Jurnaljatengdiynews.com. Yogyakarta — Semangat membangun pertanian sehat dan mandiri semakin menguat. Hal ini terlihat dalam kegiatan Skill Up Pertanian Organik yang diselenggarakan oleh Koperasi Karya Kita Jaya (KKJ), sebuah koperasi yang selama ini konsisten mengembangkan pertanian organik terintegrasi berbasis kemandirian petani.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 90 peserta dari berbagai kabupaten dan kota tersebut berlangsung penuh antusiasme. Para peserta terdiri dari petani, pegiat lingkungan, pelaku usaha pertanian, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap pertanian sehat dan berkelanjutan.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan berbagai materi praktis mengenai pembuatan pupuk, obat tanaman, hingga insektisida organik berbasis bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Berbagai produk unggulan seperti pupuk organik cair, Urea Organik, Horti Organik, dan beragam formula ramah lingkungan lainnya diperkenalkan sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis.
Salah satu sesi yang paling menyita perhatian peserta adalah materi “Dokter Tanaman”. Dalam sesi ini dijelaskan berbagai teknik dan treatment khusus untuk mengatasi permasalahan tanaman serta mengoptimalkan produktivitas tanaman buah.
Peserta dibuat takjub ketika dijelaskan bahwa dengan perlakuan yang tepat, pohon buah yang baru berusia dua tahun sudah dapat berbuah dan menghasilkan panen. Bahkan lebih menarik lagi, pohon-pohon yang selama bertahun-tahun tidak pernah berbuah dapat dirangsang untuk berbuah lebat melalui penerapan teknologi organik yang tepat.
“Ini bukan sekadar teori, tetapi sudah banyak dibuktikan di lapangan. Kuncinya adalah menghidupkan tanah dan mengembalikan keseimbangan ekosistem tanaman,” ujar salah satu pemateri di hadapan peserta.
Suasana pelatihan berlangsung hidup dan interaktif. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai teknik budidaya organik, perawatan tanaman buah, pengendalian hama secara alami, hingga peluang usaha pertanian organik yang semakin menjanjikan.
Ketua Koperasi Karya Kita Jaya (KKJ), Aman Sunarya, S.Sos, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian petani melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
“Kami ingin petani mampu memproduksi sendiri pupuk, obat tanaman, dan kebutuhan pertanian lainnya dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar mereka. Dengan demikian biaya produksi dapat ditekan, hasil panen meningkat, dan lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, KKJ berharap lahir lebih banyak petani organik yang mampu menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing serta mendorong terciptanya sistem pertanian yang sehat, berkelanjutan, dan menguntungkan.
Antusiasme peserta hingga akhir acara menjadi bukti bahwa pertanian organik kini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan telah menjadi kebutuhan dan gerakan bersama menuju kedaulatan pangan serta kesejahteraan masyarakat.
“Tanah yang hidup akan menghasilkan tanaman yang sehat. Tanaman yang sehat akan menghasilkan manusia yang sehat.”Berita ini cocok untuk dipublikasikan di website koperasi, media sosial, grup komunitas pertanian, maupun media lokal. (Rochmad Taufiq/ Shireng )













