Jurnaljatengdiynews.com. Kudus. Di sebuah sudut desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, tumbuh sosok perempuan tangguh dan penuh dedikasi dalam dunia pendidikan, seni, dan sosial kemasyarakatan. Dialah Endang Murdiati, S.Pd, seorang perempuan multi talenta yang hingga kini tetap aktif berkarya dan mengabdi meski telah purna tugas sebagai kepala sekolah sekaligus pembina para guru di Kecamatan Bae.
Bagi banyak orang, nama Endang Murdiati bukanlah sosok asing. Semasa aktif di dunia pendidikan, beliau dikenal sebagai guru yang disiplin, tegas, namun penuh kasih sayang kepada siswa dan rekan sejawat. Pengabdiannya dalam mencerdaskan generasi muda telah meninggalkan jejak kebaikan yang hingga kini masih dikenang banyak murid dan masyarakat.
Namun kiprah beliau tidak berhenti di dunia pendidikan saja. Perempuan asal lereng Muria ini juga dikenal piawai dalam seni tari tradisional. Gerakan tari yang lemah gemulai dan penuh penghayatan menjadikan beliau kerap dipercaya menjadi koordinator seni tari dalam berbagai kegiatan budaya dan pendidikan.
Tak hanya itu, kemampuan beliau dalam merangkai kata juga menjadi daya tarik tersendiri. Geguritan, puisi, dan cerita-cerita bernuansa budaya Jawa kerap lahir dari tangan beliau. Bahkan dalam beberapa karya geguritannya, Endang Murdiati memadukan bahasa Jawa halus, bahasa kawi, dan ungkapan sastra yang sarat makna kehidupan.
Keahlian lainnya yang tak kalah menarik adalah kiprah beliau dalam dunia kepramukaan. Di masanya, beliau dikenal sebagai sosok pembina Pramuka yang aktif, kreatif, dan penuh semangat mendidik karakter generasi muda melalui kegiatan kedisiplinan dan kebersamaan.
Meski telah memasuki masa purna tugas, semangat belajar Endang Murdiati tidak pernah surut. Beliau justru terus mengembangkan diri dengan mempelajari berbagai bahasa antarbangsa seperti bahasa Inggris, Jepang, dan beberapa bahasa lainnya. Baginya, belajar adalah proses sepanjang hayat yang tidak mengenal usia.
Keaktifan beliau juga masih terlihat dalam berbagai komunitas sosial dan ekonomi masyarakat. Saat ini beliau aktif memimpin dan membersamai sejumlah komunitas, di antaranya komunitas BCM serta berbagai komunitas UMKM lainnya. Kehadiran beliau sering menjadi penyemangat bagi para pelaku usaha kecil agar tetap optimis, kreatif, dan saling mendukung.
Yang membuat banyak orang kagum, di balik kepiawaian menari, bernyanyi, membuat geguritan, hingga kemampuan memimpin organisasi, Endang Murdiati tetap tampil sederhana, ramah, dan senang berbagi manfaat kepada sesama.
Sosok beliau menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk terus berkarya, belajar, dan menginspirasi banyak orang. Dari Gondangmanis, semangat pengabdian dan kreativitas itu terus menyala, menghadirkan teladan bahwa perempuan mampu menjadi cahaya bagi pendidikan, budaya, dan masyarakat.
(Rochmad Taufiq — untuk Kudus)












