Saturday, June 6, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Opini

SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN

Admin by Admin
April 16, 2026
in Opini
A A
0
34
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sudjatmoko – Mahasiswa Magister Agronomi UGJ Cirebon

Jurnaljatengdiynews com. Indonesia sedang berada di persimpangan jalan dalam urusan pangan. Di satu sisi, kita memiliki sumber daya alam yang melimpah dan sejarah panjang sebagai bangsa agraris. Namun di sisi lain, data justru menunjukkan sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan. Produksi padi nasional tahun 2024 tercatat sekitar 52,66 juta ton GKG, turun lebih dari 2% dibanding tahun sebelumnya. Luas panen pun menyusut, sementara alih fungsi lahan terus terjadi tanpa kendali yang benar-benar kuat.

Ironisnya, di saat produksi menurun, kebutuhan pangan justru terus meningkat. Jumlah penduduk bertambah, pola konsumsi berubah, dan tekanan global terhadap rantai pasok pangan semakin nyata. Dunia bahkan memperkirakan kebutuhan pangan akan naik hingga 70% pada tahun 2050. Pertanyaannya sederhana: apakah Indonesia siap?

Jika kita masih bertahan pada pola pertanian konvensional, jawabannya cenderung mengkhawatirkan.

Selama ini, banyak praktik pertanian kita masih bergantung pada cara-cara tradisional: pemupukan berdasarkan kebiasaan, irigasi tanpa perhitungan presisi, serta pengendalian hama yang sering berlebihan. Akibatnya, biaya produksi tinggi, hasil tidak optimal, dan lingkungan semakin tertekan. Ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi persoalan masa depan bangsa.

Berita Terkait

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi

PELOPOR ORGANIK DARI CIAMIS IKUT “DIKARANTINA” DI BBPP LEMBANG, SIAP CETAK GENERASI PERTANIAN MASA DEPAN

Load More

Di sinilah smart farming hadir bukan sebagai tren, melainkan sebagai kebutuhan mendesak.

Smart farming memungkinkan petani bekerja dengan data, bukan sekadar intuisi. Sensor tanah dapat membaca kebutuhan air dan nutrisi secara akurat. Drone mampu memetakan kondisi lahan secara cepat. Sistem berbasis Internet of Things (IoT) membantu petani mengontrol lahan tanpa harus selalu berada di lokasi. Hasilnya? Produksi lebih efisien, biaya lebih terkendali, dan risiko kerugian dapat ditekan.

Beberapa penerapan di Indonesia bahkan menunjukkan peningkatan produktivitas sekaligus efisiensi penggunaan pupuk dan air. Ini berarti satu hal: teknologi bukan ancaman bagi petani, tetapi justru penyelamat.

Namun, persoalannya tidak sesederhana itu. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa adopsi teknologi masih terbatas. Banyak petani yang belum tersentuh pelatihan digital. Infrastruktur di desa masih belum merata. Akses terhadap pembiayaan teknologi juga menjadi kendala klasik yang belum terselesaikan.

Jika kondisi ini dibiarkan, maka kesenjangan antara potensi dan kenyataan akan semakin lebar.

Negara tidak boleh setengah hati. Kebijakan pangan harus bergerak lebih progresif, tidak hanya fokus pada produksi jangka pendek, tetapi juga transformasi sistem pertanian secara menyeluruh. Perguruan tinggi harus turun langsung, tidak berhenti pada penelitian di atas kertas. Sektor swasta perlu didorong untuk hadir sebagai mitra, bukan sekadar pencari keuntungan.

Yang tidak kalah penting, generasi muda harus masuk ke sektor pertanian dengan paradigma baru. Pertanian bukan lagi pekerjaan yang identik dengan lumpur dan keterbatasan, tetapi sektor strategis berbasis teknologi yang menjanjikan masa depan.

Kita harus jujur pada satu hal: kedaulatan pangan tidak akan tercapai tanpa keberanian untuk berubah.

Pilihan kita hari ini sangat jelas—bertransformasi dengan smart farming atau tertinggal oleh zaman. Jika Indonesia ingin benar-benar berdaulat dalam pangan, maka tidak ada jalan lain selain mempercepat adopsi teknologi, memperkuat kolaborasi, dan memastikan pertanian menjadi sektor yang modern, ramah lingkungan, serta berkelanjutan.

Karena pada akhirnya, pangan bukan sekadar soal makan hari ini, tetapi soal keberlangsungan bangsa di masa depan.

Previous Post

PERTANIAN PRESISI, SOLUSI STRATEGIS MENUJU KEDAULATAN PANGAN NASIONAL

Next Post

Dari Langkah Pagi Menuju Ridho Ilahi, Inspirasi Doktor Carto Tebar Senyum dan Silaturahim

RelatedPosts

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi
Opini

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi

May 28, 2026
PELOPOR ORGANIK DARI CIAMIS IKUT “DIKARANTINA” DI BBPP LEMBANG, SIAP CETAK GENERASI PERTANIAN MASA DEPAN
Berita

PELOPOR ORGANIK DARI CIAMIS IKUT “DIKARANTINA” DI BBPP LEMBANG, SIAP CETAK GENERASI PERTANIAN MASA DEPAN

May 20, 2026
Menghidupkan Tanah, Menghidupkan Kemandirian Umat
Opini

Menghidupkan Tanah, Menghidupkan Kemandirian Umat

May 12, 2026
Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode  Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban
Opini

Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban

May 9, 2026
Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia
Opini

Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia

May 8, 2026
Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita
Opini

Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita

May 1, 2026
Next Post
Dari Langkah Pagi Menuju Ridho Ilahi, Inspirasi Doktor Carto Tebar Senyum dan Silaturahim

Dari Langkah Pagi Menuju Ridho Ilahi, Inspirasi Doktor Carto Tebar Senyum dan Silaturahim

RECOMMENDED NEWS

Komunitas Pecinta Bonsai Baturaden Bersiap Untuk Musjab dan Pemilihan Ketua Baru

Komunitas Pecinta Bonsai Baturaden Bersiap Untuk Musjab dan Pemilihan Ketua Baru

2 years ago
Gerakan Nabung Pisang, Ayam, Domba, dan Waluh: PCM Salam Gencarkan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Gerakan Nabung Pisang, Ayam, Domba, dan Waluh: PCM Salam Gencarkan Pemberdayaan Ekonomi Umat

12 months ago
Bupati Sleman memberikan apresiasi kepada kader IMP

Bupati Sleman Apresiasi Peran Kader IMP dalam Menekan Angka Stunting, Ajak Semua Pihak Tingkatkan Ketahanan Keluarga

2 years ago
Eksplorasi Lereng Muria: Kesempatan Emas bagi Pecinta Alam dan Kreator Konten untuk Petualangan Gratis!

Eksplorasi Lereng Muria: Kesempatan Emas bagi Pecinta Alam dan Kreator Konten untuk Petualangan Gratis!

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Kampung Literasi Alam PPR Banana Garden Kudus Gelar Workshop Integrated Farming dan Penguatan Mental Kemandirian Umat
  • Momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dinas Pertanian Kudus Kunjungi Kampung Literasi Alam PPPR BG Farm
  • Usia Tua, Karya Tetap Berkibar: Purnabakti Polri, PKPPI, dan Pepabri Siapkan Tadabur Alam Hari Tani Nasional 2026

Category

Recent News

CSJ Peduli Tebar Kebahagiaan Idul Adha, 190 Warga dan 55 Anak Yatim Rasakan Manfaat Qurban

CSJ Peduli Tebar Kebahagiaan Idul Adha, 190 Warga dan 55 Anak Yatim Rasakan Manfaat Qurban

May 29, 2026
Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi

Suweg: Jembatan Antara Ketahanan Pangan dan Konservasi

May 28, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved