Thursday, April 16, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Opini

SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN

Admin by Admin
April 16, 2026
in Opini
A A
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sudjatmoko – Mahasiswa Magister Agronomi UGJ Cirebon

Jurnaljatengdiynews com. Indonesia sedang berada di persimpangan jalan dalam urusan pangan. Di satu sisi, kita memiliki sumber daya alam yang melimpah dan sejarah panjang sebagai bangsa agraris. Namun di sisi lain, data justru menunjukkan sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan. Produksi padi nasional tahun 2024 tercatat sekitar 52,66 juta ton GKG, turun lebih dari 2% dibanding tahun sebelumnya. Luas panen pun menyusut, sementara alih fungsi lahan terus terjadi tanpa kendali yang benar-benar kuat.

Ironisnya, di saat produksi menurun, kebutuhan pangan justru terus meningkat. Jumlah penduduk bertambah, pola konsumsi berubah, dan tekanan global terhadap rantai pasok pangan semakin nyata. Dunia bahkan memperkirakan kebutuhan pangan akan naik hingga 70% pada tahun 2050. Pertanyaannya sederhana: apakah Indonesia siap?

Jika kita masih bertahan pada pola pertanian konvensional, jawabannya cenderung mengkhawatirkan.

Selama ini, banyak praktik pertanian kita masih bergantung pada cara-cara tradisional: pemupukan berdasarkan kebiasaan, irigasi tanpa perhitungan presisi, serta pengendalian hama yang sering berlebihan. Akibatnya, biaya produksi tinggi, hasil tidak optimal, dan lingkungan semakin tertekan. Ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi persoalan masa depan bangsa.

Berita Terkait

PERTANIAN PRESISI, SOLUSI STRATEGIS MENUJU KEDAULATAN PANGAN NASIONAL

Dari Hama Menjadi Berkah” — Revolusi Pakan Keong di Sawah Gulang & Payaman Kudus (Oleh: Rochmad Taufiq)

Load More

Di sinilah smart farming hadir bukan sebagai tren, melainkan sebagai kebutuhan mendesak.

Smart farming memungkinkan petani bekerja dengan data, bukan sekadar intuisi. Sensor tanah dapat membaca kebutuhan air dan nutrisi secara akurat. Drone mampu memetakan kondisi lahan secara cepat. Sistem berbasis Internet of Things (IoT) membantu petani mengontrol lahan tanpa harus selalu berada di lokasi. Hasilnya? Produksi lebih efisien, biaya lebih terkendali, dan risiko kerugian dapat ditekan.

Beberapa penerapan di Indonesia bahkan menunjukkan peningkatan produktivitas sekaligus efisiensi penggunaan pupuk dan air. Ini berarti satu hal: teknologi bukan ancaman bagi petani, tetapi justru penyelamat.

Namun, persoalannya tidak sesederhana itu. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa adopsi teknologi masih terbatas. Banyak petani yang belum tersentuh pelatihan digital. Infrastruktur di desa masih belum merata. Akses terhadap pembiayaan teknologi juga menjadi kendala klasik yang belum terselesaikan.

Jika kondisi ini dibiarkan, maka kesenjangan antara potensi dan kenyataan akan semakin lebar.

Negara tidak boleh setengah hati. Kebijakan pangan harus bergerak lebih progresif, tidak hanya fokus pada produksi jangka pendek, tetapi juga transformasi sistem pertanian secara menyeluruh. Perguruan tinggi harus turun langsung, tidak berhenti pada penelitian di atas kertas. Sektor swasta perlu didorong untuk hadir sebagai mitra, bukan sekadar pencari keuntungan.

Yang tidak kalah penting, generasi muda harus masuk ke sektor pertanian dengan paradigma baru. Pertanian bukan lagi pekerjaan yang identik dengan lumpur dan keterbatasan, tetapi sektor strategis berbasis teknologi yang menjanjikan masa depan.

Kita harus jujur pada satu hal: kedaulatan pangan tidak akan tercapai tanpa keberanian untuk berubah.

Pilihan kita hari ini sangat jelas—bertransformasi dengan smart farming atau tertinggal oleh zaman. Jika Indonesia ingin benar-benar berdaulat dalam pangan, maka tidak ada jalan lain selain mempercepat adopsi teknologi, memperkuat kolaborasi, dan memastikan pertanian menjadi sektor yang modern, ramah lingkungan, serta berkelanjutan.

Karena pada akhirnya, pangan bukan sekadar soal makan hari ini, tetapi soal keberlangsungan bangsa di masa depan.

Previous Post

PERTANIAN PRESISI, SOLUSI STRATEGIS MENUJU KEDAULATAN PANGAN NASIONAL

RelatedPosts

PERTANIAN PRESISI, SOLUSI STRATEGIS MENUJU KEDAULATAN PANGAN NASIONAL
Opini

PERTANIAN PRESISI, SOLUSI STRATEGIS MENUJU KEDAULATAN PANGAN NASIONAL

April 16, 2026
Dari Hama Menjadi Berkah” — Revolusi Pakan Keong di Sawah Gulang & Payaman Kudus (Oleh: Rochmad Taufiq)
Opini

Dari Hama Menjadi Berkah” — Revolusi Pakan Keong di Sawah Gulang & Payaman Kudus (Oleh: Rochmad Taufiq)

March 1, 2026
Mimpi Menjadi Penulis — Saat Guru SD Menyalakan Api Literasi dari Ruang Kelas
Opini

Mimpi Menjadi Penulis — Saat Guru SD Menyalakan Api Literasi dari Ruang Kelas

February 26, 2026
Green School
Opini

Green School

November 18, 2025
REFLEKSI HARI ANAK NASIONAL 2025   *Menumbuhkan Anak Sholeh, Membangun Generasi Penyangga Kehidupan
Opini

REFLEKSI HARI ANAK NASIONAL 2025  *Menumbuhkan Anak Sholeh, Membangun Generasi Penyangga Kehidupan

July 23, 2025
Ngopi Pagi di Banana Garden Farm, Kudus, Dialog Cerdas Para Pakar Pertanian dan Pendidikan
Berita

Ngopi Pagi di Banana Garden Farm, Kudus, Dialog Cerdas Para Pakar Pertanian dan Pendidikan

July 20, 2025

RECOMMENDED NEWS

Integrated Farming di KUB an Nur Banana Garden Kudus: Kampus Literasi Alam yang Menginspirasi

Integrated Farming di KUB an Nur Banana Garden Kudus: Kampus Literasi Alam yang Menginspirasi

2 years ago
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS NGUDI WALUYO LUNCURKAN BARCODE WISATA PESONA GARDA DI DUSUN DAWUNG, DESA CANDIREJO, KECAMATAN PRINGAPUS, KABUPATEN SEMARANG

Mahasiswa UNW Kelompok 24 Gelar KKN Tematik: Edukasi Kebersihan Lingkungan untuk Cegah Stunting di Jatirunggo dan Lanjan”

8 months ago
Pengurus crew 8 korwil Jateng,  membimbing program nabung pisang, telah ditanam 837 bibit.

Pengurus crew 8 korwil Jateng, membimbing program nabung pisang, telah ditanam 837 bibit.

1 year ago
Nabung Ayam, Nabung Harapan, Kisah Cemerlang dari Surau Belakang Kantor Yayasan YIMBP Kudus

Nabung Ayam, Nabung Harapan, Kisah Cemerlang dari Surau Belakang Kantor Yayasan YIMBP Kudus

11 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN
  • PERTANIAN PRESISI, SOLUSI STRATEGIS MENUJU KEDAULATAN PANGAN NASIONAL
  • Dari Bengkel Legendaris ke Layanan Bergaransi: Kisah Inspiratif Radiator Semarang yang Tak Pernah Sepi

Category

Recent News

Semangat Halal Bihalal di Kudus, Dr. H. Carto Nuryanto Tegaskan Persaudaraan Adalah Pilar Kekuatan Bangsa

Semangat Halal Bihalal di Kudus, Dr. H. Carto Nuryanto Tegaskan Persaudaraan Adalah Pilar Kekuatan Bangsa

April 6, 2026
Semarak Pengajian Ahad Pagi Kudus, Kru BG Farm Fakultas Organik Turut Hadir Menyatu Bersama Ribuan Jamaah

Semarak Pengajian Ahad Pagi Kudus, Kru BG Farm Fakultas Organik Turut Hadir Menyatu Bersama Ribuan Jamaah

April 5, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved