- Oleh: Rochmad Taufiq – Pondok Literasi Alam BG Farm
Jurnaljatengdiynews.com. Kudus. 2/07/26 Banyak peternak ayam mengeluhkan ayamnya tumbuh lambat, tubuhnya kurang kokoh, mudah mengalami gangguan pada kaki, bahkan produksi telurnya sedikit atau kualitas cangkangnya buruk. Tidak sedikit pula peternak yang akhirnya menganggap penyebab utamanya adalah *bibit yang jelek* atau *penyakit* .
Padahal, salah satu penyebab yang sering luput dari perhatian adalah komposisi pakan yang belum seimbang, terutama kekurangan mineral penting seperti *kalsium* .
Di lapangan, banyak peternak lebih fokus pada pemberian *jagung* , dedak, atau sumber energi lainnya. Padahal, pakan yang baik bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan *nutrisi lengkap* , termasuk protein, vitamin, dan mineral. Salah satu mineral yang sangat menentukan keberhasilan beternak ayam *adalah kalsium* .
Kalsium berfungsi membentuk tulang dan paruh yang kuat sehingga ayam mampu *tumbuh kokoh* . Pada ayam petelur, sekitar 95% cangkang telur tersusun dari *kalsium* . Apabila kebutuhan kalsium tidak tercukupi, ayam dapat menghasilkan telur bercangkang *tipis* , mudah pecah, bahkan produksi telurnya menurun.
Selain itu, kalsium juga berperan dalam kerja otot, fungsi saraf, pembekuan darah, serta membantu menjaga metabolisme tubuh. Kekurangan kalsium dapat ditandai dengan pertumbuhan lambat, kaki lemah atau bengkok, ayam *mudah pincang* , dan produktivitas telur yang rendah.
Namun demikian, perlu dipahami bahwa kalsium bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan beternak. Agar dapat diserap dengan baik, kalsium memerlukan dukungan *vitamin D3,* fosfor, magnesium, protein, serta mineral mikro seperti seng dan mangan. Faktor lain seperti kualitas bibit, kesehatan ayam, kebersihan kandang, manajemen pemeliharaan, dan ketersediaan air minum juga sangat memengaruhi hasil produksi.
Kabar baiknya, sumber kalsium cukup mudah diperoleh. Peternak dapat memanfaatkan *batu kapur* khusus pakan, tepung kulit *kerang* , tepung tulang, *tepung ikan* , maupun tepung cangkang telur yang telah dibersihkan dan disterilkan. Jika dicampurkan dalam formulasi pakan secara tepat dan seimbang, sumber-sumber tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan mineral ayam.
Sudah saatnya peternak mulai memperhatikan komposisi *nutrisi* , bukan hanya jumlah pakan. Dengan memahami kebutuhan kalsium dan nutrisi lainnya, diharapkan ayam dapat tumbuh lebih kuat, sehat, dan *produktif* sehingga usaha peternakan menjadi lebih menguntungkan.
Mari membangun peternakan yang berbasis ilmu pengetahuan. Karena keberhasilan beternak bukan hanya ditentukan oleh banyaknya pakan yang diberikan, tetapi oleh keseimbangan nutrisi yang dikonsumsi ayam setiap hari. Dengan memahami kebutuhan kalsium secara benar dan melengkapinya dengan nutrisi pendukung, peternak memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesehatan ternak, kualitas telur, dan produktivitas usaha secara berkelanjutan. *Salam santun dari pondok literasi alam*🙏💯












