Thursday, June 11, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Berita

Dialog Gong Jinagong di Lereng Gunung Sumbing, Dua Sahabat, Ekologi, dan Kebangkitan Benih Nusantara

Admin by Admin
June 11, 2026
in Berita, Pertanian
A A
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnaljatengdiynews.com. Bandongan, Magelang – 10 Juni 2026 Senja perlahan turun di lereng Gunung Sumbing. Angin pegunungan berembus lembut menyapu hamparan hijau yang membentang di kawasan Bandongan, Magelang. Di tempat yang teduh dan penuh ketenangan itu berlangsung sebuah perjumpaan sederhana namun sarat makna; sebuah Dialog Gong Jinagong, perbincangan hangat yang mempertemukan para sahabat yang dipersatukan oleh kepedulian terhadap ekologi, pertanian, dan masa depan pangan bangsa.

Pertemuan tersebut mempertemukan Rochmad Taufiq dengan Ustadz Noerjoso bersama istri Siti Nuraini, pasangan pegiat ekologi dan pangan dari Bandongan. Noerjoso dikenal sebagai pemilik Global Toserba sekaligus penggiat Majelis Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah Kabupaten Magelang yang selama ini aktif mendorong penguatan ekonomi dan kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal.

Lebih dari sekadar silaturahim, pertemuan ini menjadi ruang bertukar gagasan tentang bagaimana membangun masa depan yang lebih lestari melalui pertanian organik, pelestarian benih lokal, dan penguatan ekosistem pangan Nusantara.

Di tengah obrolan yang mengalir hangat, para sahabat sepakat bahwa tantangan terbesar pertanian hari ini bukan hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan melestarikan keragaman hayati yang diwariskan para leluhur.

Salah satu isu yang menjadi perhatian bersama adalah semakin langkanya berbagai benih pangan lokal yang dahulu menjadi penyangga ketahanan pangan masyarakat Indonesia. Jagung lokal, koro pedang, kacang gude, suweg, garut, ganyong, dan beragam tanaman pangan tradisional lainnya perlahan mulai tergeser oleh komoditas yang lebih populer secara pasar. Padahal tanaman-tanaman tersebut menyimpan kekayaan genetik, nilai budaya, sekaligus daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan Indonesia.

Berita Terkait

Ustadz Nuryoso Ajak Warga Isi Waktu Senggang dengan Bertani Bawang Merah di Botol Bekas

Lebih dari 90 Pecinta Organik Padati Skill Up KKJ, Rahasia “Dokter Tanaman” Jadi Sorotan

Load More

Sebagai simbol komitmen menjaga warisan pangan Nusantara, dalam kesempatan tersebut dilakukan pertukaran benih Koro Pedang dan Jagung Madura dengan bibit Lidah Buaya. Sebuah simbol sederhana yang mengandung pesan besar bahwa masa depan pangan bangsa tidak boleh tercerabut dari akar sejarah, budaya, dan kearifan lokalnya.

Diskusi kemudian berkembang pada konsep Integrated Farming, yaitu sistem pertanian yang memadukan berbagai unsur kehidupan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Pertanian dipandang bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga sarana membangun peradaban yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Noerjoso juga berbagi pengalaman mengembangkan bawang merah organik menggunakan galon bekas sebagai media tanam. Dengan memanfaatkan arang kayu, arang sekam, humus dari bawah rumpun bambu, serta pupuk kandang kambing yang telah difermentasi, beliau menunjukkan bahwa inovasi pertanian tidak selalu membutuhkan biaya besar. Sering kali solusi terbaik justru lahir dari kedekatan manusia dengan alam dan kemampuannya memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar.

Dalam pembahasan pemasaran, terbuka pula peluang sinergi yang cukup strategis. Jaringan usaha yang dimiliki beliau berpotensi menjadi mitra pemasaran produk-produk pertanian organik apabila mampu memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan yang dibutuhkan pasar.

Namun sesungguhnya, nilai terbesar dari pertemuan sore itu bukanlah peluang ekonomi yang terbuka, melainkan tumbuhnya kesadaran bersama bahwa ekologi dan ekonomi tidak boleh dipisahkan. Pertanian yang baik adalah pertanian yang menyejahterakan manusia sekaligus memuliakan alam.

Di lereng Gunung Sumbing yang teduh, dua keluarga sahabat berbincang tentang benih, tanah, air, dan masa depan. Sebuah dialog sederhana yang mengingatkan bahwa kebangkitan bangsa sering kali berawal dari percakapan-percakapan kecil yang penuh ketulusan dan kepedulian.

Karena sesungguhnya, menjaga benih lokal bukan hanya menjaga tanaman. Ia adalah upaya menjaga ingatan kolektif bangsa, menjaga kedaulatan pangan, menjaga keanekaragaman hayati, dan menjaga warisan yang kelak akan dititipkan kepada generasi mendatang.

Dari Gong Jinagong di lereng Sumbing, tumbuh harapan bahwa pertanian organik, kearifan lokal, semangat gotong royong, dan persahabatan antarsesama pejuang pangan akan menjadi fondasi lahirnya Indonesia yang lebih mandiri, lestari, dan sejahtera.

“Ketika manusia kembali bersahabat dengan alam, maka alam akan menghadiahkan kehidupan yang berkelanjutan. Ketika benih lokal dijaga, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan bangsa.” (Rochmad Taufiq)

Previous Post

Ustadz Nuryoso Ajak Warga Isi Waktu Senggang dengan Bertani Bawang Merah di Botol Bekas

RelatedPosts

Ustadz Nuryoso Ajak Warga Isi Waktu Senggang dengan Bertani Bawang Merah di Botol Bekas
Pertanian

Ustadz Nuryoso Ajak Warga Isi Waktu Senggang dengan Bertani Bawang Merah di Botol Bekas

June 9, 2026
Lebih dari 90 Pecinta Organik Padati Skill Up KKJ, Rahasia “Dokter Tanaman” Jadi Sorotan
Pertanian

Lebih dari 90 Pecinta Organik Padati Skill Up KKJ, Rahasia “Dokter Tanaman” Jadi Sorotan

June 9, 2026
Penuh Kebersamaan dan Semangat Pengabdian, Pemilihan Ketua PEPABRI Cabang Kudus Berlangsung Khidmat
Berita

Penuh Kebersamaan dan Semangat Pengabdian, Pemilihan Ketua PEPABRI Cabang Kudus Berlangsung Khidmat

June 6, 2026
Kampung Literasi Alam PPR Banana Garden Kudus Gelar Workshop Integrated Farming dan Penguatan Mental Kemandirian Umat
Berita

Kampung Literasi Alam PPR Banana Garden Kudus Gelar Workshop Integrated Farming dan Penguatan Mental Kemandirian Umat

June 5, 2026
Momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas Pertanian Kudus Kunjungi Kampung Literasi Alam PPPR BG Farm
Berita

Momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas Pertanian Kudus Kunjungi Kampung Literasi Alam PPPR BG Farm

June 5, 2026
Usia Tua, Karya Tetap Berkibar: Purnabakti Polri, PKPPI, dan Pepabri Siapkan Tadabur Alam Hari Tani Nasional 2026
Berita

Usia Tua, Karya Tetap Berkibar: Purnabakti Polri, PKPPI, dan Pepabri Siapkan Tadabur Alam Hari Tani Nasional 2026

June 3, 2026

RECOMMENDED NEWS

Hadiri Peringatan Hari Jadi Kalurahan Umbulharjo, Bupati Sleman Dorong Masyarakat Lestarikan Budaya

Hadiri Peringatan Hari Jadi Kalurahan Umbulharjo, Bupati Sleman Dorong Masyarakat Lestarikan Budaya

2 years ago
 Temu Tani Muhammadiyah Bangkitkan Kembali Kearifan Lokal di Bandongan, Magelang

 Temu Tani Muhammadiyah Bangkitkan Kembali Kearifan Lokal di Bandongan, Magelang

12 months ago
Lala Plays Games Resmi Dibuka

Lala Plays Games Resmi Dibuka

2 years ago
CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

1 year ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Dialog Gong Jinagong di Lereng Gunung Sumbing, Dua Sahabat, Ekologi, dan Kebangkitan Benih Nusantara
  • Ustadz Nuryoso Ajak Warga Isi Waktu Senggang dengan Bertani Bawang Merah di Botol Bekas
  • Lebih dari 90 Pecinta Organik Padati Skill Up KKJ, Rahasia “Dokter Tanaman” Jadi Sorotan

Category

Recent News

Ustadz Nuryoso Ajak Warga Isi Waktu Senggang dengan Bertani Bawang Merah di Botol Bekas

Ustadz Nuryoso Ajak Warga Isi Waktu Senggang dengan Bertani Bawang Merah di Botol Bekas

June 9, 2026
Lebih dari 90 Pecinta Organik Padati Skill Up KKJ, Rahasia “Dokter Tanaman” Jadi Sorotan

Lebih dari 90 Pecinta Organik Padati Skill Up KKJ, Rahasia “Dokter Tanaman” Jadi Sorotan

June 9, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved