Penguatan SDM Pertanian Organik untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan Indonesia
Jurnaljatengdiynews.com. Bandung LEMBANG, 21 Mei 2026 —
Kegiatan Sertifikasi Profesi Bidang Pertanian Level Fasilitator Organik Tanaman yang diselenggarakan di BBPP Lembang resmi ditutup pada Kamis (21/05/2026) setelah berlangsung selama tiga hari, sejak 19 hingga 21 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian dalam mendukung pengembangan sistem pertanian organik yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Indonesia.
Sebanyak 49 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seluruh rangkaian asesmen kompetensi yang meliputi pemeriksaan portofolio, wawancara, observasi lapangan, unjuk kerja, hingga evaluasi kompetensi fasilitator organik tanaman.
Peserta berasal dari berbagai unsur, antara lain praktisi pertanian organik, akademisi, pengelola P4S, kelompok tani, komunitas pertanian, pendamping lapangan, hingga pegiat pertanian muda dari berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Bangka Belitung, Yogyakarta, dan daerah lainnya.
Kegiatan sertifikasi menghadirkan asesor dan pakar pertanian organik nasional, di antaranya:
- Ina Puspita Dewi
- Dr. Wasissa Titi Ilhami, S.P., M.Si
- Dr. Ismi Puji Ruwaida, S.P., M.P.
- Dr. Neni Musyarofah, S.P., M.Si
- Prof. Dr. Sri Ayu Andayani, S.P., M.P.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh proses asesmen. Selain sebagai ajang sertifikasi kompetensi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman, inovasi, dan praktik baik pengembangan pertanian organik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutan penutupan, perwakilan peserta menyampaikan apresiasi kepada panitia, asesor, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan secara profesional dan kondusif.
Peserta juga menegaskan pentingnya membangun sinergi antar fasilitator organik nasional dalam mendukung pengembangan pertanian yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Kepala BBPP Lembang menegaskan bahwa keberadaan fasilitator organik yang kompeten memiliki peran strategis dalam mendampingi petani, meningkatkan kapasitas kelembagaan pertanian, serta memperkuat penerapan sistem budidaya ramah lingkungan di berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir fasilitator-fasilitator organik yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Berdasarkan hasil wawancara dengan panitia penyelenggara, proses penerbitan sertifikat kompetensi membutuhkan tahapan administrasi dan verifikasi lanjutan. Sertifikat peserta diperkirakan akan selesai dalam waktu sekitar satu hingga dua bulan ke depan dan selanjutnya akan diinformasikan kepada seluruh peserta melalui mekanisme resmi dari panitia dan LSP terkait.
Penutupan kegiatan berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan semangat kolaborasi. Para peserta berharap jejaring dan komunikasi yang telah terbangun selama kegiatan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan gerakan pertanian organik nasional.
“Pertanian organik bukan sekadar metode budidaya, tetapi bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan tanah, lingkungan, dan masa depan generasi mendatang.”
— Rochmad Taufiq untuk Indonesia











