Wednesday, August 5, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Opini

Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita

Admin by Admin
May 1, 2026
in Opini, Pertanian
A A
0
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Banon Prahatin Prakosa, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon

Jurnaljatengdiynews.com. Ketika petani semakin bergantung pada pupuk kimia, sesungguhnya kita sedang menabung masalah bagi masa depan. Tanah yang dahulu subur kini perlahan kehilangan daya dukungnya. Struktur tanah mengeras, mikroorganisme menghilang, dan biaya produksi terus meningkat. Jika kondisi ini dibiarkan, maka bukan hanya produktivitas yang terancam, tetapi juga keberlanjutan pertanian itu sendiri.

Di tengah persoalan tersebut, muncul pendekatan sederhana namun menjanjikan: pupuk organik cair berbasis humus bambu. Ini bukan sekadar inovasi teknis, melainkan sebuah cara pandang baru dalam memperlakukan tanah—dari objek eksploitasi menjadi ekosistem yang harus dijaga keseimbangannya.

Humus bambu memiliki keunggulan yang tidak dimiliki pupuk kimia. Ia kaya unsur hara sekaligus mengandung mikroorganisme hidup yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tanah. Mikroba seperti Trichoderma dan bakteri penambat nitrogen bekerja secara alami memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan nutrisi, sekaligus melindungi tanaman dari penyakit.

Lebih menarik lagi, pupuk organik cair ini dapat dibuat dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar petani: bonggol pisang, dedak, hingga air kelapa. Artinya, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada produk pabrikan. Di sinilah letak nilai strategisnya—mendorong kemandirian sekaligus menekan biaya produksi.

Berita Terkait

Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing

Kelas Skill Up, Ngopi di Lereng Gunung kembar, Mencetak Calon Miliarder Organik

Load More

Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa adopsi pupuk organik masih belum optimal. Banyak petani yang menganggap hasilnya lambat atau kurang praktis dibanding pupuk kimia. Di sinilah pentingnya peran edukasi, pendampingan, dan bukti nyata melalui praktik lapangan. Tanpa itu, inovasi hanya akan berhenti sebagai wacana.

Pemerintah, akademisi, dan komunitas pertanian perlu bersinergi untuk mempercepat transformasi ini. Demonstrasi plot, pelatihan, serta dukungan kebijakan menjadi kunci agar petani berani beralih. Kita tidak bisa lagi menunda perubahan, karena kerusakan tanah tidak menunggu.

Pada akhirnya, pertanian berkelanjutan bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan. Pupuk organik cair berbasis humus bambu adalah salah satu jalan menuju ke sana—jalan yang mungkin sederhana, tetapi memiliki dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama.

Jika kita ingin tanah tetap memberi kehidupan, maka sudah saatnya kita juga mulai menghidupkan tanah. (Taufiq)

Previous Post

Ngopi Bareng & Sarasehan Petani Pati Raya: Menguatkan Skill, Menata Wadah Rezeki

Next Post

Upaya Panjang Berbuah Manis, PCM Muhammadiyah Bandongan Sukses Tingkatkan Kualitas Ternak Kambing

RelatedPosts

Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing
Berita

Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing

August 2, 2026
Kelas Skill Up, Ngopi di Lereng Gunung kembar, Mencetak Calon Miliarder Organik
Pertanian

Kelas Skill Up, Ngopi di Lereng Gunung kembar, Mencetak Calon Miliarder Organik

July 29, 2026
Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian
Agama

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

July 15, 2026
Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya
Pendidikan

Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya

July 15, 2026
UNFARA FARM dan Gerakan Pasar Kangkung Organik, Menumbuhkan Petani Muda dengan Semangat Pasar Madinah
Berita

UNFARA FARM dan Gerakan Pasar Kangkung Organik, Menumbuhkan Petani Muda dengan Semangat Pasar Madinah

July 12, 2026
Mengapa Banyak Peternak Ayam Belum Berhasil? Jangan Hanya Menyalahkan Bibit, Perhatikan Kalsium dalam Pakan
Berita

Mengapa Banyak Peternak Ayam Belum Berhasil? Jangan Hanya Menyalahkan Bibit, Perhatikan Kalsium dalam Pakan

July 2, 2026
Next Post
Upaya Panjang Berbuah Manis, PCM Muhammadiyah Bandongan Sukses Tingkatkan Kualitas Ternak Kambing

Upaya Panjang Berbuah Manis, PCM Muhammadiyah Bandongan Sukses Tingkatkan Kualitas Ternak Kambing

RECOMMENDED NEWS

Selesainya Masa Jabatan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) PT UPN Sevina Alfi Digantikan oleh Syekhan Manzis  Periode 2024-2025

Selesainya Masa Jabatan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) PT UPN Sevina Alfi Digantikan oleh Syekhan Manzis Periode 2024-2025

2 years ago
Bupati dan Wabup Sleman Cek Kesiapan Dishub Sleman Dalam Menyambut Lebaran 2025

Bupati dan Wabup Sleman Cek Kesiapan Dishub Sleman Dalam Menyambut Lebaran 2025

1 year ago
Bupati Harda Hadiri Sertijab Sekaligus Melantik Pengurus TP PKK Sleman

Bupati Harda Hadiri Sertijab Sekaligus Melantik Pengurus TP PKK Sleman

1 year ago
CSJ PEDULI Meriahkan Tirakatan Malam 17 Agustus Bersama Warga Dukuh Waru

CSJ PEDULI Meriahkan Tirakatan Malam 17 Agustus Bersama Warga Dukuh Waru

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Ngopi, Mie Goreng, dan Hakekat Doa
  • Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing
  • Kelas Skill Up, Ngopi di Lereng Gunung kembar, Mencetak Calon Miliarder Organik

Category

Recent News

Ngopi, Mie Goreng, dan Hakekat Doa

Ngopi, Mie Goreng, dan Hakekat Doa

August 3, 2026
Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing

Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing

August 2, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved