Wednesday, April 29, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Pertanian

Wawasan Ketahanan pangan nasional Mengapa Harus Waluh Kuning, Kolam Ikan, Azolla, Ayam Kampung, Domba, dan Itik? Mengapa Harus Pertanian Terpadu?

Admin by Admin
April 27, 2025
in Pertanian
A A
0
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jurnaljqtenhdiynews.com.- Kudus 27/04/25 Di tengah tantangan pangan global dan ketergantungan yang tinggi terhadap input pertanian kimiawi, pertanian Indonesia butuh perubahan besar. Bukan sekadar perubahan kecil dalam metode tanam, tetapi perubahan total dalam paradigma. Kita butuh pertanian yang saling menguatkan antar unsur hidup — tanaman, hewan, air, dan tanah — dalam satu ekosistem terpadu.

Kenapa kita memilih waluh kuning?
Karena waluh kuning adalah tanaman yang tahan banting, mudah dibudidayakan, cepat panen, bernilai jual tinggi, dan lebih penting lagi, bisa menjadi sumber pakan alami bagi ternak kita. Waluh kuning adalah simbol tanaman rakyat yang ramah cuaca ekstrem.

Kenapa kita membangun kolam ikan gurami dan nila?
Bukan hanya karena ikannya bernilai ekonomis, tetapi juga karena limbah air kolam yang kaya nutrisi bisa langsung dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman. Tidak ada limbah yang terbuang sia-sia, semua kembali memperkuat siklus produksi.

Kenapa kita menanam azolla di kolam?
Azolla adalah tanaman air ajaib. Ia menyerap nitrogen langsung dari udara dan menjadi pakan alami berkualitas untuk ikan, itik, dan domba. Dengan azolla, kita mengurangi biaya pakan dan meningkatkan produktivitas tanpa mengandalkan pupuk kimia.

Berita Terkait

Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

 DARI KEBUN KE PANGGUNG NASIONAL: LOMBA BUAH UNGGUL 2026 JADI HARAPAN BARU PETANI INDONESIA

Load More

Kenapa kita memelihara ayam kampung dan domba?
Diversifikasi adalah kunci bertahan dalam dunia pertanian. Ayam kampung dan domba bukan hanya menambah sumber pendapatan, tetapi juga menghasilkan pupuk kandang organik yang menghidupkan tanah, bukan mematikannya seperti pupuk sintetis.

Kenapa kedalaman kolam lebih dari 3 meter?
Karena kolam yang cukup dalam mampu menjaga suhu air tetap stabil sepanjang musim, melindungi ikan dari fluktuasi suhu ekstrem yang bisa memicu kematian massal. Ini adalah bagian dari manajemen risiko pertanian yang cerdas.

Kenapa ternak itik di atas kolam?
Itik menghasilkan kotoran kaya nutrisi langsung ke kolam, yang memperkaya air untuk mendukung pertumbuhan plankton dan azolla, sekaligus memberi pakan tambahan alami untuk ikan. Ini ekosistem yang saling memberi kehidupan, bukan saling menguras.

Kenapa harus menabung ayam 10 betina dan 1 pejantan?
Agar petani mandiri dalam produksi bibit unggul, tidak terus-menerus tergantung pada pihak luar. Dengan populasi yang seimbang, kita bisa menghasilkan ayam generasi berikutnya dengan kualitas terjaga.

Kenapa memulai beternak domba satu ekor dulu, walau modal besar tersedia?
Karena beternak bukan hanya soal modal, tetapi soal pengalaman, manajemen, dan pemahaman ritme kehidupan ternak. Satu ekor menjadi guru hidup sebelum ratusan ekor ditangan.

Ini Bukan Sekadar Konsep, Ini Adalah Masa Depan.

Selama petani masih bergantung pada pupuk kimia, benih mahal, dan sistem lama yang boros dan rentan, selama itu pula petani Indonesia akan terus tertinggal. Selama itu pula petani tidak menjadi simbol kejayaan bangsa.

Namun jika kita berani membalik paradigma ini, menerapkan Pertanian Terpadu Berkelanjutan, maka:

* Harapan baru akan lahir.
* Generasi muda akan bangga kembali bertani.
* Petani kaya, desa bangkit, negara berjaya.

* Ketahanan pangan nasional bukan lagi impian kosong.
* Ia akan menjadi kenyataan nyata di tanah air kita.

Saatnya bersinergi.
Saatnya berkolaborasi.
Saatnya desa bangkit.
Saatnya kita semua meyakini: Petani Kaya = Negara Jaya.

Kudus
Oleh : Rochmad Taufik

Previous Post

Cahaya Paseduluran, Jejak Tak Terhapus Para Aktivis 93, (Takziah Mas Zain, suami Munatun)

Next Post

Dakwah ketahanan pangan INSPIRATIF Ayo Bangun Ekonomi Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Lebih, Allah Beri Rezeki Lebih”

RelatedPosts

Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia
Pertanian

Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

April 21, 2026
 DARI KEBUN KE PANGGUNG NASIONAL: LOMBA BUAH UNGGUL 2026 JADI HARAPAN BARU PETANI INDONESIA
Ekonomi

 DARI KEBUN KE PANGGUNG NASIONAL: LOMBA BUAH UNGGUL 2026 JADI HARAPAN BARU PETANI INDONESIA

April 9, 2026
INSPIRATIF, BG Farm Hadir Menguatkan Kedaulatan Pangan di Ajang Halal Bihalal KKJ Jawa Tengah
Ekonomi

INSPIRATIF, BG Farm Hadir Menguatkan Kedaulatan Pangan di Ajang Halal Bihalal KKJ Jawa Tengah

March 24, 2026
Lahan Nganggur Bisa Jadi Tambang Uang! Permintaan 40 Ton Melon & 5 Ton Daun Singkong Siap Diserap Pasar
Berita

Lahan Nganggur Bisa Jadi Tambang Uang! Permintaan 40 Ton Melon & 5 Ton Daun Singkong Siap Diserap Pasar

February 24, 2026
Puluhan Pegiat Pertanian Organik Muria Raya Gelar Bukber & Diskusi Kolaborasi di Kali Wungu Kudus
Pertanian

Puluhan Pegiat Pertanian Organik Muria Raya Gelar Bukber & Diskusi Kolaborasi di Kali Wungu Kudus

February 22, 2026
Progress Awal Tahun Kolaborasi Bersama Warga untuk Masa Depan Lebih Cerah
Berita

Progress Awal Tahun Kolaborasi Bersama Warga untuk Masa Depan Lebih Cerah

February 11, 2026
Next Post
Dakwah ketahanan pangan INSPIRATIF  Ayo Bangun Ekonomi Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Lebih, Allah Beri Rezeki Lebih”

Dakwah ketahanan pangan INSPIRATIF Ayo Bangun Ekonomi Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Lebih, Allah Beri Rezeki Lebih"

RECOMMENDED NEWS

Pembukaan Tahfidz di CSJ Disambut Antusiasme Lingkungan Sekitar desa Salam

Pembukaan Tahfidz di CSJ Disambut Antusiasme Lingkungan Sekitar desa Salam

2 years ago
Menanamkan Nilai Moral dan Jati Diri Bangsa kepada Anak Negeri

Menanamkan Nilai Moral dan Jati Diri Bangsa kepada Anak Negeri

1 year ago
Sosialisasi Pengumpulan Dana dan Barang di Banjarnegara: Memperkuat Fondasi Kesejahteraan Sosial

Sosialisasi Pengumpulan Dana dan Barang di Banjarnegara: Memperkuat Fondasi Kesejahteraan Sosial

2 years ago
Puncak Harganas dan HAN Sleman, Bupati Ajak Perkuat Gelar Kabupaten Layak Anak

Puncak Harganas dan HAN Sleman, Bupati Ajak Perkuat Gelar Kabupaten Layak Anak

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Ngopi Bareng & Sarasehan Petani Pati Raya: Menguatkan Skill, Menata Wadah Rezeki
  • Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang
  • Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan

Category

Recent News

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

April 23, 2026
Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

April 21, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved