Monday, June 22, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Opini

Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban

Admin by Admin
May 9, 2026
in Opini
A A
0
74
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ustad Nuryoso

Jurnaljateng.diynews.com. Perkembangan teknologi hari ini bergerak jauh melampaui apa yang dahulu dianggap sebagai khayalan. Salah satu yang mulai mengguncang peradaban manusia adalah hadirnya teknologi daging hasil budidaya laboratorium atau yang populer disebut teknologi “printer 3D daging”. Teknologi ini memungkinkan manusia menghasilkan daging tanpa harus membesarkan dan menyembelih hewan ternak secara konvensional. Cukup mengambil sedikit sel dari hewan tertentu, lalu mengembangbiakkannya di dalam media khusus, maka terciptalah daging yang tekstur, rasa, bahkan kandungan biologisnya semakin mendekati identik dengan daging asli.

Hari ini mungkin terdengar asing, namun sesungguhnya teknologi tersebut sudah berada di ambang pasar global. Persoalannya bukan lagi “mungkin atau tidak”, melainkan “kapan masyarakat siap menerimanya”. Ketika harga produksi mampu ditekan lebih murah daripada daging ternak biasa, maka perubahan pola konsumsi manusia hampir pasti tidak dapat dihindari.

Di sinilah perdebatan besar dimulai.
Bukan sekadar soal pangan, tetapi juga soal budaya, etika, lingkungan, bahkan agama.

Selama ribuan tahun manusia memperoleh daging melalui pemeliharaan dan penyembelihan hewan. Tradisi itu bukan hanya membentuk pola makan, tetapi juga membentuk peradaban. Namun teknologi modern mulai menawarkan jalan baru: manusia dapat memperoleh daging tanpa peternakan luas, tanpa rumput, tanpa limbah kotoran ternak, bahkan tanpa penyembelihan massal.

Berita Terkait

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi

PELOPOR ORGANIK DARI CIAMIS IKUT “DIKARANTINA” DI BBPP LEMBANG, SIAP CETAK GENERASI PERTANIAN MASA DEPAN

Load More

Secara ilmiah, teknologi ini menjanjikan banyak hal. Ia dapat menjadi jawaban atas keterbatasan lahan pertanian, krisis pangan dunia, hingga ancaman perubahan iklim. Sebab salah satu penyumbang gas rumah kaca adalah gas metana yang dihasilkan hewan ternak ruminansia seperti sapi dan kambing. Semakin besar populasi ternak dunia untuk memenuhi kebutuhan manusia, semakin besar pula tekanan terhadap bumi.

Pertanyaannya kemudian menjadi sangat menarik:
Bagaimana Islam memandang perubahan besar ini?

Dalam urusan konsumsi, diskusi halal-haram mungkin masih dapat dicari jalan keluarnya melalui kajian fiqih kontemporer. Jika sumber awal sel berasal dari hewan halal dan prosesnya suci, sebagian kalangan mungkin akan membuka ruang ijtihad. Namun persoalan menjadi jauh lebih kompleks ketika teknologi ini bersinggungan dengan ibadah kurban.

Ibadah kurban bukan sekadar distribusi daging. Di dalamnya terdapat syariat tentang hewan tertentu, penyembelihan, pengorbanan, dan simbol ketundukan kepada Allah SWT. Karena itu banyak umat Islam memahami bahwa ibadah kurban bersifat tauqifi — sudah ditentukan syarat dan rukunnya — sehingga tidak dapat digantikan oleh inovasi teknologi apa pun.

Namun di sisi lain, muncul pula pandangan kritis yang mencoba membaca persoalan dari sudut maqashidusyariah, yaitu tujuan besar syariat Islam untuk menjaga kehidupan manusia dan alam semesta. Bila suatu saat bumi benar-benar menghadapi ancaman ekologis serius akibat eksploitasi berlebihan, termasuk dari industri peternakan masif, maka sebagian pemikir mungkin akan bertanya: apakah pemaknaan terhadap praktik kurban perlu ditinjau ulang tanpa menghilangkan ruh ketakwaannya?

Perdebatan ini tentu tidak sederhana. Sebab Islam bukan sekadar agama rasionalitas, tetapi juga agama penghambaan. Tidak semua ibadah diukur hanya dari manfaat materialnya. Ada dimensi spiritual yang tidak selalu dapat dijelaskan oleh logika teknologi.

Al-Qur’an sendiri menegaskan:

> “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
(QS. Al-Hajj: 37)

 

Ayat ini menunjukkan bahwa inti kurban adalah ketakwaan. Namun pada saat yang sama, syariat juga tetap memerintahkan adanya hewan dan penyembelihan sebagai bentuk simbol pengorbanan dan ketaatan.

Karena itu, wacana “mengganti pisau jagal dengan barcode” sesungguhnya bukan sekadar soal teknologi pangan. Ia adalah pintu diskusi besar tentang hubungan manusia dengan agama, lingkungan, dan masa depan peradaban.

Bisa jadi teknologi akan terus berubah.
Namun pertanyaan mendasarnya akan tetap sama:
Apakah manusia masih menempatkan ketakwaan sebagai pusat dari setiap kemajuan yang diciptakannya? (K: Rochmad Taufiq)

Previous Post

Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia

Next Post

Pelatihan Public Speaking, Guru SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta Siap Go Public

RelatedPosts

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi
Opini

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi

May 28, 2026
PELOPOR ORGANIK DARI CIAMIS IKUT “DIKARANTINA” DI BBPP LEMBANG, SIAP CETAK GENERASI PERTANIAN MASA DEPAN
Berita

PELOPOR ORGANIK DARI CIAMIS IKUT “DIKARANTINA” DI BBPP LEMBANG, SIAP CETAK GENERASI PERTANIAN MASA DEPAN

May 20, 2026
Menghidupkan Tanah, Menghidupkan Kemandirian Umat
Opini

Menghidupkan Tanah, Menghidupkan Kemandirian Umat

May 12, 2026
Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia
Opini

Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia

May 8, 2026
Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita
Opini

Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita

May 1, 2026
SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN
Opini

SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN

April 16, 2026
Next Post
Pelatihan Public Speaking, Guru SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta Siap Go Public

Pelatihan Public Speaking, Guru SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta Siap Go Public

RECOMMENDED NEWS

Semangat Baru Pegiat Pertanian Organik PCM Salam, Menuju Ekonomi Terpadu Zero Cost

Semangat Baru Pegiat Pertanian Organik PCM Salam, Menuju Ekonomi Terpadu Zero Cost

1 year ago
Rapat Koordinasi Pengurus FKBN Kabupaten Kudus, Persiapan Menuju 2025 dengan Semangat Bela Negara

Rapat Koordinasi Pengurus FKBN Kabupaten Kudus, Persiapan Menuju 2025 dengan Semangat Bela Negara

1 year ago
Operasi Gabungan Kudus Tutup Kafe Karaoke, Puluhan Botol Miras Disita

Operasi Gabungan Kudus Tutup Kafe Karaoke, Puluhan Botol Miras Disita

2 years ago
Alumnus BSM 37 Taufiq dan Para UMKM JBO Kudus Bangun Sinergi Kebersamaan

Alumnus BSM 37 Taufiq dan Para UMKM JBO Kudus Bangun Sinergi Kebersamaan

8 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • SERUAN / SYIAR HIBAH & WAKAF MUSHOLA PPR BG FARM KUDUS 
  • (no title)
  • Tim Kementerian Pertanian CWS Kudus Kunjungi Literasi Alam BG Farm, Tinjau Persiapan Pembentukan P4S dan Inovasi Peternakan Terintegrasi

Category

Recent News

Dokter Tanaman Ungkap Rahasia Durian Beromzet Rp450 Juta Sekali Panen

Dokter Tanaman Ungkap Rahasia Durian Beromzet Rp450 Juta Sekali Panen

June 13, 2026
Dari P4S Menuju Singapura: Kebanggaan Bersama, Semangat Baru Petani Muda Indonesia

Dari P4S Menuju Singapura: Kebanggaan Bersama, Semangat Baru Petani Muda Indonesia

June 12, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved