Friday, June 5, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Opini

PERTANIAN PRESISI, SOLUSI STRATEGIS MENUJU KEDAULATAN PANGAN NASIONAL

Admin by Admin
April 16, 2026
in Opini
A A
0
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Banon Prahatin Prakosa (Mahasiswa Pasca Sarjana  UGJ Cirebon)

Akselerasi Menuju Kedaulatan Pangan

Jurnaljatengdiynrws.com. Cirebon. Kedaulatan pangan menjadi salah satu agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah mendorong peningkatan produksi dalam negeri guna mengurangi ketergantungan impor, khususnya pada komoditas utama seperti beras dan jagung.

Namun, klaim “swasembada pangan nasional pada Januari 2026” perlu disikapi secara proporsional. Swasembada pada dasarnya bersifat komoditas-spesifik dan fluktuatif, bukan kondisi absolut yang berlaku serentak dan permanen. Karena itu, narasi yang lebih tepat adalah adanya tren peningkatan signifikan menuju swasembada, bukan capaian final yang sepenuhnya stabil.

Upaya pemerintah bertumpu pada beberapa langkah strategis, seperti intensifikasi dan ekstensifikasi lahan melalui program food estate, modernisasi pertanian berbasis teknologi, peningkatan dukungan fiskal, serta penguatan kelembagaan seperti peran Bulog dalam menjaga stabilitas harga. Langkah-langkah ini menjadi fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045, meski implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan struktural.

Berita Terkait

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi

PELOPOR ORGANIK DARI CIAMIS IKUT “DIKARANTINA” DI BBPP LEMBANG, SIAP CETAK GENERASI PERTANIAN MASA DEPAN

Load More

Pertanian Presisi: Efisiensi sebagai Kunci

Di tengah keterbatasan lahan subur dan tekanan perubahan iklim, pertanian presisi (precision farming) hadir sebagai pendekatan yang relevan. Model ini mengedepankan penggunaan data dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan, dan keberlanjutan dalam pengelolaan lahan.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa pertanian presisi mampu meningkatkan produktivitas panen sekitar 10–30%, menghemat penggunaan pupuk hingga 30%, serta menekan konsumsi air hingga 25–35%. Ini menegaskan bahwa masa depan pertanian tidak semata bergantung pada perluasan lahan, melainkan pada optimalisasi sumber daya yang ada.

Teknologi yang mendukung pendekatan ini meliputi penggunaan drone dan citra satelit untuk pemetaan lahan, Internet of Things (IoT) untuk memantau kondisi tanah secara real-time, Sistem Informasi Geografis (GIS), hingga platform digital seperti Presisi X. Integrasi teknologi ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih akurat dan responsif.

Tantangan Implementasi di Lapangan

Meski menjanjikan, penerapan pertanian presisi di Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala. Kesenjangan literasi teknologi di kalangan petani, tingginya biaya investasi awal, keterbatasan infrastruktur digital di pedesaan, serta fragmentasi kepemilikan lahan menjadi hambatan utama.

Jika tidak diatasi, pendekatan ini berisiko hanya dinikmati oleh kelompok tertentu dan belum mampu menjadi solusi yang inklusif secara nasional.

Belajar dari Praktik Nyata

Sejumlah daerah telah menunjukkan keberhasilan penerapan pertanian presisi. Di Dompu, NTB, efisiensi air meningkat hingga 30% dengan kenaikan produktivitas 15–20%. Di Sukamandi, Jawa Barat, produktivitas mencapai lebih dari 8,5 ton per hektare dengan pengurangan penggunaan bahan kimia hingga 30%. Sementara di Sragen, Jawa Tengah, penggunaan pupuk dapat ditekan lebih dari 50% melalui sistem berbasis IoT.

Temuan ini menunjukkan bahwa pertanian presisi bukan sekadar konsep, melainkan telah terbukti secara empiris, meski masih dalam skala terbatas.

Catatan Kritis terhadap Kebijakan

Penting untuk disadari bahwa pertanian presisi bukan solusi tunggal. Pendekatan ini perlu dikombinasikan dengan reforma agraria, penguatan akses pasar, serta pembenahan kelembagaan petani.

Selain itu, klaim peningkatan kontribusi sektor pertanian terhadap PDB hingga 10% perlu diverifikasi dengan data resmi agar tidak menimbulkan overclaim. Pada akhirnya, kesejahteraan petani tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh stabilitas harga dan efisiensi rantai distribusi.

Penutup

Pertanian presisi merupakan inovasi penting dalam mendorong transformasi sektor pertanian Indonesia. Teknologi ini menawarkan peningkatan produktivitas, efisiensi, sekaligus keberlanjutan.

Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, pemerataan akses teknologi, dan keberpihakan kebijakan terhadap petani kecil. Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis data, pertanian presisi berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan sistem pangan nasional yang mandiri, adil, dan berkelanjutan. .

Previous Post

Dari Bengkel Legendaris ke Layanan Bergaransi: Kisah Inspiratif Radiator Semarang yang Tak Pernah Sepi

Next Post

SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN

RelatedPosts

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi
Opini

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi

May 28, 2026
PELOPOR ORGANIK DARI CIAMIS IKUT “DIKARANTINA” DI BBPP LEMBANG, SIAP CETAK GENERASI PERTANIAN MASA DEPAN
Berita

PELOPOR ORGANIK DARI CIAMIS IKUT “DIKARANTINA” DI BBPP LEMBANG, SIAP CETAK GENERASI PERTANIAN MASA DEPAN

May 20, 2026
Menghidupkan Tanah, Menghidupkan Kemandirian Umat
Opini

Menghidupkan Tanah, Menghidupkan Kemandirian Umat

May 12, 2026
Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode  Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban
Opini

Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban

May 9, 2026
Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia
Opini

Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia

May 8, 2026
Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita
Opini

Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita

May 1, 2026
Next Post
SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN

SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN

RECOMMENDED NEWS

Komunitas Pecinta Bonsai Baturaden Bersiap Untuk Musjab dan Pemilihan Ketua Baru

Komunitas Pecinta Bonsai Baturaden Bersiap Untuk Musjab dan Pemilihan Ketua Baru

2 years ago
Gerakan Nabung Pisang, Ayam, Domba, dan Waluh: PCM Salam Gencarkan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Gerakan Nabung Pisang, Ayam, Domba, dan Waluh: PCM Salam Gencarkan Pemberdayaan Ekonomi Umat

12 months ago
Bupati Sleman memberikan apresiasi kepada kader IMP

Bupati Sleman Apresiasi Peran Kader IMP dalam Menekan Angka Stunting, Ajak Semua Pihak Tingkatkan Ketahanan Keluarga

2 years ago
Eksplorasi Lereng Muria: Kesempatan Emas bagi Pecinta Alam dan Kreator Konten untuk Petualangan Gratis!

Eksplorasi Lereng Muria: Kesempatan Emas bagi Pecinta Alam dan Kreator Konten untuk Petualangan Gratis!

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Kampung Literasi Alam PPR Banana Garden Kudus Gelar Workshop Integrated Farming dan Penguatan Mental Kemandirian Umat
  • Momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas Pertanian Kudus Kunjungi Kampung Literasi Alam PPPR BG Farm
  • Usia Tua, Karya Tetap Berkibar: Purnabakti Polri, PKPPI, dan Pepabri Siapkan Tadabur Alam Hari Tani Nasional 2026

Category

Recent News

CSJ Peduli Tebar Kebahagiaan Idul Adha, 190 Warga dan 55 Anak Yatim Rasakan Manfaat Qurban

CSJ Peduli Tebar Kebahagiaan Idul Adha, 190 Warga dan 55 Anak Yatim Rasakan Manfaat Qurban

May 29, 2026
Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi

May 28, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved