Saturday, May 9, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Pertanian

Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

Admin by Admin
April 21, 2026
in Pertanian
A A
0
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnaljatengdiynews.com. Kudus — Senin, 20 April 2026. Siang itu, Kebun Gedang terasa begitu teduh dan damai. Angin berembus pelan, seolah ikut larut dalam obrolan hangat yang mengalir dari cangkir kopi menuju ruang-ruang pemikiran. Aroma khas kopi Temanggung berpadu dengan pecel dan gado-gado yang dibawa oleh Doktor Carto seorang dosen hukum syariah UIN yang cinta pertanian, menghadirkan suasana sederhana yang justru melahirkan diskusi penuh makna.

Di sela-sela kesibukannya menjaga kios dan menyiapkan kopi, Mas Dayat sesekali ikut menyimak. Bahkan, di tengah perbincangan yang mulai serius, ia menyela dengan gaya santainya, “Wah… kalau kebun kita bisa kita buat seindah surga… kayak gini… asyik, dunk…” ucapnya sambil tersenyum. Ucapan sederhana itu justru menghidupkan suasana—membumi, namun sarat makna.

Percakapan yang awalnya ringan perlahan mengarah pada tema mendasar, asal-usul pelanggaran manusia pertama. Doktor Carto menjelaskan bahwa kisah Nabi Adam dan Hawa bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan cermin perjalanan manusia sepanjang zaman.

“Ketika Adam dan Hawa tergoda oleh rayuan iblis untuk melanggar larangan Allah, itu bukan hanya soal buah. Itu tentang ketaatan—atau ketidaktaatan—pada aturan dari langit,” ungkapnya.

Ia menambahkan, akibat dari pelanggaran tersebut, keduanya diturunkan dari jannah—sebuah kebun penuh kenikmatan—ke bumi. “Di situlah awal manusia belajar tentang hukum, tanggung jawab, dan konsekuensi dari setiap pilihan,” lanjutnya.

Berita Terkait

Panen Berkah Pisang Kepok Tanjung, Menguatkan Keluarga dan Ketahanan Pangan

Inovasi Peternakan di Magelang: Ustadz Nuryoso Sukses Kembangkan Kualitas Kambing Lokal

Load More

Obrolan kemudian bergeser ke masa sebelum diutusnya Nabi Muhammad ﷺ di Mekkah—zaman yang dikenal sebagai jahiliyah. Menurut Doktor Carto, masa itu ditandai dengan diabaikannya hukum-hukum ilahi, meskipun sebelumnya telah hadir Taurat, Zabur, Injil, dan suhuf.

“Ketika aturan langit ditinggalkan, manusia cenderung membuat hukum sendiri yang sarat kepentingan. Dari situlah lahir ketidakadilan dan kesewenang-wenangan,” jelasnya. Ia juga menyinggung pola kekuasaan yang lebih mengedepankan dominasi daripada kebenaran, sebagaimana dicontohkan oleh tokoh seperti Abu Jahal.

Mas Heri kemudian mengaitkan dengan kondisi masa kini. Ia melihat adanya gejala yang patut direnungkan sebagai “jahiliyah modern”.

“Kalau kita lihat fakta di sekitar, banyak aturan yang mulai menjauh dari nilai moral dan ketuhanan. Ini perlu jadi bahan renungan bersama,” ujarnya.

Namun diskusi itu tidak berujung pada pesimisme. Justru menjelang waktu asar, suasana semakin reflektif dan penuh harapan.

Doktor Carto menegaskan bahwa sejatinya tujuan hidup manusia bukan hanya menghindari kesalahan, tetapi membangun “jannah” di dunia—kehidupan yang hasanah. Sebagaimana digambarkan Allah dalam Al-Qur’an, khususnya dalam Surah Muhammad ayat 15, surga itu adalah taman indah yang di dalamnya mengalir sungai-sungai air jernih, susu yang tidak berubah rasa, khamar yang tidak memabukkan, serta madu yang murni. Di sana terdapat berbagai buah-buahan dan ampunan dari Allah bagi orang-orang bertakwa.

“Itulah gambaran dunia hasanah yang harus kita bangun sejak sekarang. Bukan hanya menunggu di akhirat, tapi kita wujudkan di dunia—lingkungan yang baik, kehidupan yang adil, dan keberkahan yang nyata,” jelasnya.

Mas Heri menambahkan dengan penuh keyakinan, “Artinya perjuangan itu nyata. Kita mulai dari yang kecil, dari yang ada di depan kita.”

Mas Dayat yang sejak tadi sibuk, kembali menimpali sambil menuangkan kopi, “Berarti mulai dari kebun ini ya… biar benar-benar terasa ‘surga’-nya…” candanya ringan, namun mengena.

Di Kebun Gedang yang sederhana itu, obrolan siang berubah menjadi ruang tafakur. Dari kisah awal manusia, potret zaman jahiliyah, hingga refleksi kondisi hari ini—semuanya bermuara pada satu kesadaran: bahwa sejarah bukan sekadar untuk dikenang, tetapi untuk dijadikan arah dalam melangkah.

Dan dari kebun kecil itulah, tumbuh harapan besar—mewujudkan doa yang setiap hari dipanjatkan:

“Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.”

Sebuah doa yang tidak hanya dilafalkan, tetapi diperjuangkan—dimulai dari langkah sederhana… dari Kebun Gedang ini. (Taufiq untuk Kudus)

Previous Post

Semangat Juang Tak Pernah Padam: Dr. Carto Nuryanto Pimpin Ziarah di TMP

Next Post

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

RelatedPosts

Panen Berkah Pisang Kepok Tanjung, Menguatkan Keluarga dan Ketahanan Pangan
Pertanian

Panen Berkah Pisang Kepok Tanjung, Menguatkan Keluarga dan Ketahanan Pangan

May 6, 2026
Inovasi Peternakan di Magelang: Ustadz Nuryoso Sukses Kembangkan Kualitas Kambing Lokal
Pertanian

Inovasi Peternakan di Magelang: Ustadz Nuryoso Sukses Kembangkan Kualitas Kambing Lokal

May 4, 2026
Upaya Panjang Berbuah Manis, PCM Muhammadiyah Bandongan Sukses Tingkatkan Kualitas Ternak Kambing
Berita

Upaya Panjang Berbuah Manis, PCM Muhammadiyah Bandongan Sukses Tingkatkan Kualitas Ternak Kambing

May 1, 2026
Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita
Opini

Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita

May 1, 2026
Ngopi Bareng & Sarasehan Petani Pati Raya: Menguatkan Skill, Menata Wadah Rezeki
Berita

Ngopi Bareng & Sarasehan Petani Pati Raya: Menguatkan Skill, Menata Wadah Rezeki

April 29, 2026
Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang
Berita

Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

April 26, 2026
Next Post
Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

RECOMMENDED NEWS

Anak-anak yatim dan dhuafa berkumpul menerima paket sembako

Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci: Inisiatif Sosial BNI 46 Wonosobo dan Dompet Dhuafa CSJ Jateng

2 years ago
Pemkab Kudus Tanggap Cepat Atasi Sampah di Bale Jagong, Kolaborasi Lintas Ormas Jadi Kunci

Pemkab Kudus Tanggap Cepat Atasi Sampah di Bale Jagong, Kolaborasi Lintas Ormas Jadi Kunci

1 year ago
Ustadz Tejo, Pegiat Pertanian yang Menginspirasi Generasi Muda

Ustadz Tejo, Pegiat Pertanian yang Menginspirasi Generasi Muda

1 year ago
Lakukan Koordinasi dengan BPPW DIY, Bupati Sleman Pastikan PSS Sleman Kembali Berlaga di Stadion Maguwoharjo

Lakukan Koordinasi dengan BPPW DIY, Bupati Sleman Pastikan PSS Sleman Kembali Berlaga di Stadion Maguwoharjo

1 year ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban
  • Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia
  • Panen Berkah Pisang Kepok Tanjung, Menguatkan Keluarga dan Ketahanan Pangan

Category

Recent News

Di Tengah Kesibukan, Dr. Carto Tebar Disiplin Lewat Edukasi Upacara di Sekolah

Di Tengah Kesibukan, Dr. Carto Tebar Disiplin Lewat Edukasi Upacara di Sekolah

May 5, 2026

May 5, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved