Wednesday, October 28, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Pertanian

Wawasan Ketahanan pangan nasional Mengapa Harus Waluh Kuning, Kolam Ikan, Azolla, Ayam Kampung, Domba, dan Itik? Mengapa Harus Pertanian Terpadu?

Admin by Admin
April 27, 2025
in Pertanian
A A
0
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jurnaljqtenhdiynews.com.- Kudus 27/04/25 Di tengah tantangan pangan global dan ketergantungan yang tinggi terhadap input pertanian kimiawi, pertanian Indonesia butuh perubahan besar. Bukan sekadar perubahan kecil dalam metode tanam, tetapi perubahan total dalam paradigma. Kita butuh pertanian yang saling menguatkan antar unsur hidup — tanaman, hewan, air, dan tanah — dalam satu ekosistem terpadu.

Kenapa kita memilih waluh kuning?
Karena waluh kuning adalah tanaman yang tahan banting, mudah dibudidayakan, cepat panen, bernilai jual tinggi, dan lebih penting lagi, bisa menjadi sumber pakan alami bagi ternak kita. Waluh kuning adalah simbol tanaman rakyat yang ramah cuaca ekstrem.

Kenapa kita membangun kolam ikan gurami dan nila?
Bukan hanya karena ikannya bernilai ekonomis, tetapi juga karena limbah air kolam yang kaya nutrisi bisa langsung dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman. Tidak ada limbah yang terbuang sia-sia, semua kembali memperkuat siklus produksi.

Kenapa kita menanam azolla di kolam?
Azolla adalah tanaman air ajaib. Ia menyerap nitrogen langsung dari udara dan menjadi pakan alami berkualitas untuk ikan, itik, dan domba. Dengan azolla, kita mengurangi biaya pakan dan meningkatkan produktivitas tanpa mengandalkan pupuk kimia.

Berita Terkait

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan

Load More

Kenapa kita memelihara ayam kampung dan domba?
Diversifikasi adalah kunci bertahan dalam dunia pertanian. Ayam kampung dan domba bukan hanya menambah sumber pendapatan, tetapi juga menghasilkan pupuk kandang organik yang menghidupkan tanah, bukan mematikannya seperti pupuk sintetis.

Kenapa kedalaman kolam lebih dari 3 meter?
Karena kolam yang cukup dalam mampu menjaga suhu air tetap stabil sepanjang musim, melindungi ikan dari fluktuasi suhu ekstrem yang bisa memicu kematian massal. Ini adalah bagian dari manajemen risiko pertanian yang cerdas.

Kenapa ternak itik di atas kolam?
Itik menghasilkan kotoran kaya nutrisi langsung ke kolam, yang memperkaya air untuk mendukung pertumbuhan plankton dan azolla, sekaligus memberi pakan tambahan alami untuk ikan. Ini ekosistem yang saling memberi kehidupan, bukan saling menguras.

Kenapa harus menabung ayam 10 betina dan 1 pejantan?
Agar petani mandiri dalam produksi bibit unggul, tidak terus-menerus tergantung pada pihak luar. Dengan populasi yang seimbang, kita bisa menghasilkan ayam generasi berikutnya dengan kualitas terjaga.

Kenapa memulai beternak domba satu ekor dulu, walau modal besar tersedia?
Karena beternak bukan hanya soal modal, tetapi soal pengalaman, manajemen, dan pemahaman ritme kehidupan ternak. Satu ekor menjadi guru hidup sebelum ratusan ekor ditangan.

Ini Bukan Sekadar Konsep, Ini Adalah Masa Depan.

Selama petani masih bergantung pada pupuk kimia, benih mahal, dan sistem lama yang boros dan rentan, selama itu pula petani Indonesia akan terus tertinggal. Selama itu pula petani tidak menjadi simbol kejayaan bangsa.

Namun jika kita berani membalik paradigma ini, menerapkan Pertanian Terpadu Berkelanjutan, maka:

* Harapan baru akan lahir.
* Generasi muda akan bangga kembali bertani.
* Petani kaya, desa bangkit, negara berjaya.

* Ketahanan pangan nasional bukan lagi impian kosong.
* Ia akan menjadi kenyataan nyata di tanah air kita.

Saatnya bersinergi.
Saatnya berkolaborasi.
Saatnya desa bangkit.
Saatnya kita semua meyakini: Petani Kaya = Negara Jaya.

Kudus
Oleh : Rochmad Taufik

Previous Post

Cahaya Paseduluran, Jejak Tak Terhapus Para Aktivis 93, (Takziah Mas Zain, suami Munatun)

Next Post

Dakwah ketahanan pangan INSPIRATIF Ayo Bangun Ekonomi Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Lebih, Allah Beri Rezeki Lebih”

RelatedPosts

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA
Pertanian

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

October 19, 2026
Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan
Berita

Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan

October 7, 2026
Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional
Berita

Workshop Nasional Dorong Pertanian Organik Menjadi Pilar Ekonomi Nasional

September 28, 2026
Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari Tani Nasional di Kudus
Berita

Petani Itu Keren! FKPPI dan Komunitas Petani Bersatu Peringati Hari Tani Nasional di Kudus

September 29, 2026
Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm
Berita

Usai Sarasehan HUT FKPPI dan Hari Tani, Pegiat Pertanian Lanjutkan Guyub Rukun di Gubug PPR BG Farm

September 24, 2026
70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah
Pertanian

70 Galon Bekas Disulap Jadi Kebun Bawang, Panen 17,5 Kg, Ketahanan Pangan Dimulai dari Rumah

September 22, 2026
Next Post
Dakwah ketahanan pangan INSPIRATIF  Ayo Bangun Ekonomi Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Lebih, Allah Beri Rezeki Lebih”

Dakwah ketahanan pangan INSPIRATIF Ayo Bangun Ekonomi Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Lebih, Allah Beri Rezeki Lebih"

RECOMMENDED NEWS

CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

2 years ago
Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

6 months ago

2 years ago
Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Wabup Danang Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Wabup Danang Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • OBROLAN SANTAI DI PAMULARSIH, MERAJUT GAGASAN BESAR UNTUK GENERASI MASA DEPAN
  • IPAMA Jawa Tengah Matangkan Program Rehabilitasi Mangrove, Dorong Ekonomi Karbon dan Perlindungan Pesisir
  • JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

Category

Recent News

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

October 19, 2026
Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

October 16, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved