Jurnaljatengdiynews.com. Kudus, 5 Mei 2026 — Di tengah padatnya aktivitas sebagai dosen hukum sekaligus Ketua PP Polri, Dr. Carto menunjukkan bahwa dedikasi terhadap pendidikan dan pembinaan generasi muda tidak pernah mengenal kata sibuk.
Di sela rutinitas akademik dan aktivitas organisasi, beliau konsisten meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan serta pendidikan dan pelatihan (diklat) kepada masyarakat, khususnya dalam hal kedisiplinan dan pemahaman hukum. Salah satu bentuk nyata pengabdian tersebut adalah melalui edukasi tata cara pelaksanaan upacara bendera yang baik dan benar di sekolah.
Momen inspiratif itu terjadi pada Selasa sore (05/05/2026), di tengah kegiatan olahraga sepeda (goes) dan diskusi santai “ngopi sore” di Basecamp fakultas organik Banana Garden. Dalam suasana sederhana namun penuh makna tersebut, dibahas persiapan program Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kudus dalam menjalankan program “Go To School” yang akan menyasar seluruh SMA se-Kabupaten Kudus.
Dalam program tersebut, FKBN merancang keterlibatan langsung sebagai inspektur upacara (Irup) di sekolah-sekolah, sekaligus memberikan pembinaan karakter kebangsaan kepada para siswa.
Di forum santai itu, Dr. Carto memberikan tutorial lengkap mengenai tata cara pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin—mulai dari tahap persiapan, susunan acara, hingga tips agar upacara berlangsung khidmat dan penuh nilai.
“Disiplin itu dibangun dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten, salah satunya melalui upacara bendera,” ungkapnya.
Materi yang disampaikan meliputi urutan lengkap pelaksanaan upacara, mulai dari kesiapan petugas, pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya, pembacaan Pancasila dan UUD 1945, hingga amanat pembina upacara dan doa penutup. Tak hanya itu, beliau juga menekankan pentingnya latihan, ketegasan komando, serta penyampaian amanat yang singkat namun bermakna.
Menuju Penyusunan Modul Panduan Nasional
Menariknya, dari diskusi tersebut tidak hanya lahir gagasan pembinaan sesaat, namun juga langkah strategis ke depan. Dalam waktu dekat, Dr. Carto bersama Rochmad Taufiq akan segera menyusun modul atau buku panduan tutorial pelaksanaan upacara bendera hari Senin yang baik dan benar.
Modul ini akan disusun secara sistematis, mulai dari tahap persiapan awal hingga akhir pelaksanaan, sehingga dapat menjadi panduan praktis dan standar bagi setiap pleton maupun petugas upacara.
Rencananya, panduan tersebut akan digunakan oleh kader FKBN yang terjun langsung ke sekolah-sekolah dalam program “Go To School”, khususnya bagi mereka yang bertugas sebagai inspektur upacara (Irup) maupun pembina kegiatan kedisiplinan di lingkungan pendidikan.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan standar pelaksanaan upacara yang lebih tertib, seragam, dan sarat nilai kebangsaan di seluruh sekolah, khususnya di Kabupaten Kudus.
Kehadiran gagasan ini menunjukkan bahwa dari ruang diskusi sederhana dapat lahir kontribusi besar yang berdampak luas. Tidak hanya berhenti pada praktik lapangan, namun juga melahirkan sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Di tengah kesibukan yang padat, sosok Dr. Carto bersama Rochmad Taufiq menjadi teladan bahwa pengabdian sejati bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang meninggalkan jejak berupa ilmu yang bisa terus digunakan dan diwariskan. ( Rochmad Taufiq- untuk Kudus)












