal mengejar hasil panen, tetapi juga menjaga amanah Allah atas tanah, alam, dan kehidupan.

Sebagaimana prinsip Ngopi — Ngolah Pikir, setiap potensi perlu dipikirkan, diolah, dan dikembangkan agar menghasilkan manfaat yang lebih besar.

Dari Bandongan kita belajar, perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.

Bisa dimulai dari 20 batang pisang.

Bisa dimulai dari sekarung kohe.

Bisa dimulai dari sebidang tanah yang belum produktif.

Bisa dimulai dari kreativitas ibu-ibu mengolah hasil panen menjadi produk bernilai ekonomi.

Yang terpenting adalah ilmu, kemauan, kesabaran, kebersamaan, dan niat untuk menghadirkan manfaat.

Dari kohe menjadi pupuk.
Dari pupuk menjadi tanaman.
Dari tanaman menjadi pangan.
Dari pangan menjadi penghasilan.
Dari penghasilan menjadi keberdayaan.
Dan dari keberdayaan menjadi keberkahan.

Semoga ikhtiar di Bandongan ini terus tumbuh menjadi gerakan yang lebih besar: memberdayakan lahan, menguatkan keluarga, menjaga lingkungan, mengembangkan kreativitas perempuan, dan membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Karena sering kali, sesuatu yang kita anggap limbah bukanlah akhir dari sebuah proses. Ia justru bisa menjadi awal dari keberkahan, ketika manusia mau belajar, berpikir, dan mengolahnya dengan bijak.

🌱 Salam TANI: Tawakal, Amanah, Niat Ibadah.
☕ Ngopi: Ngolah Pikir.
(Rochmad )

Previous Post

Dekatkan Akses Keadilan, HIMA Magister Hukum Universitas Ngudi Waluyo Gelar Aksi Inspiratif “UNW On The Street

RelatedPosts

Dekatkan Akses Keadilan, HIMA Magister Hukum Universitas Ngudi Waluyo Gelar Aksi Inspiratif “UNW On The Street
Berita

Dekatkan Akses Keadilan, HIMA Magister Hukum Universitas Ngudi Waluyo Gelar Aksi Inspiratif “UNW On The Street

October 3, 2026
BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SETDA SLEMAN Hal : *Kemensos Dorong Transformasi Puskesos Pemberdayaan Sosial di Sleman, Kalurahan Sumberejo Jadi Lokasi Percontohan
Berita

BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SETDA SLEMAN Hal : *Kemensos Dorong Transformasi Puskesos Pemberdayaan Sosial di Sleman, Kalurahan Sumberejo Jadi Lokasi Percontohan

October 3, 2026
Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional
Berita

Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional

September 28, 2026
HUT ke-27 Dian Kemala Meriah, Diawali Senam Bersama dan Gerak Jalan di Lapangan Rendeng Kudus
Berita

HUT ke-27 Dian Kemala Meriah, Diawali Senam Bersama dan Gerak Jalan di Lapangan Rendeng Kudus

September 28, 2026
Dari Secangkir Kopi ke Kebun Madrasah, Menanam Cinta, Merawat Alam, Membangun Generasi
Berita

Dari Secangkir Kopi ke Kebun Madrasah, Menanam Cinta, Merawat Alam, Membangun Generasi

September 26, 2026
Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani
Berita

Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani

September 24, 2026

RECOMMENDED NEWS

Danang Maharsa Kunjungi Korban Kebakaran dan Sambangi Warga Disabilitas dan Lansia Pada Hari Lahir Pancaila

Danang Maharsa Kunjungi Korban Kebakaran dan Sambangi Warga Disabilitas dan Lansia Pada Hari Lahir Pancaila

2 years ago
Nabung Domba, Mengalirkan Kurban Hingga Pelosok, PCM Bandongan dan Lazismu Magelang Wujudkan Kemandirian Pangan

Nabung Domba, Mengalirkan Kurban Hingga Pelosok, PCM Bandongan dan Lazismu Magelang Wujudkan Kemandirian Pangan

1 year ago
Dorong Peran Perempuan Dalam Pembangunan Bangsa, Kustini Buka Seminar Peningkatan Partisipasi Perempuan Dalam Politik

Dorong Peran Perempuan Dalam Pembangunan Bangsa, Kustini Buka Seminar Peningkatan Partisipasi Perempuan Dalam Politik

2 years ago
FKBN Bakorda Kudus Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

FKBN Bakorda Kudus Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

2 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan
  • Dekatkan Akses Keadilan, HIMA Magister Hukum Universitas Ngudi Waluyo Gelar Aksi Inspiratif “UNW On The Street
  • BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SETDA SLEMAN Hal : *Kemensos Dorong Transformasi Puskesos Pemberdayaan Sosial di Sleman, Kalurahan Sumberejo Jadi Lokasi Percontohan

Category

Recent News

70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

September 22, 2026
Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

September 22, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved