Friday, November 6, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Pertanian

70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

Admin by Admin
September 22, 2026
in Pertanian
A A
0
93
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jurnaljatengdiynews.com. MAGELANG — Siapa sangka galon bekas yang biasanya berakhir menjadi barang tidak terpakai, ternyata bisa disulap menjadi media tanam bawang merah yang menghasilkan.

Inilah praktik nyata pemberdayaan masyarakat yang digagas melalui Majelis Pemberdayaan Pemberdayaan Muhammadiyah Magelang, yang dipelopori Ustazd Noeryoso, Ketua Majelis Pemberdayaan Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah Magelang, bersama komunitas ibu-ibu Aisyiyah.

Berawal dari pelatihan sederhana menanam bawang merah di galon bekas, kini tepat 80 hari kemudian, Selasa (22/9/2026), hasilnya mulai dipanen.

Dari setiap galon diperoleh rata-rata 250 gram bawang merah. Dengan jumlah 70 galon, maka total hasil panen mencapai:

Berita Terkait

*GERAKAN CERDAS PETANI KREATIF BANDONGAN: BARTER BIBIT, MENANAM WALUH, DAN MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

Load More

70 × 250 gram = 17.500 gram atau 17,5 kilogram bawang merah.

“Hayo, kalau 70 galon masing-masing menghasilkan 250 gram, berapa kilogram hasil panennya?” ujar Ustadz Noeryoso, mengajak peserta menghitung sekaligus belajar bahwa kegiatan pertanian sederhana juga dapat memiliki nilai ekonomi.

*Dapur Ngebul, Istri Bahagia, Suami Makin Cinta*

Bagi Ustadzah Siti Nur Aini, pegiat urban farming dan Green Islam dari Bandongan, kegiatan tersebut bukan semata-mata soal bawang merah.

“Rumah menjadi asri dan hijau. Kita tidak harus selalu membeli sayuran dan bumbu dapur di pasar. Yang terpenting, kegiatan ini membuat hati bahagia,” tuturnya.

Konsep tersebut menjadi contoh sederhana bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari rumah tangga.

Tidak perlu menunggu mempunyai sawah atau lahan luas. Barang yang ada di sekitar rumah pun bisa dimanfaatkan. Galon bekas menjadi pot, halaman menjadi kebun, dan aktivitas menanam menjadi kegiatan produktif keluarga.

*Satu Tanaman, Banyak Manfaat*

Program ini setidaknya memiliki beberapa manfaat sekaligus.

Pertama, mengurangi dan memanfaatkan barang bekas dengan mengubah galon menjadi media tanam.

Kedua, memenuhi sebagian kebutuhan dapur. Bawang merah hasil panen dapat digunakan sendiri sehingga mengurangi kebutuhan membeli di pasar.

Ketiga, membuka peluang ekonomi. Jika produksi berlebih, hasilnya dapat dijual.

Keempat, bagian daun bawang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran makanan seperti mendoan, bakwan dan berbagai masakan keluarga.

Kelima, dan tidak kalah penting, kegiatan ini menjadi syiar melalui keteladanan (uswatun hasanah). Apa yang dipraktikkan hari ini dapat dilihat, dipelajari dan ditiru oleh masyarakat lainnya.

*Dari Rumah untuk Ketahanan Pangan*

Pegiat pertanian terpadu Rochmad Taufiq mengatakan, ketahanan pangan tidak harus dimulai dengan program besar.

“Mulailah dari rumah. Tanam apa yang bisa ditanam, manfaatkan apa yang ada, dan ajak keluarga terlibat. Kalau satu rumah bergerak, kemudian ditiru sepuluh rumah, seratus rumah, bahkan seribu rumah, maka gerakan kecil itu bisa menjadi kekuatan besar,” ujarnya.

Semangat tersebut menggambarkan bahwa pertanian bukan hanya urusan produksi, tetapi juga pendidikan, ekonomi, lingkungan dan kebahagiaan keluarga.

Galon bekas menjadi lahan.
Halaman rumah menjadi kebun.
Kebun menghasilkan pangan.
Pangan menguatkan keluarga.
Dan keluarga yang mandiri menjadi bagian dari ketahanan pangan masyarakat.

Dari dapur yang ngebul, lahir keluarga yang bahagia. Dari keluarga yang bahagia, tumbuh masyarakat yang berdaya. (Rochmad Taufiq)

Previous Post

Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

Next Post

Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm

RelatedPosts

*GERAKAN CERDAS PETANI KREATIF BANDONGAN: BARTER BIBIT, MENANAM WALUH, DAN MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN
Pertanian

*GERAKAN CERDAS PETANI KREATIF BANDONGAN: BARTER BIBIT, MENANAM WALUH, DAN MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN

October 30, 2026
JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA
Pertanian

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

October 19, 2026
Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan
Berita

Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan

October 7, 2026
Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional
Berita

Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional

September 28, 2026
Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari Tani Nasional di Kudus
Berita

Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari Tani Nasional di Kudus

September 29, 2026
Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm
Berita

Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm

September 24, 2026
Next Post
Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm

Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm

RECOMMENDED NEWS

Dr. Carto Nuryanto dan Dr. Sukresna Hadiri dan Meriahkan HUT ke-45 Pemuda Panca Marga Kabupaten Kudus

Dr. Carto Nuryanto dan Dr. Sukresna Hadiri dan Meriahkan HUT ke-45 Pemuda Panca Marga Kabupaten Kudus

9 months ago
Bupati dan Wabup Sleman Cek Kesiapan Dishub Sleman Dalam Menyambut Lebaran 2025

Bupati dan Wabup Sleman Cek Kesiapan Dishub Sleman Dalam Menyambut Lebaran 2025

2 years ago
Inspirasi dan Strategi Sukses dalam Bisnis: Iftar Gathering HIPMI PT UPN “Veteran” Yogyakarta

Inspirasi dan Strategi Sukses dalam Bisnis: Iftar Gathering HIPMI PT UPN “Veteran” Yogyakarta

2 years ago
Kerjasama Strategis antara HIPMI Peduli BPC Sleman dan KODIM Sleman untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045

Kerjasama HIPMI dan KODIM Sleman: Langkah Besar Menuju Indonesia Emas 2045

3 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • UNW Anugerahkan Gelar Profesor Emeritus kepada Dua Guru Besar, Teguhkan Komitmen Membangun Peradaban Hukum
  • Ratusan Pelajar SMA se-Kudus Ikuti Sosialisasi Bela Negara di Gedung Juang 45, Siapkan Kandidat Pemimpin Masa Depan
  • Alhamdulillah! 47 Peserta Asesmen Pertanian Organik Lembang Lolos Kompetensi

Category

Recent News

Dialog Nasional Tobat Ekologis di Yogyakarta: Saatnya Berhenti Merusak, Bergerak Memulihkan Bumi

Dialog Nasional Tobat Ekologis di Yogyakarta: Saatnya Berhenti Merusak, Bergerak Memulihkan Bumi

October 30, 2026
Mahasiswa S2 Universitas Ngudi Waluyo Semarang Gelar Workshop Hukum dan Pertanian Terpadu di United Square Kudus

Mahasiswa S2 Universitas Ngudi Waluyo Semarang Gelar Workshop Hukum dan Pertanian Terpadu di United Square Kudus

October 30, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved