Sunday, June 21, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Opini

Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia

Admin by Admin
May 8, 2026
in Opini
A A
0
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Mujono S,Sos Mahasiswa Pasca Sarjana UGJ Cirebon

Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan nasional Indonesia. Sebagai negara agraris dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia dituntut mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan. Beras, sebagai makanan pokok mayoritas rakyat Indonesia, memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, peningkatan produksi padi menjadi langkah penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Salah satu inovasi teknologi pertanian yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas padi adalah sistem tanam jajar legowo. Teknologi ini merupakan metode pengaturan jarak tanam dengan memberikan ruang kosong di antara beberapa barisan tanaman padi. Tujuannya adalah meningkatkan populasi tanaman, memperbaiki sirkulasi udara, serta memaksimalkan penyerapan sinar matahari sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal.

Dalam penerapannya, pola yang umum digunakan adalah jajar legowo 2:1 dan 4:1, yaitu setiap dua atau empat baris tanaman diselingi satu baris kosong. Pola ini menciptakan efek “tanaman pinggir” yang lebih produktif dibanding tanaman yang berada di tengah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sistem jajar legowo mampu meningkatkan populasi tanaman hingga sekitar 30 persen dibandingkan sistem tanam tegel konvensional.

Keunggulan teknologi jajar legowo tidak hanya terletak pada peningkatan populasi tanaman. Ruang kosong antarbarisan juga memudahkan petani dalam melakukan pemupukan, penyiangan, pengendalian gulma, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman. Sirkulasi udara yang lebih baik membantu mengurangi kelembapan yang dapat memicu penyakit. Dengan kondisi pertumbuhan yang lebih sehat, produktivitas padi pun meningkat secara signifikan.

Berita Terkait

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi

PELOPOR ORGANIK DARI CIAMIS IKUT “DIKARANTINA” DI BBPP LEMBANG, SIAP CETAK GENERASI PERTANIAN MASA DEPAN

Load More

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem jajar legowo dapat meningkatkan hasil panen sekitar 0,2 hingga 1,5 ton per hektare dibandingkan metode konvensional. Bahkan pada penerapan teknologi jajar legowo super, produktivitas padi dapat mencapai 8–9 ton gabah kering panen per hektare. Fakta ini membuktikan bahwa inovasi teknologi budidaya memiliki peran besar dalam memperkuat produksi pangan nasional.

Dalam konteks ketahanan pangan, teknologi jajar legowo sangat relevan untuk mendukung swasembada beras Indonesia. Produktivitas yang lebih tinggi akan membantu memenuhi kebutuhan beras nasional tanpa bergantung pada impor. Selain itu, peningkatan hasil panen juga berdampak langsung pada meningkatnya pendapatan petani, sehingga kesejahteraan masyarakat pertanian ikut terangkat.

Meski demikian, penerapan sistem jajar legowo masih menghadapi sejumlah tantangan. Sebagian petani menganggap pola tanam ini lebih rumit dibandingkan sistem biasa. Keterbatasan pengetahuan, minimnya pelatihan, serta kurangnya alat bantu tanam menjadi kendala yang masih dijumpai di lapangan. Oleh sebab itu, dukungan pemerintah melalui penyuluhan, pendampingan, dan penyediaan sarana pertanian yang memadai sangat diperlukan agar teknologi ini dapat diterapkan secara luas.

Di era modern, sistem jajar legowo juga dapat dipadukan dengan teknologi digital pertanian seperti Internet of Things (IoT), sensor pertanian, serta otomatisasi irigasi. Integrasi teknologi modern dengan sistem budidaya yang tepat akan menciptakan pertanian yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan untuk masa depan.

Pada akhirnya, teknologi jajar legowo merupakan inovasi budidaya padi yang efektif dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Penerapan teknologi ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan Indonesia melalui peningkatan produksi beras nasional. Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, petani, dan pengembangan teknologi pertanian modern, sistem jajar legowo dapat menjadi salah satu solusi strategis menuju Indonesia yang mandiri pangan, sejahtera, dan berdaya saing.(Mujono, S.Sos)

Previous Post

Panen Berkah Pisang Kepok Tanjung, Menguatkan Keluarga dan Ketahanan Pangan

Next Post

Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban

RelatedPosts

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi
Opini

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi

May 28, 2026
PELOPOR ORGANIK DARI CIAMIS IKUT “DIKARANTINA” DI BBPP LEMBANG, SIAP CETAK GENERASI PERTANIAN MASA DEPAN
Berita

PELOPOR ORGANIK DARI CIAMIS IKUT “DIKARANTINA” DI BBPP LEMBANG, SIAP CETAK GENERASI PERTANIAN MASA DEPAN

May 20, 2026
Menghidupkan Tanah, Menghidupkan Kemandirian Umat
Opini

Menghidupkan Tanah, Menghidupkan Kemandirian Umat

May 12, 2026
Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode  Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban
Opini

Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban

May 9, 2026
Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita
Opini

Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita

May 1, 2026
SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN
Opini

SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN

April 16, 2026
Next Post
Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode  Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban

Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban

RECOMMENDED NEWS

Semangat Baru Pegiat Pertanian Organik PCM Salam, Menuju Ekonomi Terpadu Zero Cost

Semangat Baru Pegiat Pertanian Organik PCM Salam, Menuju Ekonomi Terpadu Zero Cost

1 year ago
Rapat Koordinasi Pengurus FKBN Kabupaten Kudus, Persiapan Menuju 2025 dengan Semangat Bela Negara

Rapat Koordinasi Pengurus FKBN Kabupaten Kudus, Persiapan Menuju 2025 dengan Semangat Bela Negara

1 year ago
Operasi Gabungan Kudus Tutup Kafe Karaoke, Puluhan Botol Miras Disita

Operasi Gabungan Kudus Tutup Kafe Karaoke, Puluhan Botol Miras Disita

2 years ago
Alumnus BSM 37 Taufiq dan Para UMKM JBO Kudus Bangun Sinergi Kebersamaan

Alumnus BSM 37 Taufiq dan Para UMKM JBO Kudus Bangun Sinergi Kebersamaan

8 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • SERUAN / SYIAR HIBAH & WAKAF MUSHOLA PPR BG FARM KUDUS 
  • (no title)
  • Tim Kementerian Pertanian CWS Kudus Kunjungi Literasi Alam BG Farm, Tinjau Persiapan Pembentukan P4S dan Inovasi Peternakan Terintegrasi

Category

Recent News

Dokter Tanaman Ungkap Rahasia Durian Beromzet Rp450 Juta Sekali Panen

Dokter Tanaman Ungkap Rahasia Durian Beromzet Rp450 Juta Sekali Panen

June 13, 2026
Dari P4S Menuju Singapura: Kebanggaan Bersama, Semangat Baru Petani Muda Indonesia

Dari P4S Menuju Singapura: Kebanggaan Bersama, Semangat Baru Petani Muda Indonesia

June 12, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved