Wednesday, April 29, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Agama
0-0x0-0-0#

0-0x0-0-0#

Cahaya Paseduluran, Jejak Tak Terhapus Para Aktivis 93, (Takziah Mas Zain, suami Munatun)

Admin by Admin
April 26, 2025
in Agama, Berita
A A
0
227
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnaljatengdiynews.com- Sabtu 26/04/25- Blora, Ada sebuah kisah sederhana namun membekas, tentang para mahasiswa angkatan 1993 di kampus legendaris, IAIN Walisongo, Jalan Tentara Pelajar Salatiga.
Mereka bukan hanya teman biasa, mereka adalah keluarga—sebuah paseduluran yang bahkan jarak dan zaman tak mampu renggangkan.

Sore itu, delapan orang pilihan, perwakilan ratusan sahabat lama, menaiki sebuah mobil Hiace putih—yang lebih mirip rombongan mantenan—berangkat menuju Blora.
Misi mereka satu, membawa pelukan, support, dan doa untuk Munatun, sang bunga kampus era 90-an, yang kini tengah berduka atas kepergian suaminya tercinta, Mas Zaini, senior karate legendaris di masa ospek dulu.

Sepanjang perjalanan, suasana mobil penuh dengan suara ketawa cekikikan yang hampir membuat sopirnya bingung ini mobil pelayat atau rombongan reunian.

“Eh, jangan lupa nanti pas nyampe, jangan ada yang manggil Munatun pakai nama jaman ospek ya… inget, sekarang udah emak-emak lima anak!” celetuk Gus Fuad , sang ketua abadi, sambil tertawa.

Sesampainya di Blora, begitu bertemu Munatun, suasana langsung pecah.
Munatun yang tetap ayu (dan katanya masih sering disangka kakak kelas anaknya), tak kuasa menahan air mata. Tapi anehnya, tangis haru itu malah bercampur dengan tawa-tawa kecil, karena kelakuan teman-temannya yang memang “nggak pernah tobat”.

Berita Terkait

Dari Bengkel Legendaris ke Layanan Bergaransi: Kisah Inspiratif Radiator Semarang yang Tak Pernah Sepi

Dari Kandang Sederhana Menuju Cumlaude, Kisah Uci, Santri yang Mengubah “Nabung Ayam” Jadi Jalan Prestasi dan Pengabdian

Load More

“MasyaAllah… sampean kok yo masih awet muda, kayak nggak pernah ngerjain tugas statistik ya, Nduk,” goda Kang Aris, dosen muda, yang dulu terkenal karena nulis skripsi dua minggu langsung lulus.

Tak ketinggalan, Mas Nono—yang sekarang anggota dewan tapi tetap low profile—ikut nimbrung, membagikan cerita kocaknya.
“Saya tuh heran lho, jadi dewan itu katanya modal miliar-miliaran. Lha saya paling cuma modal sabar, do’a, sama traktiran es teh pas kampanye. Alhamdulillah, tetap jadi… mungkin karena waktu kuliah dulu rajin tirakat ya… dan sering ngutang di warung Mak legiman” katanya sambil tertawa lepas.

Obrolan makin seru. Kisah-kisah heroik zaman ospek, cerita-cerita perjuangan skripsi, sampai kisah cinta sepihak yang akhirnya terungkap 30 tahun kemudian—semua tumpah ruah.
Ternyata, rasa rindu itu memang nggak bisa dibendung, apalagi kalau sudah kumpul sama orang-orang yang ngerti betul jatuh bangunnya perjalanan hidup kita.

Acara pun ditutup dengan sambutan penuh kehangatan dari Kang Aris. Kata-katanya sederhana tapi dalam, mewakili ratusan sahabat:
“Kita semua datang bukan hanya untuk berbela sungkawa, tapi untuk menguatkan satu sama lain. Karena dalam paseduluran ini, tidak ada yang ditinggalkan sendirian.”

Doa pun dipimpin Kang Rochmad (pake D, jangan salah sebut nanti beliau protes), dengan khusyuk, penuh kekhidmatan, memanjatkan doa terbaik untuk almarhum Mas Zaini.

Sebelum pulang, sesi foto bersama tak lupa digelar.
Ada yang gaya cool, ada yang gaya ala ABG 90-an, bahkan ada yang dadakan pakai pose ala cover album dangdut.

“Eh, fotonya jangan di-zoom ya… takut ketahuan keriputnya,” canda Mbak Ika disambut gelak tawa semua.

Akhirnya, rombongan mobil hiace putih bertolak kembali ke Salatiga, sementara Kang Rochmad memilih jalur ‘pecahan hati’ menuju Rembang.

Dalam perjalanan pulang, satu hal yang terasa:
*Persahabatan itu seperti bintang—mungkin tidak selalu terlihat, tapi yakinlah, dia selalu ada.* (Rochmad )

Previous Post

Syawalan Bareng BPD HIPMI DIY: Memperkuat Iman dan Amal dalam Dunia Usaha

Next Post

Wawasan Ketahanan pangan nasional Mengapa Harus Waluh Kuning, Kolam Ikan, Azolla, Ayam Kampung, Domba, dan Itik? Mengapa Harus Pertanian Terpadu?

RelatedPosts

Dari Bengkel Legendaris ke Layanan Bergaransi: Kisah Inspiratif Radiator Semarang yang Tak Pernah Sepi
Berita

Dari Bengkel Legendaris ke Layanan Bergaransi: Kisah Inspiratif Radiator Semarang yang Tak Pernah Sepi

April 14, 2026
Dari Kandang Sederhana Menuju Cumlaude, Kisah Uci, Santri yang Mengubah “Nabung Ayam” Jadi Jalan Prestasi dan Pengabdian
Berita

Dari Kandang Sederhana Menuju Cumlaude, Kisah Uci, Santri yang Mengubah “Nabung Ayam” Jadi Jalan Prestasi dan Pengabdian

April 16, 2026
Ratusan Mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo Gelar Wisuda Penuh Semangat Juang di Kodam IV/Diponegoro
Berita

Ratusan Mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo Gelar Wisuda Penuh Semangat Juang di Kodam IV/Diponegoro

April 14, 2026
 DBHCHT 2026 Rp3,28 Triliun! Bisa untuk Sosial–Budaya? Ketua Umum DPP P2RPTI Bicara Lantang
Berita

 DBHCHT 2026 Rp3,28 Triliun! Bisa untuk Sosial–Budaya? Ketua Umum DPP P2RPTI Bicara Lantang

April 13, 2026
Semangat Sehat Tak Lekang Usia, Komunitas Senam Kudus Gelar HBH di Gedung Krida GOR Kudus
Berita

Semangat Sehat Tak Lekang Usia, Komunitas Senam Kudus Gelar HBH di Gedung Krida GOR Kudus

April 12, 2026
Semangat Halal Bihalal di Kudus, Dr. H. Carto Nuryanto Tegaskan Persaudaraan Adalah Pilar Kekuatan Bangsa
Agama

Semangat Halal Bihalal di Kudus, Dr. H. Carto Nuryanto Tegaskan Persaudaraan Adalah Pilar Kekuatan Bangsa

April 6, 2026
Next Post
Wawasan Ketahanan pangan nasional  Mengapa Harus Waluh Kuning, Kolam Ikan, Azolla, Ayam Kampung, Domba, dan Itik? Mengapa Harus Pertanian Terpadu?

Wawasan Ketahanan pangan nasional Mengapa Harus Waluh Kuning, Kolam Ikan, Azolla, Ayam Kampung, Domba, dan Itik? Mengapa Harus Pertanian Terpadu?

RECOMMENDED NEWS

Pembukaan Tahfidz di CSJ Disambut Antusiasme Lingkungan Sekitar desa Salam

Pembukaan Tahfidz di CSJ Disambut Antusiasme Lingkungan Sekitar desa Salam

2 years ago
Menanamkan Nilai Moral dan Jati Diri Bangsa kepada Anak Negeri

Menanamkan Nilai Moral dan Jati Diri Bangsa kepada Anak Negeri

1 year ago
Sosialisasi Pengumpulan Dana dan Barang di Banjarnegara: Memperkuat Fondasi Kesejahteraan Sosial

Sosialisasi Pengumpulan Dana dan Barang di Banjarnegara: Memperkuat Fondasi Kesejahteraan Sosial

2 years ago
Puncak Harganas dan HAN Sleman, Bupati Ajak Perkuat Gelar Kabupaten Layak Anak

Puncak Harganas dan HAN Sleman, Bupati Ajak Perkuat Gelar Kabupaten Layak Anak

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Ngopi Bareng & Sarasehan Petani Pati Raya: Menguatkan Skill, Menata Wadah Rezeki
  • Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang
  • Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan

Category

Recent News

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

April 23, 2026
Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

April 21, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved