Saturday, October 31, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Berita

Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing

Admin by Admin
August 2, 2026
in Berita, Pertanian
A A
0
138
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnaljatengdiynews com. Magelang – Sabtu 01/08/26 Di balik sejuknya udara lereng Gunung Sumbing, tersimpan potensi ekonomi yang mulai terlupakan. Saat melakukan tadabur alam di salah satu desa di Dusun parak aji desa gandusari bandongan wilayah Magelang, Sabtu (1/8/2026), ustad Noeryoso berbincang dengan seorang warga yang juga bertugas sebagai satpam di SMK Muhammadiyah Bandongan. Dari perbincangan tersebut terungkap bahwa tanaman gadung pernah menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat setempat.

Menurut warga tersebut, setiap musim panen sekitar bulan Agustus, umbi gadung diolah menjadi keripik yang memiliki nilai jual cukup tinggi. Harga keripik gadung kering mencapai sekitar Rp. 45.000 per kilogram di tingkat pengepul, bahkan bisa lebih tinggi setelah dikemas menjadi produk oleh-oleh khas daerah.

“Yang menarik, gadung hampir tidak membutuhkan perawatan intensif. Tanaman ini bisa tumbuh di lahan marginal tanpa pupuk dan pestisida. Sekali tanam, umbinya dapat dipanen berkali-kali hingga bertahun-tahun,” jelasnya.

Selain mudah dibudidayakan, gadung juga mengandung karbohidrat yang cukup tinggi sehingga berpotensi menjadi sumber pangan alternatif pengganti nasi maupun bahan baku pakan ternak. Dari sisi lingkungan, tanaman ini dinilai mendukung konservasi lahan dan sejalan dengan upaya mitigasi perubahan iklim karena minim penggunaan bahan kimia.

Nilai ekonominya pun cukup menjanjikan. Dengan pengolahan sederhana, keripik gadung dapat dikemas menjadi sekitar 20 bungkus berukuran kecil yang dipasarkan di pusat oleh-oleh maupun tempat wisata, sehingga memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat desa.

Berita Terkait

Mahasiswa S2 Universitas Ngudi Waluyo Semarang Gelar Workshop Hukum dan Pertanian Terpadu di United Square Kudus

Harlah Ke-2, Bakorda FKBN Kudus Kirim Kader dan Duta Remaja Ikuti Diklat Bela Negara

Load More

Tak hanya menjadi keripik, gadung juga dapat diolah menjadi makanan tradisional seperti leye gadung, yaitu irisan gadung yang disajikan dengan parutan kelapa. “Rasanya sangat nikmat. Ini adalah kekayaan kuliner lokal yang perlu dilestarikan,” ujar Ustad Noeryoso.

Sahabatnya ustad Noeryoso Rochmad Taufiq menilai potensi gadung layak disosialisasikan lebih luas sebagai bagian dari dakwah pemberdayaan masyarakat. Selain mendukung ketahanan pangan, konservasi lingkungan, dan penyediaan pakan alternatif, pengembangan gadung juga dapat menjadi sumber peningkatan kesejahteraan warga.

“Saat ini tanaman gadung sudah mulai langka karena jarang dibudidayakan. Padahal satu rumpun dapat menghasilkan sekitar 5 kilogram umbi saat panen. Ini merupakan potensi besar yang perlu dihidupkan kembali sebagai kekayaan pangan lokal Indonesia,” pungkasnya. (Rochmad Taufiq- Salam literasi )

Previous Post

Kelas Skill Up, Ngopi di Lereng Gunung kembar, Mencetak Calon Miliarder Organik

Next Post

Ngopi, Mie Goreng, dan Hakekat Doa

RelatedPosts

Mahasiswa S2 Universitas Ngudi Waluyo Semarang Gelar Workshop Hukum dan Pertanian Terpadu di United Square Kudus
Berita

Mahasiswa S2 Universitas Ngudi Waluyo Semarang Gelar Workshop Hukum dan Pertanian Terpadu di United Square Kudus

October 30, 2026
Harlah Ke-2, Bakorda FKBN Kudus Kirim Kader dan Duta Remaja Ikuti Diklat Bela Negara
Berita

Harlah Ke-2, Bakorda FKBN Kudus Kirim Kader dan Duta Remaja Ikuti Diklat Bela Negara

October 30, 2026
*GERAKAN CERDAS PETANI KREATIF BANDONGAN: BARTER BIBIT, MENANAM WALUH, DAN MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN
Pertanian

*GERAKAN CERDAS PETANI KREATIF BANDONGAN: BARTER BIBIT, MENANAM WALUH, DAN MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN

October 30, 2026
OBROLAN SANTAI DI PAMULARSIH, MERAJUT GAGASAN BESAR UNTUK GENERASI MASA DEPAN
Berita

OBROLAN SANTAI DI PAMULARSIH, MERAJUT GAGASAN BESAR UNTUK GENERASI MASA DEPAN

October 27, 2026
IPAMA Jawa Tengah Matangkan Program Rehabilitasi Mangrove, Dorong Ekonomi Karbon dan Perlindungan Pesisir
Berita

IPAMA Jawa Tengah Matangkan Program Rehabilitasi Mangrove, Dorong Ekonomi Karbon dan Perlindungan Pesisir

October 21, 2026
JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA
Pertanian

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

October 19, 2026
Next Post
Ngopi, Mie Goreng, dan Hakekat Doa

Ngopi, Mie Goreng, dan Hakekat Doa

RECOMMENDED NEWS

CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

2 years ago
Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

6 months ago

2 years ago
Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Wabup Danang Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Wabup Danang Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Dialog Nasional Tobat Ekologis di Yogyakarta: Saatnya Berhenti Merusak, Bergerak Memulihkan Bumi
  • Mahasiswa S2 Universitas Ngudi Waluyo Semarang Gelar Workshop Hukum dan Pertanian Terpadu di United Square Kudus
  • Farida Zaqiyah Raih Cumlaude S2 UGM, Perempuan Tangguh yang Bermimpi Menjadi Dosen dan Menebar Manfaat

Category

Recent News

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

October 19, 2026
Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

October 16, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved