Friday, June 19, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Opini

Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita

Admin by Admin
May 1, 2026
in Opini, Pertanian
A A
0
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Banon Prahatin Prakosa, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon

Jurnaljatengdiynews.com. Ketika petani semakin bergantung pada pupuk kimia, sesungguhnya kita sedang menabung masalah bagi masa depan. Tanah yang dahulu subur kini perlahan kehilangan daya dukungnya. Struktur tanah mengeras, mikroorganisme menghilang, dan biaya produksi terus meningkat. Jika kondisi ini dibiarkan, maka bukan hanya produktivitas yang terancam, tetapi juga keberlanjutan pertanian itu sendiri.

Di tengah persoalan tersebut, muncul pendekatan sederhana namun menjanjikan: pupuk organik cair berbasis humus bambu. Ini bukan sekadar inovasi teknis, melainkan sebuah cara pandang baru dalam memperlakukan tanah—dari objek eksploitasi menjadi ekosistem yang harus dijaga keseimbangannya.

Humus bambu memiliki keunggulan yang tidak dimiliki pupuk kimia. Ia kaya unsur hara sekaligus mengandung mikroorganisme hidup yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tanah. Mikroba seperti Trichoderma dan bakteri penambat nitrogen bekerja secara alami memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan nutrisi, sekaligus melindungi tanaman dari penyakit.

Lebih menarik lagi, pupuk organik cair ini dapat dibuat dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar petani: bonggol pisang, dedak, hingga air kelapa. Artinya, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada produk pabrikan. Di sinilah letak nilai strategisnya—mendorong kemandirian sekaligus menekan biaya produksi.

Berita Terkait

Tim Kementerian Pertanian CWS Kudus Kunjungi Literasi Alam BG Farm, Tinjau Persiapan Pembentukan P4S dan Inovasi Peternakan Terintegrasi

Dokter Tanaman Ungkap Rahasia Durian Beromzet Rp450 Juta Sekali Panen

Load More

Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa adopsi pupuk organik masih belum optimal. Banyak petani yang menganggap hasilnya lambat atau kurang praktis dibanding pupuk kimia. Di sinilah pentingnya peran edukasi, pendampingan, dan bukti nyata melalui praktik lapangan. Tanpa itu, inovasi hanya akan berhenti sebagai wacana.

Pemerintah, akademisi, dan komunitas pertanian perlu bersinergi untuk mempercepat transformasi ini. Demonstrasi plot, pelatihan, serta dukungan kebijakan menjadi kunci agar petani berani beralih. Kita tidak bisa lagi menunda perubahan, karena kerusakan tanah tidak menunggu.

Pada akhirnya, pertanian berkelanjutan bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan. Pupuk organik cair berbasis humus bambu adalah salah satu jalan menuju ke sana—jalan yang mungkin sederhana, tetapi memiliki dampak besar jika dilakukan secara bersama-sama.

Jika kita ingin tanah tetap memberi kehidupan, maka sudah saatnya kita juga mulai menghidupkan tanah. (Taufiq)

Previous Post

Ngopi Bareng & Sarasehan Petani Pati Raya: Menguatkan Skill, Menata Wadah Rezeki

Next Post

Upaya Panjang Berbuah Manis, PCM Muhammadiyah Bandongan Sukses Tingkatkan Kualitas Ternak Kambing

RelatedPosts

Tim Kementerian Pertanian CWS Kudus Kunjungi Literasi Alam BG Farm, Tinjau Persiapan Pembentukan P4S dan Inovasi Peternakan Terintegrasi
Berita

Tim Kementerian Pertanian CWS Kudus Kunjungi Literasi Alam BG Farm, Tinjau Persiapan Pembentukan P4S dan Inovasi Peternakan Terintegrasi

June 18, 2026
Dokter Tanaman Ungkap Rahasia Durian Beromzet Rp450 Juta Sekali Panen
Berita

Dokter Tanaman Ungkap Rahasia Durian Beromzet Rp450 Juta Sekali Panen

June 13, 2026
Dari P4S Menuju Singapura: Kebanggaan Bersama, Semangat Baru Petani Muda Indonesia
Berita

Dari P4S Menuju Singapura: Kebanggaan Bersama, Semangat Baru Petani Muda Indonesia

June 12, 2026
Dialog Gong Jinagong di Lereng Gunung Sumbing, Dua Sahabat, Ekologi, dan Kebangkitan Benih Nusantara
Berita

Dialog Gong Jinagong di Lereng Gunung Sumbing, Dua Sahabat, Ekologi, dan Kebangkitan Benih Nusantara

June 11, 2026
Ustadz Nuryoso Ajak Warga Isi Waktu Senggang dengan Bertani Bawang Merah di Botol Bekas
Pertanian

Ustadz Nuryoso Ajak Warga Isi Waktu Senggang dengan Bertani Bawang Merah di Botol Bekas

June 9, 2026
Lebih dari 90 Pecinta Organik Padati Skill Up KKJ, Rahasia “Dokter Tanaman” Jadi Sorotan
Pertanian

Lebih dari 90 Pecinta Organik Padati Skill Up KKJ, Rahasia “Dokter Tanaman” Jadi Sorotan

June 9, 2026
Next Post
Upaya Panjang Berbuah Manis, PCM Muhammadiyah Bandongan Sukses Tingkatkan Kualitas Ternak Kambing

Upaya Panjang Berbuah Manis, PCM Muhammadiyah Bandongan Sukses Tingkatkan Kualitas Ternak Kambing

RECOMMENDED NEWS

Semangat Baru Pegiat Pertanian Organik PCM Salam, Menuju Ekonomi Terpadu Zero Cost

Semangat Baru Pegiat Pertanian Organik PCM Salam, Menuju Ekonomi Terpadu Zero Cost

1 year ago
Rapat Koordinasi Pengurus FKBN Kabupaten Kudus, Persiapan Menuju 2025 dengan Semangat Bela Negara

Rapat Koordinasi Pengurus FKBN Kabupaten Kudus, Persiapan Menuju 2025 dengan Semangat Bela Negara

1 year ago
Operasi Gabungan Kudus Tutup Kafe Karaoke, Puluhan Botol Miras Disita

Operasi Gabungan Kudus Tutup Kafe Karaoke, Puluhan Botol Miras Disita

2 years ago
Alumnus BSM 37 Taufiq dan Para UMKM JBO Kudus Bangun Sinergi Kebersamaan

Alumnus BSM 37 Taufiq dan Para UMKM JBO Kudus Bangun Sinergi Kebersamaan

8 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Tim Kementerian Pertanian CWS Kudus Kunjungi Literasi Alam BG Farm, Tinjau Persiapan Pembentukan P4S dan Inovasi Peternakan Terintegrasi
  • MAKRAB FLKSA KABUPATEN REMBANG: MEMPERERAT UKHUWAH, MENUMBUHKAN KEBERSAMAAN DI TAHUN BARU HIJRIYAH 1448 H
  • Dokter Tanaman Ungkap Rahasia Durian Beromzet Rp450 Juta Sekali Panen

Category

Recent News

Dokter Tanaman Ungkap Rahasia Durian Beromzet Rp450 Juta Sekali Panen

Dokter Tanaman Ungkap Rahasia Durian Beromzet Rp450 Juta Sekali Panen

June 13, 2026
Dari P4S Menuju Singapura: Kebanggaan Bersama, Semangat Baru Petani Muda Indonesia

Dari P4S Menuju Singapura: Kebanggaan Bersama, Semangat Baru Petani Muda Indonesia

June 12, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved