Jurnaljatengdiynews.com , Magelang –** Semangat gotong royong dan kreativitas petani terus tumbuh di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Melalui Gerakan Cerdas Petani Kreatif, para petani mulai mengembangkan program pemberdayaan berbasis pertanian dengan cara sederhana, inovatif, dan penuh manfaat bagi masyarakat.
Salah satu program unggulannya adalah **gerakan tukar-menukar atau barter bibit tanaman antaranggota dan petani.** Melalui program ini, petani dapat saling berbagi berbagai jenis bibit, memperluas keanekaragaman tanaman, sekaligus mempererat hubungan persaudaraan dan kebersamaan.
Gerakan ini menjadi solusi kreatif untuk mengembangkan pertanian tanpa harus selalu mengandalkan pembelian bibit. Bibit yang dimiliki seorang petani dapat menjadi sumber manfaat bagi petani lainnya. Dari berbagi bibit, tumbuh harapan baru untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Program pemberdayaan ini juga menjadi bagian dari kegiatan **Majelis Pemberdayaan Masyarakat PCM Muhammadiyah Bandongan**, yang mendorong masyarakat untuk lebih mandiri, produktif, dan mampu memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.
Salah satu tanaman yang dikembangkan adalah **waluh botol atau butternut top (butentop)**, jenis waluh yang relatif mudah ditanam dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi maupun pangan bagi keluarga.
Menurut Ustaz Noeryoso, tanaman waluh yang dikembangkan dalam program tersebut kini sudah mulai memasuki masa panen.
“Tanaman waluh ini mudah ditanam dan sekarang sudah mulai bisa dipanen,” terang Ustaz Noeryoso.
Keberhasilan awal ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari langkah kecil, memanfaatkan lahan yang tersedia, serta mengembangkan tanaman yang mudah dibudidayakan.
Gerakan barter bibit juga membuka peluang bagi petani untuk saling belajar mengenai cara menanam, merawat, dan mengembangkan tanaman. Dengan demikian, kegiatan pertanian tidak hanya menjadi aktivitas produksi, tetapi juga ruang edukasi, silaturahmi, dan penguatan ekonomi masyarakat.
**Dari Bandongan, semangat pertanian kreatif mengajarkan bahwa kemandirian pangan tidak harus dimulai dengan modal besar.**
Cukup dengan bibit, kemauan, kreativitas, dan gotong royong, masyarakat dapat membangun kebun produktif, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta menumbuhkan ekonomi berbasis potensi lokal.
Gerakan Cerdas Petani Kreatif Bandongan menjadi inspirasi bahwa pertanian masa depan bukan hanya tentang menanam dan memanen, tetapi juga tentang berbagi, memberdayakan, dan membangun kesejahteraan bersama.
**Bibit dibagikan, tanaman dikembangkan, pangan dihasilkan, dan kebersamaan terus ditumbuhkan.**
*Pertanian adalah ibadah, berbagi adalah pemberdayaan, dan kemandirian pangan adalah jalan menuju kesejahteraan masyarakat.(Rochmad Taufiq)












