Tuesday, May 12, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Opini

Menghidupkan Tanah, Menghidupkan Kemandirian Umat

Admin by Admin
May 12, 2026
in Opini
A A
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

*Ditulis oleh: Rochmad Taufiq BSM 37 — Pegiat Nabung Pisang BG Farm Kudus*

Jurnaljatengdiynews.com. Kudus. Di masa lalu, para petani hidup berdampingan dengan alam secara alami dan penuh keseimbangan. Tanah tetap subur meski tanpa pupuk kimia, tanaman tumbuh lebat walau minim penyiraman, dan ternak berkembang sehat tanpa ketergantungan pada pakan pabrikan. Semua berjalan dalam sebuah ekosistem yang rapi, saling mendukung, dan penuh keberkahan.

Daun kering jatuh menjadi humus. Kotoran ternak kembali menyuburkan tanah. Air hujan tersimpan oleh akar dan mulsa alami. Mikroba, cacing, serangga baik, dan tanaman hidup dalam hubungan simbiosis mutualisme yang luar biasa. Alam bekerja sebagaimana mestinya sesuai sunnatullah yang Allah ciptakan.

Namun hari ini, perlahan manusia mulai menjauh dari pola alami tersebut. Kehadiran pupuk kimia dan pakan instan memang memberi hasil cepat, tetapi di sisi lain melahirkan ketergantungan yang panjang. Ketika pupuk langka, petani bingung tujuh keliling. Ketika harga pakan naik atau stok habis, peternak mulai gelisah, khawatir, bahkan stres karena merasa tidak memiliki jalan keluar.

Berita Terkait

Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban

Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia

Load More

Ironisnya, manusia yang Allah sebut sebagai kuntum khoiro ummah — umat terbaik — justru terkadang terjebak dalam sistem yang melemahkan kemandirian mereka sendiri. Padahal Allah juga menugaskan manusia sebagai khalifah di bumi, yang memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam, bukan merusaknya.

Karena itu, sudah saatnya pertanian dikembalikan pada ruh dasarnya: menghidupkan tanah dan membangun kemandirian pangan umat.

Konsep pertanian alami bukan sekadar metode bercocok tanam, tetapi sebuah gerakan peradaban. Gerakan untuk mengurangi ketergantungan, menghidupkan kembali mikroba tanah, memanfaatkan limbah organik rumah tangga, menjaga kelembaban tanah dengan mulsa alami, hingga menghadirkan ekosistem yang sehat bagi tanaman dan ternak.

Air leri fermentasi misalnya, bukan sekadar limbah cucian beras. Ia mampu menjadi pemicu kehidupan mikroba tanah. Mulsa dari rumput kering dan daun-daunan mampu menjaga kelembaban dan mengurangi penguapan air hingga 70 persen. Sampah organik rumah tangga yang selama ini dibuang ternyata dapat menjadi sumber nutrisi alami yang luar biasa bila dikelola dengan benar.

Bahkan belatung yang sering dianggap menjijikkan, sesungguhnya dapat menjadi sumber protein murah dan mandiri bagi unggas dan ikan. Alam sebenarnya telah menyediakan solusi lengkap, tinggal bagaimana manusia mau belajar kembali membaca tanda-tanda kebesaran Allah di bumi ini.

Gerakan Nabung Pisang, pertanian alami, dan ketahanan pangan keluarga bukan hanya tentang hasil panen. Ini adalah ikhtiar membangun ketenangan hidup petani. Agar petani tidak mudah panik saat pupuk mahal. Agar peternak tidak takut ketika pakan langka. Agar masyarakat mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri dengan cara yang sehat, murah, dan berkelanjutan.

Kita membutuhkan lebih banyak kebun yang menghidupkan tanah, bukan mematikan tanah. Kita membutuhkan petani yang mandiri, bukan petani yang terus bergantung. Kita membutuhkan generasi yang kembali mencintai alam sebagai amanah, bukan sekadar alat produksi.

Karena sesungguhnya ketika tanah hidup, maka tanaman akan sehat. Ketika tanaman sehat, maka pangan menjadi berkah. Dan ketika pangan menjadi berkah, maka kehidupan umat pun akan semakin kuat.

🌿
“Menghidupkan tanah bukan hanya tentang bercocok tanam, tetapi tentang menghidupkan harapan, kemandirian, dan masa depan umat.” Salam santun BG farm Kudus .

Previous Post

Endang Murdiati, S.Pd, Perempuan Multi Talenta dari Gondangmanis yang Tetap Menginspirasi

RelatedPosts

Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode  Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban
Opini

Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban

May 9, 2026
Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia
Opini

Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia

May 8, 2026
Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita
Opini

Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita

May 1, 2026
SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN
Opini

SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN

April 16, 2026
PERTANIAN PRESISI, SOLUSI STRATEGIS MENUJU KEDAULATAN PANGAN NASIONAL
Opini

PERTANIAN PRESISI, SOLUSI STRATEGIS MENUJU KEDAULATAN PANGAN NASIONAL

April 16, 2026
Dari Hama Menjadi Berkah” — Revolusi Pakan Keong di Sawah Gulang & Payaman Kudus (Oleh: Rochmad Taufiq)
Opini

Dari Hama Menjadi Berkah” — Revolusi Pakan Keong di Sawah Gulang & Payaman Kudus (Oleh: Rochmad Taufiq)

March 1, 2026

RECOMMENDED NEWS

Anak-anak yatim dan dhuafa berkumpul menerima paket sembako

Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci: Inisiatif Sosial BNI 46 Wonosobo dan Dompet Dhuafa CSJ Jateng

2 years ago
Pemkab Kudus Tanggap Cepat Atasi Sampah di Bale Jagong, Kolaborasi Lintas Ormas Jadi Kunci

Pemkab Kudus Tanggap Cepat Atasi Sampah di Bale Jagong, Kolaborasi Lintas Ormas Jadi Kunci

1 year ago
Ustadz Tejo, Pegiat Pertanian yang Menginspirasi Generasi Muda

Ustadz Tejo, Pegiat Pertanian yang Menginspirasi Generasi Muda

1 year ago
Lakukan Koordinasi dengan BPPW DIY, Bupati Sleman Pastikan PSS Sleman Kembali Berlaga di Stadion Maguwoharjo

Lakukan Koordinasi dengan BPPW DIY, Bupati Sleman Pastikan PSS Sleman Kembali Berlaga di Stadion Maguwoharjo

1 year ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Menghidupkan Tanah, Menghidupkan Kemandirian Umat
  • Endang Murdiati, S.Pd, Perempuan Multi Talenta dari Gondangmanis yang Tetap Menginspirasi
  • Menguatkan Umat melalui Gerakan Nabung Pisang dan Bawang Organik

Category

Recent News

Di Tengah Kesibukan, Dr. Carto Tebar Disiplin Lewat Edukasi Upacara di Sekolah

Di Tengah Kesibukan, Dr. Carto Tebar Disiplin Lewat Edukasi Upacara di Sekolah

May 5, 2026

May 5, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved