Jurnaljatengdiynews.com. Kudus, Selasa (28/05/2026) — Suasana hangat dan penuh semangat terasa di ruang hall Resto Ulam Sari saat digelar kegiatan Ngopi Bareng & Sarasehan Paguyuban Kelompok Tani Persaudaraan Pati Raya.
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahim sekaligus penguatan kapasitas bagi para pelaku usaha pertanian, peternakan, dan pakan ternak berbasis yayasan sosial. Hadir peserta dari berbagai daerah seperti Blora, Rembang, Pati, Kudus, dan Jepara.
*Diskusi Hangat, Penuh Gagasan dan Pengalaman*
Kegiatan dikemas santai namun berbobot melalui pola diskusi interaktif dan simulasi langsung. Hadir sebagai mentor diskusi:
Kang Taufiq
*Mas Shireng (alumni BSM 37 dan 40 dari Kudus & Jepara)*
Antusiasme peserta sangat terasa. Para peternak, pembudidaya ikan, hingga peternak ayam aktif menyampaikan,
Keluhan usaha di lapangan
Tantangan distribusi dan pemasaran
Pengalaman nyata yang menjadi pembelajaran bersama
Diskusi berlangsung hidup, penuh pertukaran ide, dan saling menguatkan antar anggota paguyuban.
Penekanan Muhasabah: Kunci Membuka Rezeki
Dalam penyampaiannya, Kang Taufiq menekankan pentingnya muhasabah diri sebagai fondasi utama keberhasilan usaha.
Beliau mengingatkan bahwa seringkali masalah usaha bukan semata faktor eksternal, tetapi justru dari dalam diri dan sistem yang belum siap.
*“Bisa jadi rezeki itu sudah Allah siapkan, namun kita yang belum siap menerimanya.”*
Dengan mengutip QS. Ar-Ra’d: 11, beliau menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Mulai dari:
Tanggung jawab
Kesungguhan bekerja
Kejujuran
Kreativitas dalam mengelola amanah
Ia juga menyoroti persoalan klasik di lapangan,
Stok dagangan tidak lengkap
Ketersediaan barang yang sering kosong
Pelanggan yang akhirnya berpindah
Menurutnya, hal ini bukan karena rezeki tidak ada, tetapi karena pengelolaan yang belum siap menampung rezeki tersebut.
*Belajar dari Praktisi:* Inovasi Resto Berbasis Organik
Usai sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi internal bersama owner Resto Ulam Sari, Ardi, yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun mengelola usaha kuliner dan memiliki beberapa cabang di Kudus, Kebumen, dan Klaten.
Dalam kesempatan tersebut, Ardi menekankan pentingnya inovasi dalam bisnis kuliner:
*“Pengelolaan resto harus terus inovatif. Ke depan wajib mengkolaborasikan konsep organik dengan menu yang variatif agar mampu bertahan dan berkembang.”*
Diskusi ini menjadi insight penting bagi peserta, khususnya dalam mengembangkan hilirisasi produk pertanian ke sektor kuliner.
Membangun Kemandirian Berbasis Kolaborasi
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ngopi santai, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam,
Menguatkan skill pelaku usaha tani & ternak
Membangun jaringan kolaborasi antar daerah
Mendorong kemandirian ekonomi berbasis yayasan sosial
Dengan semangat kebersamaan dan pembenahan internal, Paguyuban Persaudaraan Pati Raya optimis mampu membangun ekosistem usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.( Rochmad Taufiq Untuk Kudus)












