Monday, September 28, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Berita

Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional

Admin by Admin
September 28, 2026
in Berita, Pertanian
A A
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnaljatengdiynews.com. BOGOR, 28 September 2026 — Pertanian organik dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu pilar ekonomi nasional sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi generasi milenial untuk terjun dan membangun masa depan di sektor pertanian.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Workshop Nasional Ekosistem Pertanian Organik Hulu-Hilir yang digelar Senin (28/9/2026) di Gedung Startup Center (GSC), IPB University, Bogor. Kegiatan berlangsung secara hybrid dan mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem pertanian organik, mulai dari produsen, petani, pelaku usaha, lembaga sertifikasi organik, pemerintah, akademisi hingga pemangku kepentingan lainnya.

Workshop tersebut diselenggarakan dalam kerangka Technical Cooperation Program (TCP) melalui kolaborasi BAPPENAS, FAO, dan Aliansi Organis Indonesia (AOI).

Pembahasan tidak hanya diarahkan pada persoalan produksi di tingkat hulu, tetapi juga bagaimana membangun mata rantai pertanian organik secara utuh hingga pengolahan, sertifikasi, pemasaran dan konsumen di tingkat hilir.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih terbatasnya perkembangan pertanian organik secara nasional. Dalam forum tersebut disebutkan bahwa cakupan pertanian organik Indonesia masih berada pada kisaran 1–2 persen, sehingga diperlukan strategi bersama untuk memperkuat ekosistemnya.

Berita Terkait

HUT ke-27 Dian Kemala Meriah, Diawali Senam Bersama dan Gerak Jalan di Lapangan Rendeng Kudus

Dari Secangkir Kopi ke Kebun Madrasah, Menanam Cinta, Merawat Alam, Membangun Generasi

Load More

Sertifikasi Perlu Dipermudah

Sertifikasi menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan pertanian organik. Bagi petani, proses sertifikasi dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama berkaitan dengan biaya, prosedur dan pendampingan.

Karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu membuat proses sertifikasi lebih mudah dijangkau petani, khususnya kelompok tani dan kelembagaan petani.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah dukungan anggaran pemerintah melalui sektor pertanian, termasuk kemungkinan fasilitasi dari Direktorat Jenderal Hortikultura, dengan mekanisme yang melibatkan kelembagaan tani dan dinas pertanian terkait sebelum proses sertifikasi dilakukan melalui lembaga sertifikasi organik.

Dengan pola tersebut, sertifikasi tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun kepercayaan pasar terhadap produk organik Indonesia.

Milenial Harus Mulai “Main” Pertanian

Di sisi lain, penguatan pertanian organik juga membutuhkan regenerasi petani.

Generasi milenial dan generasi muda perlu didorong untuk tidak lagi memandang pertanian sebagai pekerjaan tradisional dengan penghasilan rendah. Pertanian justru dapat dikembangkan menjadi bisnis modern berbasis teknologi, inovasi, digitalisasi dan pasar.

Mulai dari produksi, pengolahan hasil, pemasaran digital, pengembangan merek, sertifikasi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), generasi muda memiliki ruang yang sangat besar untuk masuk dalam ekosistem pertanian.

“Pertanian jangan hanya dilihat dari mencangkul dan menanam. Ada teknologi, ada industri, ada pasar, ada kelembagaan dan ada nilai tambah. Di situlah generasi milenial harus mulai bermain,” menjadi semangat yang relevan dalam pengembangan ekosistem pertanian organik.

Dari Hulu hingga Hilir

Penguatan pertanian organik juga membutuhkan perubahan cara pandang. Petani tidak cukup hanya mampu menghasilkan produk, tetapi harus memahami rantai nilai dari lahan, produksi, pengolahan, sertifikasi, pemasaran hingga konsumen.

Karena itu, sinergi pemerintah, dunia pendidikan, lembaga sertifikasi, pelaku usaha, komunitas petani dan generasi muda menjadi penting.

Pertanian organik bukan semata-mata persoalan bebas bahan kimia, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan, kesehatan masyarakat, peningkatan pendapatan petani dan terbentuknya ekonomi pedesaan yang kuat.

Jika ekosistem tersebut mampu dibangun secara konsisten, pertanian dapat berkembang dari sekadar sektor produksi pangan menjadi sektor ekonomi strategis nasional.

Dari tanah yang sehat lahir pangan yang sehat. Dari pangan yang sehat lahir masyarakat yang sehat. Dan dari petani yang sejahtera, dapat tumbuh ekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. (Rochmad)

Previous Post

HUT ke-27 Dian Kemala Meriah, Diawali Senam Bersama dan Gerak Jalan di Lapangan Rendeng Kudus

RelatedPosts

HUT ke-27 Dian Kemala Meriah, Diawali Senam Bersama dan Gerak Jalan di Lapangan Rendeng Kudus
Berita

HUT ke-27 Dian Kemala Meriah, Diawali Senam Bersama dan Gerak Jalan di Lapangan Rendeng Kudus

September 28, 2026
Dari Secangkir Kopi ke Kebun Madrasah, Menanam Cinta, Merawat Alam, Membangun Generasi
Berita

Dari Secangkir Kopi ke Kebun Madrasah, Menanam Cinta, Merawat Alam, Membangun Generasi

September 26, 2026
Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani
Berita

Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani

September 24, 2026
Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari .com. Tani Nasional di Kudus
Berita

Tri Dharma Tak Menunggu Lulus, Baru Sepekan Jadi Mahasiswa S2 Hukum UNW, Rochmad Langsung Terjun ke Tengah Petani

September 24, 2026
Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari .com. Tani Nasional di Kudus
Berita

Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari .com. Tani Nasional di Kudus

September 24, 2026
Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm
Berita

Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm

September 24, 2026

RECOMMENDED NEWS

Danang Maharsa Kunjungi Korban Kebakaran dan Sambangi Warga Disabilitas dan Lansia Pada Hari Lahir Pancaila

Danang Maharsa Kunjungi Korban Kebakaran dan Sambangi Warga Disabilitas dan Lansia Pada Hari Lahir Pancaila

2 years ago
Nabung Domba, Mengalirkan Kurban Hingga Pelosok, PCM Bandongan dan Lazismu Magelang Wujudkan Kemandirian Pangan

Nabung Domba, Mengalirkan Kurban Hingga Pelosok, PCM Bandongan dan Lazismu Magelang Wujudkan Kemandirian Pangan

1 year ago
Dorong Peran Perempuan Dalam Pembangunan Bangsa, Kustini Buka Seminar Peningkatan Partisipasi Perempuan Dalam Politik

Dorong Peran Perempuan Dalam Pembangunan Bangsa, Kustini Buka Seminar Peningkatan Partisipasi Perempuan Dalam Politik

2 years ago
FKBN Bakorda Kudus Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

FKBN Bakorda Kudus Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

1 month ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional
  • HUT ke-27 Dian Kemala Meriah, Diawali Senam Bersama dan Gerak Jalan di Lapangan Rendeng Kudus
  • Dari Secangkir Kopi ke Kebun Madrasah, Menanam Cinta, Merawat Alam, Membangun Generasi

Category

Recent News

70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

September 22, 2026
Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

Muswil BKPRMI DIY 2026 Lahirkan Kepemimpinan Baru, Haidar Muhammad Tilmitsani Terpilih sebagai Ketua Umum Periode 2026–2031

September 22, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved