Wednesday, August 19, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Pendidikan

Dari Kebun Pisang Menjadi Sarjana Hukum, Rochmad Raih Predikat Wisudawan Terbaik Prodi Hukum

Admin by Admin
August 19, 2026
in Pendidikan
A A
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnaljatengdiynews.com. UNGARAN – Rabu 19/08/26. Kisah inspiratif mewarnai pelaksanaan Yudisium Fakultas Ekonomi, Hukum dan Humaniora (FEHH) Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Tahun Akademik Genap 2025/2026. Salah satunya datang dari Rochmad, seorang petani pisang yang berhasil menyelesaikan pendidikan di Program Studi Ilmu Hukum sekaligus meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Studi Ilmu Hukum.

Tidak berhenti sampai di sana, prestasi tersebut mengantarkan Rochmad menjadi salah satu nominasi Wisudawan terbaik Prodi hukum.

Perjalanan Rochmad menuju pencapaian tersebut menjadi kisah tersendiri. Aktivitasnya sehari-hari sebagai petani tidak menghalanginya untuk terus belajar dan memperluas wawasan melalui pendidikan tinggi.

Berawal dari Keresahan Melihat Persoalan Pertanahan

Keputusan Rochmad menempuh pendidikan Ilmu Hukum berangkat dari pengalaman langsung dalam kehidupan bermasyarakat.

Berita Terkait

Sosialisasi KUHAP dan KUHP Terbaru, Bupati Kudus Apresiasi Acara Akbar Peringatan HUT PP Polri

Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya

Load More

Sebagai petani yang aktif berinteraksi dengan masyarakat, ia banyak menemukan berbagai persoalan pertanahan, mulai dari batas kepemilikan, status dan penguasaan tanah, hingga persoalan yang berkaitan dengan dugaan penyerobotan tanah.

Pengalaman tersebut menumbuhkan kesadaran bahwa masyarakat, khususnya petani, membutuhkan pemahaman hukum yang baik agar mampu memahami hak dan kewajibannya serta menyelesaikan persoalan secara tepat dan sesuai ketentuan hukum.

Berangkat dari pengalaman itulah Rochmad memilih kuliah di Program Studi Ilmu Hukum UNW.

Bagi dirinya, kuliah bukan sekadar untuk memperoleh gelar akademik. Pendidikan hukum diharapkan dapat menjadi bekal untuk memahami berbagai persoalan yang nyata di tengah masyarakat.

Tetap Bertani, Tetap Belajar dan Mengabdi

Menariknya, selama menjalani pendidikan, Rochmad tidak meninggalkan profesinya sebagai petani.

Aktivitas di kebun pisang tetap berjalan. Di sela-sela kesibukan bertani, ia juga aktif dalam kegiatan jurnalistik, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai kegiatan pendampingan dan advokasi masyarakat melalui LBH Perwadi Kudus.

Ia juga aktif berdiskusi dan belajar dari sejumlah akademisi maupun praktisi hukum, di antaranya Dr. Win Saputra, S.H., M.H., Dr. Carto Nuryanto, dosen hukum UIN Sunan Kudus, Dr. Sukresna, pakar hukum dan mantan Dekan Fakultas Hukum UMK, serta sejumlah akademisi dan praktisi hukum lainnya.

Pengalaman tersebut membuat proses pembelajaran yang dijalaninya tidak hanya berlangsung di ruang kuliah. Berbagai persoalan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari justru menjadi bahan refleksi untuk memahami ilmu hukum secara lebih kontekstual.

Skripsi Mengangkat Persoalan Penyerobotan Tanah

Keterkaitan antara pengalaman hidup dan bidang akademik juga terlihat dalam penyusunan skripsinya.

Rochmad memilih mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya persoalan pertanahan, melalui penelitian mengenai tindak pidana penyerobotan tanah.

Pilihan tersebut tidak terlepas dari kegelisahannya melihat persoalan pertanahan yang kerap terjadi di masyarakat.

Bagi Rochmad, ilmu hukum bukan sekadar kumpulan teori yang dipelajari di bangku kuliah, melainkan ilmu yang harus mampu membantu masyarakat memahami persoalan dan mencari jalan keluar berdasarkan hukum yang berlaku.

Mendapat Apresiasi dari Dosen

Keaktifan Rochmad selama menjalani pendidikan juga mendapat perhatian dan apresiasi positif dari para dosen.

Sebagai mahasiswa kelas karyawan, ia memiliki pengalaman sosial dan pengalaman hidup yang cukup kuat. Latar belakang sebagai petani, aktivitas jurnalistik, keterlibatan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, serta kepeduliannya terhadap persoalan hukum memberikan warna tersendiri dalam proses pembelajaran.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menghubungkan teori hukum dengan realitas yang dihadapi masyarakat.

Apresiasi itu kemudian tercermin dalam pencapaiannya sebagai Wisudawan Terbaik Program Studi Ilmu Hukum FEHH..

Bagi Rochmad, pencapaian tersebut menjadi sesuatu yang sangat ia syukuri karena sejak awal tidak pernah membayangkan perjalanan kuliahnya akan sampai pada titik tersebut.

Dari Kebun Pisang Menuju Sarjana Hukum

Perjalanan Rochmad memberikan makna bahwa pendidikan dapat tumbuh dari mana saja.

Dari kebun pisang, ia belajar tentang kesabaran, ketekunan, dan proses.

Dari masyarakat, ia belajar memahami persoalan kehidupan.

Dari dunia jurnalistik, ia belajar menyampaikan informasi dan menyuarakan kepentingan masyarakat.

Sedangkan dari Fakultas Hukum UNW, ia belajar bagaimana berbagai persoalan kehidupan tersebut dipahami melalui perspektif hukum.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Saya tidak pernah membayangkan bisa sampai pada titik ini. Bagi saya, menjadi Wisudawan Terbaik Prodi Hukum bukan semata-mata penghargaan, tetapi menjadi motivasi untuk terus belajar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Rochmad.

Menurutnya, menjadi mahasiswa kelas karyawan bukanlah alasan untuk berhenti belajar ataupun merasa tertinggal. Justru pengalaman hidup yang dimiliki dapat menjadi kekuatan ketika dipadukan dengan ilmu pengetahuan.

Ilmu untuk Kembali kepada Masyarakat

Kini satu tahap perjalanan pendidikan telah dilalui.

Aktivitas sebagai petani tetap berjalan. Pengabdian kepada masyarakat terus dilakukan. Kegiatan jurnalistik tetap menjadi bagian dari aktivitasnya, sementara ilmu hukum akan terus dikembangkan dalam perjalanan pengabdiannya.

Jika suatu saat ditanya, setelah menjadi sarjana hukum apakah masih akan bertani, jawabannya sederhana.

“Tentu masih. Karena ilmu hukum saya pelajari bukan untuk meninggalkan kebun, tetapi agar ilmu itu bisa kembali memberi manfaat bagi masyarakat.”

Kisah Rochmad menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia maupun profesi. Seorang petani dapat menjadi mahasiswa hukum. Pengalaman di kebun dapat menjadi sumber pembelajaran. Persoalan masyarakat dapat menjadi inspirasi penelitian. Dan ketekunan belajar dapat mengantarkan seseorang pada prestasi.

Dari kebun pisang menuju Fakultas Hukum.

Dari pengalaman menuju ilmu.

Dan dari ilmu kembali kepada masyarakat.

Alhamdulillah, sebuah perjalanan yang patut disyukuri. Sebuah pengingat bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar, bertumbuh, dan memberikan manfaat (Rochmad ).

Previous Post

FKBN Bakorda Kudus Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

RelatedPosts

Sosialisasi KUHAP dan KUHP Terbaru, Bupati Kudus Apresiasi Acara Akbar Peringatan HUT PP Polri
Berita

Sosialisasi KUHAP dan KUHP Terbaru, Bupati Kudus Apresiasi Acara Akbar Peringatan HUT PP Polri

August 13, 2026
Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya
Pendidikan

Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya

July 15, 2026
Harta yang Mengalir, Berkah yang Mengalir
Agama

Harta yang Mengalir, Berkah yang Mengalir

June 25, 2026
MERIAH DAN MENGINSPIRASI..! FASHION SHOW “GOOD FRIENDS” DI MALL MALIOBORO YOGYAKARTA JADI AJANG BANGUN PERCAYA DIRI DAN PERSAHABATAN
Berita

MERIAH DAN MENGINSPIRASI..! FASHION SHOW “GOOD FRIENDS” DI MALL MALIOBORO YOGYAKARTA JADI AJANG BANGUN PERCAYA DIRI DAN PERSAHABATAN

May 25, 2026
SERTIFIKASI FASILITATOR ORGANIK NASIONAL DI BBPP LEMBANG RESMI DITUTUP
Berita

Pejuang Organik Rembang Tempuh Sertifikasi Nasional

May 21, 2026
SOSIALISASI SEKOLAH RAKYAT UNTUK MASYARAKAT KABUPATEN REMBANG
Berita

SOSIALISASI SEKOLAH RAKYAT UNTUK MASYARAKAT KABUPATEN REMBANG

May 14, 2026

RECOMMENDED NEWS

BAKORDA FKBN Kudus Berbagi Manfaat di Bulan Ramadhan, Gelar Santunan Yatama dan Buka Puasa Bersama

BAKORDA FKBN Kudus Berbagi Manfaat di Bulan Ramadhan, Gelar Santunan Yatama dan Buka Puasa Bersama

1 year ago

4 weeks ago
Sambut Tim Penilai Klarifikasi Lapangan EPDESKEL DIY, Bupati Sleman Apresiasi Potensi dan Inovasi Kalurahan Triharjo

Sambut Tim Penilai Klarifikasi Lapangan EPDESKEL DIY, Bupati Sleman Apresiasi Potensi dan Inovasi Kalurahan Triharjo

2 years ago
Kegiatan Dakwah Ketahanan Pangan,  Dari Masjid ke Ladang, Jamaah PCM Mlati Semangat Tanam Ratusan Bibit Pisang

Kegiatan Dakwah Ketahanan Pangan, Dari Masjid ke Ladang, Jamaah PCM Mlati Semangat Tanam Ratusan Bibit Pisang

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Dari Kebun Pisang Menjadi Sarjana Hukum, Rochmad Raih Predikat Wisudawan Terbaik Prodi Hukum
  • FKBN Bakorda Kudus Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat
  • JAJARAN PERKOPINDO DAN ELEMEN MASYARAKAT KUDUS HADIRI UPACARA HUT KE-81 RI

Category

Recent News

Sosialisasi KUHAP dan KUHP Terbaru, Bupati Kudus Apresiasi Acara Akbar Peringatan HUT PP Polri

Sosialisasi KUHAP dan KUHP Terbaru, Bupati Kudus Apresiasi Acara Akbar Peringatan HUT PP Polri

August 13, 2026
Secangkir Kopi, Sebuah Gagasan Besar untuk Kemaslahatan Umat

Secangkir Kopi, Sebuah Gagasan Besar untuk Kemaslahatan Umat

August 6, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved