Jurnaljatengdiynews.com. Magelang, 6 Mei 2026 — Alhamdulillah, panen pisang kepok tanjung kembali membawa kebahagiaan dan rasa syukur. Dari satu rumpun yang dipanen, menghasilkan sekitar 18 sisir (lirang) dengan kualitas buah yang terkenal manis dan bertekstur lembut.
Panen kali ini terasa istimewa karena dilakukan bersama keluarga—istri dan anak—menjadi momen kebersamaan yang penuh makna, ungkap ustad nuryoso. Di kebun tersebut, saat ini terdapat tiga rumpun pisang yang siap terus dikembangkan sebagai bagian dari gerakan pertanian mandiri.
Menurut Nuryoso kegiatan bertani ini bukan sekadar menghasilkan buah, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahim keluarga sekaligus mempersiapkan diri menyambut kegiatan kumpul para penggerak pertanian di wilayah setempat.
“Ini panen kiriman dari Allah. Selain hasilnya, yang paling berharga adalah kebersamaan dan semangat membangun ketahanan keluarga,” ungkap ustadz nuryoso .
Konsep “Nabung Pisang”
Sementara itu, Rochmad Taufiq memperkenalkan konsep “nabung pisang”, yaitu menanam sekali namun bisa memanen berkali-kali. Dalam praktiknya, satu pohon pisang dapat menghasilkan 10–20 tunas dalam satu tahun.
Artinya, jika tahun ini menanam 100 pohon, maka tahun berikutnya bisa berkembang menjadi 500 hingga 1.500 pohon, menjadikan pisang sebagai investasi pertanian jangka panjang yang menjanjikan.
Manfaat Pisang dari Hulu ke Hilir*
Keunggulan budidaya pisang tidak hanya pada buahnya. Hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan:
Daun pisang, bisa dipanen sebelum buah, bernilai ekonomi
Tunas pisang, untuk pengembangan bibit
Gedebok (batang), diolah menjadi pakan ternak
Gedebok pisang dapat dicacah menggunakan chopper, lalu dicampur dedak dan jagung giling, kemudian difermentasi menjadi pakan bergizi untuk ayam, entok, kalkun, angsa, dan ternak lainnya.
Tumpang Sari, Lebih Produktif
Inspirasi juga datang dari praktik pertanian terpadu seperti yang dilakukan Dr. Yusron, Ketua PCM Muhammadiyah Salam, yang mengembangkan sistem tumpang sari pisang dengan talas dan ketela ungu. Metode ini terbukti meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Bertani pisang kepok tanjung bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga,
Menguatkan ekonomi keluarga
Menjadi sarana ibadah dan syukur
Mempererat kebersamaan keluarga
*Mendukung ketahanan pangan mandiri*
Dengan konsep sederhana namun berkelanjutan, pisang menjadi salah satu alternatif unggulan menuju kemandirian pangan keluarga.(Rochmad Taufiq- untuk Magelang)












