Wednesday, October 21, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Kajian pertanian ekosistem

Nabi dan Ekosistem Pertanian, Merajut Harmoni dengan Alam

Admin by Admin
March 29, 2025
in Kajian pertanian ekosistem, Opini, Pertanian
A A
0
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kajian ekosistem pertanian zaman nabi
Bakda subuh

Jurnajatengdiynews.vom- Kudus 29/03/25 -Di suatu masa, ketika umat Islam hijrah ke Madinah, mereka mendapati tanah yang subur, namun belum dikelola secara optimal. Penduduk asli Madinah, kaum Anshar, telah lama bercocok tanam, terutama dengan kebun kurma yang rindang. Namun, kaum Muhajirin yang datang dari Makkah, terbiasa dengan kehidupan dagang dan tidak memiliki pengalaman bertani.

Nabi Muhammad ﷺ melihat ini sebagai kesempatan untuk membangun sebuah ekosistem pertanian yang kuat. Beliau tidak hanya mengajarkan cara bercocok tanam, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan keberlanjutan.

Ia tidak sendiri. Nabi ﷺ menghubungkan antara Muhajirin dan Anshar dalam ikatan persaudaraan. Mereka saling membantu—kaum Anshar berbagi lahan dan pengetahuan, sementara kaum Muhajirin berkontribusi dengan tenaga dan semangat juang.

Di sekelilingnya, ekosistem pun mulai terbentuk. Kebun-kebun kurma semakin subur, sumur-sumur digali untuk pengairan, dan lahan-lahan yang sebelumnya tandus mulai ditanami gandum dan sayur-mayur. Nabi ﷺ juga mengajarkan pentingnya irigasi dan rotasi tanaman agar tanah tetap subur.

Berita Terkait

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan

Load More

Beliau mencontohkan dengan menanam sendiri pohon kurma, menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus menjadi teladan dalam bekerja. Bahkan, beliau bersabda:

“Jika terjadi kiamat sementara di tanganmu ada benih, maka tanamlah.”

Pesan ini menegaskan bahwa menanam dan membangun ekosistem bukan hanya untuk manfaat sesaat, tetapi untuk keberlanjutan generasi mendatang.

Ekosistem pertanian yang dibangun oleh Nabi ﷺ di Madinah bukan sekadar tentang bercocok tanam. Itu adalah sistem kehidupan—tempat di mana setiap individu memiliki peran, saling menghidupi, dan berbagi manfaat.

Seperti pohon pisang yang tidak pernah hidup sendiri, manusia pun harus saling mendukung dalam membangun peradaban. Dengan kerja sama, ketekunan, dan kebermanfaatan, kita bisa menciptakan ekosistem yang subur—baik di bumi maupun dalam kehidupan sosial.

Maka, mari menanam, berbagi, dan membangun, seperti yang dicontohkan Nabi ﷺ. Karena kebaikan yang kita tanam hari ini, akan menjadi pohon yang menaungi generasi mendatang.💪🏼💐🌳

Oleh: Rochmad Taufik

Previous Post

Yayasan Tumbuh Mulia Bahagia (YTMB) mengadakan kegiatan yang berjudul “Ceria” (Cerahnya Ramadhan, Indahnya Amal), yang berlangsung pada hari Jum’at 28 Maret 2025 di Asrama Yatim TMB, alamat Gamping, Sleman, Yogyakarta

Next Post

Selamat Jalan Sang Ulama, Kudus Kehilangan Sosok Panutan H.D. Sunaryo

RelatedPosts

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA
Pertanian

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

October 19, 2026
Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan
Berita

Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan

October 7, 2026
Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional
Berita

Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional

September 28, 2026
Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari Tani Nasional di Kudus
Berita

Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari Tani Nasional di Kudus

September 29, 2026
Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm
Berita

Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm

September 24, 2026
70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah
Pertanian

70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

September 22, 2026
Next Post
Selamat Jalan Sang Ulama, Kudus Kehilangan Sosok Panutan H.D. Sunaryo

Selamat Jalan Sang Ulama, Kudus Kehilangan Sosok Panutan H.D. Sunaryo

RECOMMENDED NEWS

CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

2 years ago
Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

6 months ago

2 years ago
Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Wabup Danang Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Wabup Danang Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • IPAMA Jawa Tengah Matangkan Program Rehabilitasi Mangrove, Dorong Ekonomi Karbon dan Perlindungan Pesisir
  • JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA
  • Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

Category

Recent News

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

October 19, 2026
Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

October 16, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved