Tuesday, July 28, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Pertanian

Musim Hujan Telah Tiba, Bertani Pisang Raja Prospek Sangat Menjanjikan

Admin by Admin
January 13, 2024
in Pertanian
A A
0
97
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnaljatengdiynews.com, Kudus- Prospek bertani pisang merupakan potensi besar yang belum dikelola secara profesional oleh para petani di Kudus dan di beberapa daerah di Indonesia, padahal bertani pisang memiliki nilai ekonomi yang lebih menjanjikan dibanding dengan komoditas tanaman semusim lainya, sebab menanam pisang satu kali bisa panen berkali kali dari tunas-tunas baru, artinya modal tanam satu kali bisa untung seterunya unlimited.

Tanah yang cukup subur di wilayah Kabupaten Kudus membuat komunitas petani pisang Kudus yang dipelopori oleh Murtono warga Gondang Manis, Kec Bae kabupaten Kudus.

Mereka memberikan contoh dan praktek lagsung agar para petani mau membudidayakan pisang sebagai salah satu komoditas unggulan dan memilki prospek cerah, sebab pasar buah pisang selalu diburu oleh setiap orang dari tanpa mengenal usia.

Jenis pisang yang paling dicari oleh setiap orang dan memiliki nilai jual tinggi di pasaran adalah pisang raja, pisang ambon, kepok pipit dan pisang susu, Murtono sendiri telah memulai menanam pohon pisang Raja dan pisang Pipit serta pisang cavendis di lahan pertanian seluas 20.000 M2 di daerah Purwosari Belakang Kantor kelurahan Purwosari Kudus.

Berita Terkait

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya

Load More

Berdasarkan pengakuan Murtono, mengawali usaha berkebun pisang baru sekitar 3 tahun. Ia mulai melirik dan akhirnya terjun dan menanam tanaman buah pisang ini setelah melihat prospek bertani pisang yang cukup menjanjikan.

Murtono sendiri tidak memiliki latar belakang di dunia pertanian namun dia memiliki kecintaan dalam bidang pertanian, sehingga karena suka akhirnya memiliki semangat untuk terjun di bidang pertanian, belajar dari teman dan juga melalui browsing di internet, tidak hanya sekedar teori tapi sekaligus praktek terjun bertani pisang.
Saat ini telah memiliki 2000 pohon pisang dengan tumpangsari buah buahan lainnya dan menanam berbagai jenis tanaman ploowijo dan tanaman sayuran lainnya.
Murtono sendiri memiliki opsesi dan cita-cita untuk budidaya pisang secara professional sudah cukup lama. Sebenarnya dia berprofesi sebagai seorang Dosen sekaligus Rektor di sebuah perguruan tinggi swasta di Kabupaten Pati. Dari pengalaman mengajar di sekolah dan di kampus selama 35 tahun dan berkeliling ke luar pulau dan ke berbagai negara, dia selalu memberikan bimbingan dan pelajaran kepada para siswa dan mahasiswanya tentang ekonomi dan pendidikan serta pertanian, dengan harapan ilmunya bisa dimanfaatkan bagi para siswa dan mahasiswanya untuk praktek langsung dilapangan.

Dari pengalamannya itulah bersama anaknya dan timnya giat memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada para petani disekitar nya untuk bertani yang produktif salah satunya adalah bertani pisang raja dan pisang kapok serta pisang cavendis.

’Kebetulan Purwosari memiliki lahan pertanian yang cukup luas, jadi memang pas kalau kemudian saya terinspirasi menjadi petani pisang,’’ jelasnya. Ia sendiri mulai menanam pisang di Purwosari ini 3 tahun lalu.

Awalnya dia melihat kondisi tanah di Purwosari. Setelah diamati, ternyata tanah itu cukup subur untuk ditanami pisang raja yang berpotensi untuk pasar ekspor. Dengan modal yang cukup, akhirnya bibit mulai didatangkan dan ditanam bibit bibit psang raja dan cavendis.

“Untuk merawat pisang, perlu teknik khusus. Misalnya, kontrol setiap hari, kebutuhan air harus cukup. Saat berbuah, buah pisang harus dijaga agar tidak dimakan oleh serangga atau terserang hama,” ungkapnya, Bahkan saya setiap pagi selalu melakukan kontrol rutin, satu persatu pohon pohon pisang saya cek, sambil mencabuti rumput, dan melihat pohon pohon yang terkena hama ulat ataupun lainnya, tambahnya.

Murtono sendiri saat ini mulai menganalisa dan menghitung, prospek bertani pisang ini cukup cerah, dari menjual bibitnya saja sudah untung atau balik modal, “setelah saya amati satu persatu, pisang baru usia 6 bulan saja sudah mulai tumbuh tunas baru, ada yang 4 ada yang 5 tunas, bahkan ada yang 10 tunas, kalau dibuat rata rata 5 tunas per pohon maka tahun depan dari 1000 pohon ini akan menjadi lebih dari 5 ribu pohon pisang” terangnya.

Dari hasil surve di pasar tradisional sekitar Kudus, harga pisang raja cukup fantastis, satu tandan dengan isi 12 sisir bisa laku di atas 130.000, tergantung type dan jumlah sisirnya.
“Marketnya tidak hanya di Kudus saja. Tapi di Semarang, Jogjakarta, Bandung sudah banyak yang meminta. Kalau lokal yang minat kebanyakan dari bakul bakul atau toko toko buah’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, usia panen pisang raja juga beraneka ragam. Bisa jadi, 10-11 bulan baru mulai berbuah. Dengan begitu, petani yang menanam pisang jenis Raja bisa menuai untung. “Saya kira di Kudus tanahnya cukup cocok untuk pisang jenis ini. Yang terpenting irigasi dan cara tanamnya yang pas,’’ pungkasnya.

Prospek pisang kepok
Sementara itu di tempat terpisah, kebutuhan pasar pisang kepok pipit juga sangat tinggi, dipelopori oleh Wenny Wulansari juragan buah asal Surabaya, berdagang buah terutama buah pisang menjadi salah satu peluang unggulan dan memiliki profit yang cukup menjanjikan. “Saya tadinya jualan buah buahan partai kecil melalui pemasaran online ke berbagai kota di Indonesia, termasuk buah pisang yang saya ambil dari petani pisang di Malang” terang Wenny, “kali ini baru mau mulai penjualan dalam partai besar, saya mendapatkan orderan dari luar pulau per minggu 22 ton pisang kepok”, tambah Wenny

Guna berbagi rezki dan menjalin mitra dengan para petani dan pengepul untuk mendapatkan stok buah pisang dalam jumlah besar Wenny bersama suaminya keliling ke Jawa tengah, “saya habis dari Ngawi pak, lalu saya lanjutkan ke Magelang, setelah dari Magelang ini saya akan muter ke pengepul pisang di Kebumen, dan selanjutnya akan berkunjung ke Kudus dan Demak” tambah Wenny.
Wenny sendiri mengaku tidak memiliki latar belakang secara formal di dunia marketing buah buahan namun dia memiliki kecintaan dan banyak mendapatkan ilmu dagang dari kedua orang tuanya.

Selanjutnya yang ingin berkonsultasi dan berdiskusi masalah pisang bisa menghubungi ke no Hp 081914020218.(Taufiq/Mad)

Tags: Agribisnis Pisang.Bertani PisangInovasi PertanianMurtonoPasar BuahPetani KudusPisang CavendisPisang RajaPotensi EkonomiWenny Wulansari
Previous Post

Membangun Sinergi Dalam Pelayanan Publik, Paralegal CSJ Peduli Kunjungi Kodim dan Polres Kota Magelang

Next Post

Budayawan berjiwa jurnalis, Sancaka Dwi Supani Ajak Wartawan Berani menghadapi Tantangan.

RelatedPosts

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian
Agama

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

July 15, 2026
Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya
Pendidikan

Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya

July 15, 2026
UNFARA FARM dan Gerakan Pasar Kangkung Organik, Menumbuhkan Petani Muda dengan Semangat Pasar Madinah
Berita

UNFARA FARM dan Gerakan Pasar Kangkung Organik, Menumbuhkan Petani Muda dengan Semangat Pasar Madinah

July 12, 2026
Mengapa Banyak Peternak Ayam Belum Berhasil? Jangan Hanya Menyalahkan Bibit, Perhatikan Kalsium dalam Pakan
Berita

Mengapa Banyak Peternak Ayam Belum Berhasil? Jangan Hanya Menyalahkan Bibit, Perhatikan Kalsium dalam Pakan

July 2, 2026
Workshop Petani Organik Pati Raya: Menumbuhkan Kemandirian Pangan dari Alam untuk Menyelamatkan Bumi
Berita

Workshop Petani Organik Pati Raya: Menumbuhkan Kemandirian Pangan dari Alam untuk Menyelamatkan Bumi

June 29, 2026
Panen Gembili hingga Jagung Madura, Gerakan Pangan Lokal Kian Menguat sebagai Solusi Ketahanan Pangan
Berita

Panen Gembili hingga Jagung Madura, Gerakan Pangan Lokal Kian Menguat sebagai Solusi Ketahanan Pangan

June 27, 2026
Next Post
Budayawan berjiwa jurnalis, Sancaka Dwi Supani Ajak Wartawan Berani menghadapi Tantangan.

Budayawan berjiwa jurnalis, Sancaka Dwi Supani Ajak Wartawan Berani menghadapi Tantangan.

RECOMMENDED NEWS

Ngopi Pagi di Gubug Sawah KUB An Nur Banana Garden, diskusi ketahanan pangan

Ngopi Pagi di Gubug Sawah KUB An Nur Banana Garden, diskusi ketahanan pangan

2 years ago
Aman dan Tertib, Polres Kudus Siap Amankan Pilkada 2024 dengan 7.519 Personel.

Aman dan Tertib, Polres Kudus Siap Amankan Pilkada 2024 dengan 7.519 Personel.

2 years ago

6 months ago
Pemkab Sleman Sambut Kepala Kejaksaan Negeri Baru

Pemkab Sleman Sambut Kepala Kejaksaan Negeri Baru

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Penyerahan SK PIMDA Jateng di kantor PIMNAS di jakarta dan KONSOLIDASI PKN PERKUAT STRUKTUR ORGANISASI di jateng
  • (no title)
  • Dari Dapur MBG ke Mushola Literasi, PPR BG Farm Jajaki Kolaborasi Strategis dengan 124 SPPG Kudus untuk Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Umat

Category

Recent News

July 21, 2026
Dari Dapur MBG ke Mushola Literasi, PPR BG Farm Jajaki Kolaborasi Strategis dengan 124 SPPG Kudus untuk Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Umat

Dari Dapur MBG ke Mushola Literasi, PPR BG Farm Jajaki Kolaborasi Strategis dengan 124 SPPG Kudus untuk Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Umat

July 20, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved