Jurnaljatengdiynews.com. Semarang, 14 April 2026 — Kisah inspiratif kembali lahir dari kader PPR BG Farm Fakultas Organik Kudus. Sosok yang akrab disapa Uci, seorang mantan santri yang kini menjadi pengasuh, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar Sarjana (S1) predikat cumlaude (IPK 3,8) dalam prosesi wisuda di Universitas Ngudi Waluyo.
Di balik capaian tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang ditempa oleh ketekunan dan kesabaran. Uci bukan hanya mahasiswa berprestasi, tetapi juga pejuang kemandirian melalui program sederhana namun berdampak besar: “nabung ayam.”
Ketekunan yang Menumbuhkan Keajaiban
Uci memilih jurusan pendidikan karena kecintaannya pada dunia mengajar. Baginya, menjadi guru bukan sekadar profesi, melainkan jalan pengabdian.
Di tengah kesibukan kuliah dan amanah sebagai pengasuh, ia tetap istiqomah merawat ternaknya. Ia memulai dari skala kecil:
10 ekor betina dan 1 jantan.
Namun, dengan ketelatenan—ibarat ayam yang sabar mengerami telur selama 21 hari—hasilnya mulai tampak. Dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun, ternaknya berkembang hingga hampir 300 ekor.
“Yang jantan kita jual, yang betina kita pelihara jadi indukan,” tutur Uci penuh semangat.
Belajar, Berjejaring, dan Bertumbuh
Perjalanan Uci tidak lepas dari semangat belajar dan kolaborasi. Ia terinspirasi dari konten YouTube Oa Bayu tentang konsep “nabung ayam”, yang kemudian ia praktikkan dan kembangkan bersama Paguyuban Petani PTS Pati Raya.
Dari sinilah lahir sinergi: bukan sekadar beternak, tetapi membangun sistem pembelajaran berbasis praktik kehidupan nyata.
Kiat Sukses Ala Uci
Saat ditanya rahasia keberhasilannya, Uci membagikan prinsip sederhana namun mendalam:
- Istiqomah dalam hal kecil — memulai dari yang ada, bukan menunggu sempurna
- Manajemen waktu — menyeimbangkan belajar, mengajar, dan beternak
- Berjejaring — belajar dari mentor dan komunitas
- Tawakal — melibatkan Allah dalam setiap proses
Dengan penuh kerendahan hati, ia menegaskan:
“Semua ini karena Allah.”
Menuju Kurikulum Literasi Alam
Ke depan, keberhasilan ini tidak berhenti pada capaian pribadi. PPR BG Farm tengah merancang kurikulum literasi alam berbasis “nabung ayam”, yang akan melibatkan siswa-siswi di sekitar kebun.
Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai:
- Kemandirian ekonomi
- Ketahanan pangan
- Kesabaran dan tanggung jawab
- Pemahaman siklus kehidupan melalui ternak
Harapannya, generasi muda tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga kuat dalam praktik dan karakter.
Dari Kesabaran, Lahir Perubahan
Kisah Uci menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak hadir secara instan. Ia tumbuh dari kesabaran yang dirawat, ketekunan yang dijaga, dan keyakinan yang tidak pernah padam.
Seperti telur yang menetas setelah 21 hari pengeraman, perjuangan dua tahun Uci kini melahirkan hasil luar biasa:
dari kandang sederhana, lahir sarjana cumlaude yang siap mengabdi untuk umat.
Dari “nabung ayam”, lahir kemandirian.
Dari kesabaran, tumbuh masa depan. (Rochmad – Untuk Indonesia)












