Jurnaljatengdiynews.com. KUDUS — Turnamen Tenis Dandim Cup 2026 yang digelar Minggu (13/9/2026) berlangsung meriah, penuh semangat, dan menjunjung tinggi sportivitas. Lebih dari sekadar ajang perebutan juara, turnamen ini menjadi momentum mempererat silaturahmi, menjaga kebugaran, sekaligus membangun kekompakan antarpeserta.
Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh. Yuusufa Allan Andriasie, S.Sos., M.Han., saat menutup kegiatan menegaskan bahwa olahraga tidak semata-mata berbicara tentang menang dan kalah.
“Turnamen ini bukan hanya tentang pertandingan dan siapa yang menjadi juara, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan dan kekompakan,” ungkap Dandim.
Pesan tersebut tercermin sepanjang pertandingan. Para peserta tampil penuh semangat dan saling menunjukkan kemampuan terbaik, namun tetap menjaga sportivitas serta suasana persaudaraan.
Club Tunas Raih Juara I
Setelah melalui pertandingan yang kompetitif, Club Tunas berhasil keluar sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih Club Rukun Sentosa 1.
Sementara itu, Juara III bersama diraih Club Bersama Rabu Pagi Pajak dan Club Shadow Jambu.
Penyerahan piala dan hadiah uang pembinaan dilakukan oleh sejumlah tokoh yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Juara I diserahkan langsung oleh Dandim 0722/Kudus Letkol Arh. Yuusufa Allan Andriasie, Juara II oleh Dr. H. Carto Nuryanto, Ketua PP Polri Cabang Kudus, sedangkan Juara III diserahkan oleh Santoso, perwakilan PT Djarum Kudus.
Menang di Lapangan, Bahagia dalam Kebersamaan
Bagi peserta, kemenangan bukan sekadar trofi. Turnamen juga menjadi ruang untuk menjaga kesehatan, menyalurkan hobi, dan memperluas persahabatan.
Salah satu peserta, Suwarno dari Club Rukun Sentosa 1, mengaku bahagia setelah berhasil membawa timnya meraih posisi kedua. Menariknya, hadiah pembinaan yang diterima direncanakan untuk kegiatan bersama.
«“Rencananya uang pembinaan mau dibuat beli sate dan untuk biaya latihan,” ujar Suwarno dengan penuh kegembiraan.»
Pernyataan sederhana tersebut menggambarkan bahwa olahraga bukan hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan memperkuat rasa persaudaraan.
Usia boleh bertambah, tetapi semangat berolahraga jangan pernah berhenti. Bola terus dipukul, silaturahmi terus dirajut, dan kesehatan terus dijaga.
Sebab, dalam olahraga trofi adalah hasil pertandingan, tetapi persaudaraan adalah kemenangan yang sesungguhnya.Kalau ingin, saya juga bisa membuatkan versi berita portal JurnalJatengDIYNews.com yang lebih tajam dengan judul, subjudul, lead jurnalistik, dan kutipan yang lebih menarik. (Rochmad Taufiq)












