Saturday, November 7, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Opini

Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita

Admin by Admin
May 1, 2026
in Opini, Pertanian
A A
0
28
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Banon Prahatin Prakosa, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon

Jurnaljatengdiynews.com. Ketika petani semakin bergantung pada pupuk kimia, sesungguhnya kita sedang menabung masalah bagi masa depan. Tanah yang dahulu subur kini perlahan kehilangan daya dukungnya. Struktur tanah mengeras, mikroorganisme menghilang, dan biaya produksi terus meningkat. Jika kondisi ini dibiarkan, maka bukan hanya produktivitas yang terancam, tetapi juga keberlanjutan pertanian itu sendiri.

Di tengah persoalan tersebut, muncul pendekatan sederhana namun menjanjikan: pupuk organik cair berbasis humus bambu. Ini bukan sekadar inovasi teknis, melainkan sebuah cara pandang baru dalam memperlakukan tanah—dari objek eksploitasi menjadi ekosistem yang harus dijaga keseimbangannya.

Humus bambu memiliki keunggulan yang tidak dimiliki pupuk kimia. Ia kaya unsur hara sekaligus mengandung mikroorganisme hidup yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tanah. Mikroba seperti Trichoderma dan bakteri penambat nitrogen bekerja secara alami memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan nutrisi, sekaligus melindungi tanaman dari penyakit.

Lebih menarik lagi, pupuk organik cair ini dapat dibuat dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar petani: bonggol pisang, dedak, hingga air kelapa. Artinya, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada produk pabrikan. Di sinilah letak nilai strategisnya—mendorong kemandirian sekaligus menekan biaya produksi.

Berita Terkait

*GERAKAN CERDAS PETANI KREATIF BANDONGAN: BARTER BIBIT, MENANAM WALUH, DAN MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

Load More

Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa adopsi pupuk organik masih belum optimal. Banyak petani yang menganggap hasilnya lambat atau kurang praktis dibanding pupuk kimia. Di sinilah pentingnya peran edukasi, pendampingan, dan bukti nyata melalui praktik lapangan. Tanpa itu, inovasi hanya akan berhenti sebagai wacana.

Pemerintah, akademisi, dan komunitas pertanian perlu bersinergi untuk mempercepat transformasi ini. Demonstrasi plot, pelatihan, serta dukungan kebijakan menjadi kunci agar petani berani beralih. Kita tidak bisa lagi menunda perubahan, karena kerusakan tanah tidak menunggu.

Pada akhirnya, pertanian berkelanjutan bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan. Pupuk organik cair berbasis humus bambu adalah salah satu jalan menuju ke sana—jalan yang mungkin sederhana, tetapi memiliki dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama.

Jika kita ingin tanah tetap memberi kehidupan, maka sudah saatnya kita juga mulai menghidupkan tanah. (Taufiq)

Previous Post

Ngopi Bareng & Sarasehan Petani Pati Raya: Menguatkan Skill, Menata Wadah Rezeki

Next Post

Upaya Panjang Berbuah Manis, PCM Muhammadiyah Bandongan Sukses Tingkatkan Kualitas Ternak Kambing

RelatedPosts

*GERAKAN CERDAS PETANI KREATIF BANDONGAN: BARTER BIBIT, MENANAM WALUH, DAN MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN
Pertanian

*GERAKAN CERDAS PETANI KREATIF BANDONGAN: BARTER BIBIT, MENANAM WALUH, DAN MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN

October 30, 2026
JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA
Pertanian

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

October 19, 2026
Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan
Berita

Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan

October 7, 2026
Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional
Berita

Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional

September 28, 2026
Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari Tani Nasional di Kudus
Berita

Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari Tani Nasional di Kudus

September 29, 2026
Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm
Berita

Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm

September 24, 2026
Next Post
Upaya Panjang Berbuah Manis, PCM Muhammadiyah Bandongan Sukses Tingkatkan Kualitas Ternak Kambing

Upaya Panjang Berbuah Manis, PCM Muhammadiyah Bandongan Sukses Tingkatkan Kualitas Ternak Kambing

RECOMMENDED NEWS

Dr. Carto Nuryanto dan Dr. Sukresna Hadiri dan Meriahkan HUT ke-45 Pemuda Panca Marga Kabupaten Kudus

Dr. Carto Nuryanto dan Dr. Sukresna Hadiri dan Meriahkan HUT ke-45 Pemuda Panca Marga Kabupaten Kudus

9 months ago
Bupati dan Wabup Sleman Cek Kesiapan Dishub Sleman Dalam Menyambut Lebaran 2025

Bupati dan Wabup Sleman Cek Kesiapan Dishub Sleman Dalam Menyambut Lebaran 2025

2 years ago
Inspirasi dan Strategi Sukses dalam Bisnis: Iftar Gathering HIPMI PT UPN “Veteran” Yogyakarta

Inspirasi dan Strategi Sukses dalam Bisnis: Iftar Gathering HIPMI PT UPN “Veteran” Yogyakarta

2 years ago
Kerjasama Strategis antara HIPMI Peduli BPC Sleman dan KODIM Sleman untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045

Kerjasama HIPMI dan KODIM Sleman: Langkah Besar Menuju Indonesia Emas 2045

3 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Sorgum, Masa Depan Kedaulatan Pangan: Tahan Perubahan Iklim, Kaya Nutrisi, Muhammadiyah Magelang Siapkan Benih dan Lahan Percontohan
  • Mushola Baitul Jannah BG Farm: Sabar dalam Membangun, Ikhlas Berwakaf, Menanam Amal Jariyah
  • UNW Anugerahkan Gelar Profesor Emeritus kepada Dua Guru Besar, Teguhkan Komitmen Membangun Peradaban Hukum

Category

Recent News

Dialog Nasional Tobat Ekologis di Yogyakarta: Saatnya Berhenti Merusak, Bergerak Memulihkan Bumi

Dialog Nasional Tobat Ekologis di Yogyakarta: Saatnya Berhenti Merusak, Bergerak Memulihkan Bumi

October 30, 2026
Mahasiswa S2 Universitas Ngudi Waluyo Semarang Gelar Workshop Hukum dan Pertanian Terpadu di United Square Kudus

Mahasiswa S2 Universitas Ngudi Waluyo Semarang Gelar Workshop Hukum dan Pertanian Terpadu di United Square Kudus

October 30, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved