Jurnaljatengdiynews.com. Kudus — Semangat mengisi kemerdekaan kembali bergema dalam suasana khidmat di Taman Makam Pahlawan Setyo Pertiwi Kaliputu, Minggu (19/4/2026). Dalam rangka Peringatan HUT DHC BPK 45 sekaligus Halal Bihalal, sosok inspiratif Dr. Carto Nuryanto tampil sebagai pimpinan rombongan ziarah, membawa pesan kuat tentang perjuangan, pengabdian, dan keteladanan.
Perjalanan hidup Dr. Carto Nuryanto menjadi cerminan bahwa pengabdian tidak mengenal batas. Berawal dari aktivitas sederhana, beliau terus menapaki jalan perjuangan hingga dipercaya memimpin rombongan ziarah. Dengan penuh wibawa dan semangat juang, beliau memimpin prosesi penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan bangsa.
Acara yang dihadiri berbagai elemen masyarakat—mulai dari veteran, purnawirawan TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga generasi muda—berlangsung dengan penuh khidmat. Dalam susunan petugas upacara, Arief Syafii bertugas sebagai Perwira Ziarah, sementara posisi Komandan Upacara diemban oleh Bapak Anton, bersama tim pelaksana lain yang bekerja dengan penuh dedikasi.
Dalam suasana pagi yang sejuk, lantunan doa yang dipimpin H. Khomarudin mengiringi prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan. Momen ini menjadi pengingat mendalam bahwa kemerdekaan yang dirasakan hari ini merupakan hasil perjuangan panjang yang harus terus dijaga dan diisi dengan karya nyata.
Usai prosesi di TMP, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan upacara dan tabur bunga di Makam Sosro Kartono. Secara khusus, penghormatan juga diberikan kepada Kolonel Infanteri (Purn.) H. Soedarsono sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
Dalam kepemimpinannya, Dr. Carto Nuryanto menegaskan bahwa mengisi kemerdekaan bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata—dimulai dari hal kecil, dari lingkungan terdekat, hingga kontribusi luas bagi masyarakat. Semangat tersebut tercermin dari perjalanan hidupnya yang sederhana namun penuh makna.
Kehadiran peserta dari berbagai organisasi seperti PPAD, LVRI, PWRI, PP Polri, hingga KBPP Polri semakin menegaskan bahwa semangat kebangsaan adalah milik bersama—lintas generasi dan profesi.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi dan inspirasi. Bahwa siapa pun, dari latar belakang apa pun, memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi bangsa. Seperti yang ditunjukkan Dr. Carto Nuryanto—sebuah perjalanan pengabdian yang mengajarkan arti ketulusan, perjuangan, dan cinta tanah air.
“Kemerdekaan harus diisi dengan semangat juang—bukan hanya dikenang, tetapi dilanjutkan.”(Rochmad Taufiq-untuk Indonesia)












