Wednesday, March 11, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Opini

Dari Hama Menjadi Berkah” — Revolusi Pakan Keong di Sawah Gulang & Payaman Kudus (Oleh: Rochmad Taufiq)

Admin by Admin
March 1, 2026
in Opini
A A
0
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnaljatengdiynews.com.- Kudus. Hamparan sawah Desa Gulang dan Payaman, Kecamatan Mejobo, Kudus, tersimpan potensi yang selama ini kurang dilirik. Keong sawah yang kerap dianggap hama perusak tanaman padi, ternyata menyimpan kandungan protein tinggi yang sangat dibutuhkan unggas dan ikan air tawar seperti lele.

Berdasarkan estimasi luasan sawah sekitar 3.630.000 m² dengan kepadatan 20–40 ekor per meter persegi, populasi keong bisa mencapai 72 juta hingga 145 juta ekor. Angka ini bukan sekadar statistik — ini adalah ladang protein gratis yang selama ini belum dioptimalkan.

*🐌 Dari Musuh Petani Jadi Sahabat Peternak*

Banyak petani mengeluh karena keong memakan bibit padi. Namun di sisi lain, para pakar peternakan menyebutkan bahwa protein hewani dari keong sangat baik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi telur ayam, serta mempercepat pertumbuhan lele.

Wandi, warga Desa Gulang, sudah membuktikan.
“Keong saya rebus dulu, ambil dagingnya, lalu dicacah pakai chopper kecil-kecil sebelum diberikan ke lele. Hasilnya bagus, lele cepat gemuk,” ujarnya.

Berita Terkait

Mimpi Menjadi Penulis — Saat Guru SD Menyalakan Api Literasi dari Ruang Kelas

Green School

Load More

Peternak ayam kampung dari Mlati Kidul pun mulai mencoba. “Masih tahap uji coba, nanti kita lihat perkembangannya,” terang Taufiq.

Ini adalah contoh nyata ekonomi sirkular desa — limbah atau hama di satu sektor menjadi solusi di sektor lain.

*🐔 Peluang Ekonomi yang Rasional*

Jika diasumsikan satu ayam membutuhkan sekitar 35 gram pakan tambahan per hari, potensi jutaan kilogram daging keong bisa menopang populasi unggas dalam jumlah besar. Artinya,

Biaya pakan berkurang signifikan

Ketergantungan pada pakan pabrikan menurun

Margin keuntungan peternak meningkat

Petani sawah terbantu karena populasi hama berkurang

Ini bukan sekadar teori, melainkan peluang riil berbasis potensi lokal.

*🌿 Sejalan dengan Konsep “ATM Allah”*

Apa yang terjadi di Gulang dan Payaman sejatinya selaras dengan gagasan “Membangun ATM Allah di Belakang Rumah.” Allah telah menyediakan sistem hayati yang bekerja tanpa listrik, tanpa mesin, tanpa riba.

Keong berkembang biak alami.
Lele tumbuh dengan cepat.
Ayam bertelur tanpa disuruh.

Tugas manusia hanyalah membaca peluang dan mengelola sistemnya dengan baik.

Ketika hama bisa berubah menjadi pakan, ketika sawah bukan hanya sumber beras tetapi juga sumber protein ternak, maka di situlah kedaulatan pangan mulai tumbuh dari desa.

*🔥 Mengalahkan Gengsi, Menguatkan Kemandirian*

Sering kali yang menghambat bukan modal, melainkan pola pikir. Kita lebih bangga membeli pakan mahal daripada mengolah sumber daya sendiri. Padahal, inovasi seperti ini justru menguatkan ekonomi warga, khususnya bagi peternak kecil, yayasan sosial, dan keluarga prasejahtera.

Bayangkan jika:

Setiap peternak lele memanfaatkan keong lokal

Setiap peternak ayam kampung memadukan pakan alami

Setiap desa membangun sistem kolaborasi petani–peternak

Maka yang lahir bukan hanya keuntungan ekonomi, tetapi juga kemandirian kolektif.

🌾 Hikmah

Keong sawah di Gulang dan Payaman bukan lagi sekadar hama. Ia adalah potensi jutaan ekor protein yang menunggu disentuh kreativitas warga.

Inilah wajah dakwah ekonomi:
mengubah masalah menjadi maslahat,
mengubah hama menjadi hikmah,
mengubah keluhan menjadi peluang.

Karena siapa yang mampu membaca potensi kecil di sekitarnya, dialah yang akan memanen keberkahan besar di masa depan.

Salam santun dari santri PTS BG Farm 🌿

(Rochmad Taufiq-Untuk Indonesia )

Previous Post

Menjemput Mustajabnya Doa di Jumat Ramadhan Bersama Anak-Anak Yatim AN NABA

Next Post

Kabar Gembira Ramadhan* Peluang Sinergi Strategis SWI dan BAZNAS Republik Indonesia untuk Dakwah Zakat Nasional

RelatedPosts

Mimpi Menjadi Penulis — Saat Guru SD Menyalakan Api Literasi dari Ruang Kelas
Opini

Mimpi Menjadi Penulis — Saat Guru SD Menyalakan Api Literasi dari Ruang Kelas

February 26, 2026
Green School
Opini

Green School

November 18, 2025
REFLEKSI HARI ANAK NASIONAL 2025   *Menumbuhkan Anak Sholeh, Membangun Generasi Penyangga Kehidupan
Opini

REFLEKSI HARI ANAK NASIONAL 2025  *Menumbuhkan Anak Sholeh, Membangun Generasi Penyangga Kehidupan

July 23, 2025
Ngopi Pagi di Banana Garden Farm, Kudus, Dialog Cerdas Para Pakar Pertanian dan Pendidikan
Berita

Ngopi Pagi di Banana Garden Farm, Kudus, Dialog Cerdas Para Pakar Pertanian dan Pendidikan

July 20, 2025
Tarekat Tanduriyah Oleh Noerjoso
Opini

Tarekat Tanduriyah Oleh Noerjoso

June 23, 2025
Inovasi Susu Biji Ketapang: Solusi Cerdas untuk Ketahanan Pangan dan Nilai Tambah Potensi Lokal
Opini

Inovasi Susu Biji Ketapang: Solusi Cerdas untuk Ketahanan Pangan dan Nilai Tambah Potensi Lokal

April 16, 2025
Next Post
Kabar Gembira Ramadhan*  Peluang Sinergi Strategis SWI dan BAZNAS Republik Indonesia untuk Dakwah Zakat Nasional

Kabar Gembira Ramadhan* Peluang Sinergi Strategis SWI dan BAZNAS Republik Indonesia untuk Dakwah Zakat Nasional

RECOMMENDED NEWS

Pencarian Atlit Baru Kickboxing Sleman

Pencarian Atlit Baru Kickboxing Sleman

1 year ago
Ngopi Pagi di Banana Garden Farm, Kudus, Dialog Cerdas Para Pakar Pertanian dan Pendidikan

Ngopi Pagi di Banana Garden Farm, Kudus, Dialog Cerdas Para Pakar Pertanian dan Pendidikan

8 months ago
KKN UII Memberi Manfaat Pada Masyarakat

KKN UII Memberi Manfaat Pada Masyarakat

2 years ago
PCM Salam Magelang Gencarkan Gerakan Pertanian Terpadu, Setelah Ribuan Pohon Pisang, Kini Talas, Ikan Nila, dan Ketela Cilembu

PCM Salam Magelang Gencarkan Gerakan Pertanian Terpadu, Setelah Ribuan Pohon Pisang, Kini Talas, Ikan Nila, dan Ketela Cilembu

8 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Edukasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Dusun Pasir Mendit
  • KKN UAD Perkuat UMKM Padukuhan Tigaron Dukung Program MBG di Kapanewon Temon
  • Silaturahim Ramadhan, Tempe Daun Jati dari Perempuan Tangguh yang Gemar Bersedekah

Category

Recent News

Edukasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Dusun Pasir Mendit

Edukasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Dusun Pasir Mendit

March 9, 2026
Edukasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Dusun Pasir Mendit

KKN UAD Perkuat UMKM Padukuhan Tigaron Dukung Program MBG di Kapanewon Temon

March 9, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved