Saturday, September 12, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Pertanian

Wawasan Ketahanan pangan nasional Mengapa Harus Waluh Kuning, Kolam Ikan, Azolla, Ayam Kampung, Domba, dan Itik? Mengapa Harus Pertanian Terpadu?

Admin by Admin
April 27, 2025
in Pertanian
A A
0
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jurnaljqtenhdiynews.com.- Kudus 27/04/25 Di tengah tantangan pangan global dan ketergantungan yang tinggi terhadap input pertanian kimiawi, pertanian Indonesia butuh perubahan besar. Bukan sekadar perubahan kecil dalam metode tanam, tetapi perubahan total dalam paradigma. Kita butuh pertanian yang saling menguatkan antar unsur hidup — tanaman, hewan, air, dan tanah — dalam satu ekosistem terpadu.

Kenapa kita memilih waluh kuning?
Karena waluh kuning adalah tanaman yang tahan banting, mudah dibudidayakan, cepat panen, bernilai jual tinggi, dan lebih penting lagi, bisa menjadi sumber pakan alami bagi ternak kita. Waluh kuning adalah simbol tanaman rakyat yang ramah cuaca ekstrem.

Kenapa kita membangun kolam ikan gurami dan nila?
Bukan hanya karena ikannya bernilai ekonomis, tetapi juga karena limbah air kolam yang kaya nutrisi bisa langsung dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman. Tidak ada limbah yang terbuang sia-sia, semua kembali memperkuat siklus produksi.

Kenapa kita menanam azolla di kolam?
Azolla adalah tanaman air ajaib. Ia menyerap nitrogen langsung dari udara dan menjadi pakan alami berkualitas untuk ikan, itik, dan domba. Dengan azolla, kita mengurangi biaya pakan dan meningkatkan produktivitas tanpa mengandalkan pupuk kimia.

Berita Terkait

Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing

Kelas Skill Up, Ngopi di Lereng Gunung kembar, Mencetak Calon Miliarder Organik

Load More

Kenapa kita memelihara ayam kampung dan domba?
Diversifikasi adalah kunci bertahan dalam dunia pertanian. Ayam kampung dan domba bukan hanya menambah sumber pendapatan, tetapi juga menghasilkan pupuk kandang organik yang menghidupkan tanah, bukan mematikannya seperti pupuk sintetis.

Kenapa kedalaman kolam lebih dari 3 meter?
Karena kolam yang cukup dalam mampu menjaga suhu air tetap stabil sepanjang musim, melindungi ikan dari fluktuasi suhu ekstrem yang bisa memicu kematian massal. Ini adalah bagian dari manajemen risiko pertanian yang cerdas.

Kenapa ternak itik di atas kolam?
Itik menghasilkan kotoran kaya nutrisi langsung ke kolam, yang memperkaya air untuk mendukung pertumbuhan plankton dan azolla, sekaligus memberi pakan tambahan alami untuk ikan. Ini ekosistem yang saling memberi kehidupan, bukan saling menguras.

Kenapa harus menabung ayam 10 betina dan 1 pejantan?
Agar petani mandiri dalam produksi bibit unggul, tidak terus-menerus tergantung pada pihak luar. Dengan populasi yang seimbang, kita bisa menghasilkan ayam generasi berikutnya dengan kualitas terjaga.

Kenapa memulai beternak domba satu ekor dulu, walau modal besar tersedia?
Karena beternak bukan hanya soal modal, tetapi soal pengalaman, manajemen, dan pemahaman ritme kehidupan ternak. Satu ekor menjadi guru hidup sebelum ratusan ekor ditangan.

Ini Bukan Sekadar Konsep, Ini Adalah Masa Depan.

Selama petani masih bergantung pada pupuk kimia, benih mahal, dan sistem lama yang boros dan rentan, selama itu pula petani Indonesia akan terus tertinggal. Selama itu pula petani tidak menjadi simbol kejayaan bangsa.

Namun jika kita berani membalik paradigma ini, menerapkan Pertanian Terpadu Berkelanjutan, maka:

* Harapan baru akan lahir.
* Generasi muda akan bangga kembali bertani.
* Petani kaya, desa bangkit, negara berjaya.

* Ketahanan pangan nasional bukan lagi impian kosong.
* Ia akan menjadi kenyataan nyata di tanah air kita.

Saatnya bersinergi.
Saatnya berkolaborasi.
Saatnya desa bangkit.
Saatnya kita semua meyakini: Petani Kaya = Negara Jaya.

Kudus
Oleh : Rochmad Taufik

Previous Post

Cahaya Paseduluran, Jejak Tak Terhapus Para Aktivis 93, (Takziah Mas Zain, suami Munatun)

Next Post

Dakwah ketahanan pangan INSPIRATIF Ayo Bangun Ekonomi Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Lebih, Allah Beri Rezeki Lebih”

RelatedPosts

Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing
Berita

Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing

August 2, 2026
Kelas Skill Up, Ngopi di Lereng Gunung kembar, Mencetak Calon Miliarder Organik
Pertanian

Kelas Skill Up, Ngopi di Lereng Gunung kembar, Mencetak Calon Miliarder Organik

July 29, 2026
Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian
Agama

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

July 15, 2026
Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya
Pendidikan

Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya

July 15, 2026
UNFARA FARM dan Gerakan Pasar Kangkung Organik, Menumbuhkan Petani Muda dengan Semangat Pasar Madinah
Berita

UNFARA FARM dan Gerakan Pasar Kangkung Organik, Menumbuhkan Petani Muda dengan Semangat Pasar Madinah

July 12, 2026
Mengapa Banyak Peternak Ayam Belum Berhasil? Jangan Hanya Menyalahkan Bibit, Perhatikan Kalsium dalam Pakan
Berita

Mengapa Banyak Peternak Ayam Belum Berhasil? Jangan Hanya Menyalahkan Bibit, Perhatikan Kalsium dalam Pakan

July 2, 2026
Next Post
Dakwah ketahanan pangan INSPIRATIF  Ayo Bangun Ekonomi Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Lebih, Allah Beri Rezeki Lebih”

Dakwah ketahanan pangan INSPIRATIF Ayo Bangun Ekonomi Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Lebih, Allah Beri Rezeki Lebih"

RECOMMENDED NEWS

Yayasan Tumbuh Mulia Bahagia (YTMB) mengadakan kegiatan yang berjudul “Ceria” (Cerahnya Ramadhan, Indahnya Amal), yang berlangsung pada hari Jum’at 28 Maret 2025 di Asrama Yatim TMB, alamat Gamping, Sleman, Yogyakarta

Yayasan Tumbuh Mulia Bahagia (YTMB) mengadakan kegiatan yang berjudul “Ceria” (Cerahnya Ramadhan, Indahnya Amal), yang berlangsung pada hari Jum’at 28 Maret 2025 di Asrama Yatim TMB, alamat Gamping, Sleman, Yogyakarta

1 year ago
Rapat Konsolidasi DPP P2RPTI Periode 2025–2030 Berjalan Lancar dan Penuh Semangat

Rapat Konsolidasi DPP P2RPTI Periode 2025–2030 Berjalan Lancar dan Penuh Semangat

10 months ago
GOW Kabupaten Kudus Ikuti Apel Hari Kartini dengan Antusias

GOW Kabupaten Kudus Ikuti Apel Hari Kartini dengan Antusias

1 year ago

Launching “Bandongan Go Green”, Ormas Perempuan Bersatu Wujudkan Lingkungan Bersih dan Asri

5 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Ketua DPRD Kudus Dorong Kades Kuasai KUHP-KUHAP Terbaru, Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Desa
  • Sebelum Nama Kita Menjadi Kabar Duka: Pesan Mendalam dari Kepergian H. Syafi’ip
  • Pengajian Ahad Ke-4: Menjadi Cahaya yang Memberi Manfaat

Category

Recent News

Ketua DPRD Kudus Dorong Kades Kuasai KUHP-KUHAP Terbaru, Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Ketua DPRD Kudus Dorong Kades Kuasai KUHP-KUHAP Terbaru, Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Desa

August 31, 2026
Sebelum Nama Kita Menjadi Kabar Duka: Pesan Mendalam dari Kepergian H. Syafi’ip

Sebelum Nama Kita Menjadi Kabar Duka: Pesan Mendalam dari Kepergian H. Syafi’ip

August 29, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved