Jurnaljatengdiynews.com. SEMARANG — Di tengah padatnya arus kendaraan di Kota Semarang, ada satu bengkel sederhana yang justru semakin bersinar seiring waktu. Berlokasi di Jalan Panjaitan Karang Wulan Sari No. 58, bengkel radiator ini menjadi saksi perjalanan panjang keahlian, ketekunan, dan kepercayaan pelanggan lintas generasi.
Bengkel ini berakar dari tangan dingin Subur, sosok legendaris yang telah menekuni dunia servis radiator sejak tahun 1966. Pada masa itu, jumlah bengkel radiator di Semarang masih sangat terbatas—bahkan bisa dihitung dengan jari. Namun, dari kesederhanaan itulah lahir keahlian yang terus terasah, bahkan disebut-sebut mendapat pembinaan langsung dari teknisi era Belanda.
Kini, tongkat estafet keahlian itu dilanjutkan oleh putranya, Sofianto. Di tangan Sofianto, bengkel ini bukan hanya bertahan, tapi justru semakin berkembang dan dikenal luas.
“Alhamdulillah, sampai sekarang sudah ribuan bahkan puluhan ribu mobil yang kami tangani. Banyak yang datang karena rekomendasi dari pelanggan lama,” ujar Sofianto dengan penuh syukur.
Kepercayaan pelanggan bukan tanpa alasan. Dengan pengalaman puluhan tahun, Sofianto dikenal sebagai ahli radiator yang tidak hanya memperbaiki, tetapi juga merangkai ulang radiator dengan kualitas yang mampu bersaing dengan produk pabrikan. Bahkan, ia berani memberikan garansi hingga 1 tahun untuk setiap pekerjaan yang dilakukan.
Setiap harinya, bengkel ini tak pernah sepi. Mulai dari servis radiator mobil pribadi, kendaraan operasional, hingga genset, semua ditangani dengan telaten dan profesional. Di momen tertentu seperti arus mudik Lebaran, jumlah pelanggan bisa melonjak drastis.
Yang membuat bengkel ini istimewa bukan hanya soal teknis, tetapi juga nilai yang dijaga: kejujuran, ketelitian, dan pelayanan sepenuh hati. Filosofi lama yang diwariskan Subur masih dipegang teguh oleh Sofianto hingga kini.
“Rezeki itu bukan hanya dari banyaknya pelanggan, tapi dari kepercayaan yang terus dijaga,” tambahnya.
Kisah bengkel radiator ini menjadi bukti bahwa usaha kecil yang dijalani dengan kesabaran dan konsistensi bisa tumbuh menjadi besar dan bertahan lintas zaman. Dari era minim kendaraan hingga ledakan jumlah mobil saat ini, bengkel ini tetap berdiri kokoh—menjadi solusi bagi ribuan kendaraan yang ‘hampir tumbang’ di jalan.
Dari tangan ahli, mesin kembali hidup. Dari kepercayaan, rezeki terus mengalir.(Rochmad Taufiq untuk Indonesia)












