Friday, October 23, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Agama

TKW Pejuang, Mengaji di Rantau, Membangun Masa Depan di Kampung

Admin by Admin
March 13, 2026
in Agama, Berita, Pendidikan
A A
0
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jurnaljatengdiynews.com. Hongkong, Jumat 13/03/26. Tidak sedikit saudara kita yang harus meninggalkan kampung halaman, orang tua, suami, istri, bahkan anak-anak yang masih kecil demi bekerja di negeri orang. Menjadi TKI atau TKW bukanlah jalan yang mudah. Ada rindu yang sering tertahan, ada lelah yang kadang tidak bisa diceritakan, dan ada air mata yang hanya menjadi saksi dalam kesendirian.

Namun di balik semua itu, ada satu hal yang sangat mulia: perjuangan. Perjuangan untuk memperbaiki kehidupan keluarga, menyekolahkan anak-anak, dan menata masa depan yang lebih baik.

Salah satu kisah inspiratif datang dari seorang TKW asal Jawa timur bernama Mbak bujga. Ia adalah sosok pejuang, pembelajar, sekaligus insan kreatif di tanah rantau. Bekerja di Hong Kong tidak membuatnya hanya fokus mencari nafkah semata. Di tengah kesibukannya, ia justru menjadi penggerak kebaikan bagi sesama TKW.

Di mana pun ia tinggal, Mbak Bunga berusaha menghadirkan kegiatan ngaji dan tahsin. Ia membentuk komunitas ngaji yang ia pimpin sendiri. Anggotanya bukan hanya para TKW biasa, tetapi juga mereka yang sebelumnya jauh dari kehidupan religius. Bahkan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, ia mampu merangkul beberapa TKW yang memiliki latar belakang kehidupan yang rumit, termasuk yang pernah terjerumus dalam hubungan menyimpang.

Berita Terkait

IPAMA Jawa Tengah Matangkan Program Rehabilitasi Mangrove, Dorong Ekonomi Karbon dan Perlindungan Pesisir

Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

Load More

Dengan pendekatan sebagai sahabat sekaligus seperti seorang ibu, ia mengajak mereka kembali kepada jalan yang lebih baik melalui ngaji, tahsin, dan sholawat. Sedikit demi sedikit hati mereka tersentuh dan mulai berubah. Inilah bukti bahwa di tanah rantau pun, dakwah bisa tumbuh dengan kelembutan hati.

Di sisi lain, Mbak Bunga  juga dikenal sebagai sosok yang kreatif dan produktif. Ia tidak menyia-nyiakan waktu luangnya. Dari dapur sederhana, ia mulai berjualan donat, kue, dan camilan khas Indonesia yang dirindukan para pekerja migran. Usaha kecil itu berkembang hingga suatu hari bisa mencapai omzet sekitar jutaan  rupiah dalam sehari, sehingga bisa dibilang dari usaha itu sebulan penghasilannya bisa lebih dari gaji seorang tkw.

Semangat belajarnya juga luar biasa. Dari majikan tempat ia bekerja, ia pernah melihat bagaimana sang majikan memantau usaha restoran miliknya hanya melalui ponsel. Dari situ ia belajar tentang manajemen usaha jarak jauh.

Ilmu itu tidak ia simpan sendiri. Ia mempraktikkannya dengan membuka toko kelontong di desa di Indonesia, yang ia pantau dari Hong Kong. Luar biasanya, dalam masa tiga tahun toko tersebut bisa mencapai omzet puluhan juta  rupiah per hari.

Tidak berhenti di situ. Melalui YouTube, ia belajar tentang budidaya melon sistem greenhouse. Bersama keluarganya di kampung, ia membangun 15 greenhouse melon yang juga bisa ia pantau dari Hong Kong melalui CCTV.

Semua itu menunjukkan bahwa bekerja di luar negeri tidak harus berhenti pada kiriman uang bulanan. Jika disertai kemauan belajar, kreativitas, dan niat berbagi, masa merantau justru bisa menjadi sekolah kehidupan dan sekolah usaha.

Kini Mbak Bunga  masih terus belajar dan mengembangkan diri. Ia mulai menekuni pertanian dan peternakan ayam atau nabung ayam dan usaha pabrik pakan ternak, mencari terobosan agar kelak bisa semakin banyak memberi manfaat bagi orang lain.

Kisah Mbak Bunga mengajarkan kita satu hal penting,
Merantau bukan sekadar bekerja, tetapi juga belajar, berbagi, dan menyiapkan masa depan.

Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi para pejuang rantau di mana pun berada. Bahwa dari air mata di negeri orang, bisa lahir harapan besar di tanah sendiri.

Dan semoga suatu hari nanti semakin banyak cerita seperti ini,
“Dulu ia seorang TKW di negeri orang, kini ia menjadi pengusaha yang memberi manfaat bagi banyak orang di kampungnya.”

(Rochmad Taufiq Untuk Indonesia)

Previous Post

Edukasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Dusun Pasir Mendit

Next Post

Wisata Hutan Mangrove Pasir Kadilangu: Potensi Lokal Perlu Sentuhan Investor

RelatedPosts

IPAMA Jawa Tengah Matangkan Program Rehabilitasi Mangrove, Dorong Ekonomi Karbon dan Perlindungan Pesisir
Berita

IPAMA Jawa Tengah Matangkan Program Rehabilitasi Mangrove, Dorong Ekonomi Karbon dan Perlindungan Pesisir

October 21, 2026
Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa
Berita

Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

October 16, 2026
Mahasiswa Magister Hukum UNW Tebar Manfaat di Simpang Lima Semarang, Sejak Pukul 05.00 WIB Sudah Siap Melayani Masyarakat
Berita

Mahasiswa Magister Hukum UNW Tebar Manfaat di Simpang Lima Semarang, Sejak Pukul 05.00 WIB Sudah Siap Melayani Masyarakat

October 13, 2026
PKPA Batch #5 Asah Calon Advokat Lewat Simulasi Sengketa Lelang
Berita

Calon Advokat Diasah Berpikir Kritis Lewat Simulasi Sengketa Lelang Tanah

October 11, 2026
PKPA Batch #5 Asah Calon Advokat Lewat Simulasi Sengketa Lelang
Berita

PKPA Batch #5 Asah Calon Advokat Lewat Simulasi Sengketa Lelang

October 10, 2026
Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan
Berita

Dari Kohe Menjadi Berkah, dari Pisang Menjadi Harapan

October 7, 2026
Next Post
Wisata Hutan Mangrove Pasir Kadilangu: Potensi Lokal Perlu Sentuhan Investor

Wisata Hutan Mangrove Pasir Kadilangu: Potensi Lokal Perlu Sentuhan Investor

RECOMMENDED NEWS

CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

CREW 8 Korwil Lampung Tinjau Pabrik Tapioka Terbengkalai, Potensi atau Tantangan

2 years ago
Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

6 months ago

2 years ago
Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Wabup Danang Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

Lepas Peserta Fun Bike Rocket Infunity, Wabup Danang Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • IPAMA Jawa Tengah Matangkan Program Rehabilitasi Mangrove, Dorong Ekonomi Karbon dan Perlindungan Pesisir
  • JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA
  • Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

Category

Recent News

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

JANTUNG PISANG DAN NASI BONTOTAN: DARI KEARIFAN LOKAL MENUJU MBG YANG MENGHIDUPKAN PETANI DESA

October 19, 2026
Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

Ngaji Alam Bersama Ustaz Noeryoso Badongan, Menemukan Hikmah dan Potensi Rezeki dari Buah Liar Rambusa

October 16, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved