Monday, July 20, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Pendidikan
0-0x0-0-0#

0-0x0-0-0#

Syiar Pertanian & Dakwah Ketahanan Pangan, Diklat Nabung Ayam dan Pisang dalam Ekosistem Pertanian Terpadu Zero Cost

Admin by Admin
June 4, 2025
in Pendidikan, Pertanian
A A
0
47
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Rembang, 4 Juni 2025 — Dalam momentum peringatan nilai-nilai kebangsaan di bulan Juni, para pegiat sosial, petani, dan aktivis yayasan dari wilayah Pati Raya bersatu dalam sebuah kegiatan inspiratif bertajuk “Diklat Nabung Ayam & Pisang dalam Bingkai Ekosistem Pertanian Terpadu Zero Cost”. Acara digelar di ruang pertemuan Rumah Makan Prahu Kuno, Jl. Jenderal Sudirman, Rembang.

Mengusung tema besar “Dakwah Ilmu: Kepemimpinan, Pertanian & Peternakan dalam Cahaya Nubuwwah”, kegiatan ini menjadi titik temu antara visi spiritualitas, pemberdayaan umat, dan kemandirian pangan berbasis ekosistem terpadu.

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” — HR. Bukhari dan Muslim

Konsep 1005, Membangun Ekosistem Mandiri di Lahan 1000 Meter Persegi

Dalam sesi utama, Ustadz Taufik, praktisi pertanian dari Kampus Literasi Alam Banana Garden Kudus, menjelaskan secara rinci model lahan pertanian terpadu seluas 1000 m² (dikenal dengan konsep 1005), yang dirancang sebagai berikut:

  • 500 m² untuk tanaman sayur (bayam, kangkung, sawi, waluh, dll),
  • 250 m² untuk kandang ayam kampung dan domba,
  • 120 m² kolam ikan air tawar,
  • 130 m² untuk gubug, gudang, dan fasilitas pendukung.

“Model ini bukan sekadar soal hasil tani dan ternak. Ia adalah sekolah kehidupan—mendidik karakter sabar, disiplin, tanggung jawab, dan keberanian untuk hidup dari tanah sendiri,” papar Taufik.

Berita Terkait

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya

Load More

Ayam Ngerami 21 Hari, Strategi Kepemimpinan Yayasan dari Kearifan Ternak

Dalam penjelasan reflektifnya, Taufik menyampaikan bahwa kunci keberhasilan pengelolaan yayasan terletak pada kemampuan meniru sifat topo broto ayam kampung saat mengerami telur.

“Ayam kampung mengerami selama 21 hari tanpa banyak bergerak. Ia sabar, tekun, setia, dan penuh tanggung jawab. Jika spirit ini diadopsi oleh para penggiat yayasan—dalam program yang terukur, tepat waktu, dan dijalankan konsisten—maka insyaAllah yayasan akan tumbuh pesat,” ungkap Taufik.

Ia melanjutkan, kesuksesan bukan soal besar kecilnya modal, tapi tentang kedalaman tekad dan keberanian menjalani proses hingga tuntas. Jika itu dilakukan, para pelaku yayasan akan menjadi jalmo utama, manusia-manusia unggul yang layak menjadi khoiru ummah—umat terbaik yang membawa maslahat.

Dari Ilmu ke Aksi, Dakwah Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas

Kegiatan pelatihan ini tidak hanya menyajikan teori teknis, namun juga dimaknai sebagai bentuk dakwah reflektif. Mengutip QS. ‘Abasa, “Falyandzuril insanu ila tho’amih” – hendaklah manusia memperhatikan makanannya, para peserta diajak menyadari bahwa pangan bukan sekadar kebutuhan jasmani, tetapi amanah Ilahi yang harus dipenuhi secara halal, sehat, dan berkelanjutan.

Kolaborasi Sosial & Penguatan SDM

Shireng, S.H., motivator dan pakar hukum dari Universitas Muria Kudus, turut memperkuat sisi manajerial dalam pengelolaan yayasan. “Jika aset dan SDM dikelola dengan kolaboratif dan akuntabel, maka potensi sosial umat akan berkembang luar biasa. Pelatihan seperti ini adalah batu loncatan menuju kemandirian berbasis pangan dan komunitas,” ujarnya.

Sesi diskusi berlangsung hangat dan membumi:

  • Lukman Hakim dari Mayong, Jepara, membagikan kisah sukses panen kangkung organik di pekarangan rumah.
  • Warno dari Blora menyatakan kesiapannya memulai sistem 1005 di tanah miliknya.
  • Muhamin, pengusaha sayur dari Kudus, mengusulkan pembentukan demplot kolektif sebagai pusat pembelajaran.

Pesan Transformasi, Dari Sawah dan Kandang Menuju Indonesia Emas 2045

Sebagai penutup, para peserta diajak merenungkan kembali filosofi para Nabi yang menggembala domba, bertani, dan hidup menyatu dengan alam. Dari situ, tumbuh kesadaran bahwa dakwah bukan hanya berbentuk ceramah di mimbar, tetapi juga hidup di sawah, tumbuh di ladang, dan berdetak di kandang.

“Dari sawah, para Nabi belajar syukur. Dari kandang, mereka belajar sabar. Dari alam, mereka mengenal Tuhannya.

Kegiatan ini menjadi ikhtiar nyata membangun Indonesia yang kokoh dari akar rumput: melalui yayasan sosial yang mandiri, santri yang berdaya, dan pertanian yang kembali menyatu dengan ruh ketauhidan. (Rochmad Taufik)

Previous Post

Kisah Inspiratif Angelina Sondakh: Dari Jeruji Besi Menuju Cahaya Hidayah

Next Post

Kegiatan Sholat dan Khutbah Idul Adha 1446 H di Masjid Mujahidin Getas Pejaten Berlangsung Khidmat

RelatedPosts

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian
Agama

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

July 15, 2026
Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya
Pendidikan

Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya

July 15, 2026
UNFARA FARM dan Gerakan Pasar Kangkung Organik, Menumbuhkan Petani Muda dengan Semangat Pasar Madinah
Berita

UNFARA FARM dan Gerakan Pasar Kangkung Organik, Menumbuhkan Petani Muda dengan Semangat Pasar Madinah

July 12, 2026
Mengapa Banyak Peternak Ayam Belum Berhasil? Jangan Hanya Menyalahkan Bibit, Perhatikan Kalsium dalam Pakan
Berita

Mengapa Banyak Peternak Ayam Belum Berhasil? Jangan Hanya Menyalahkan Bibit, Perhatikan Kalsium dalam Pakan

July 2, 2026
Workshop Petani Organik Pati Raya: Menumbuhkan Kemandirian Pangan dari Alam untuk Menyelamatkan Bumi
Berita

Workshop Petani Organik Pati Raya: Menumbuhkan Kemandirian Pangan dari Alam untuk Menyelamatkan Bumi

June 29, 2026
Panen Gembili hingga Jagung Madura, Gerakan Pangan Lokal Kian Menguat sebagai Solusi Ketahanan Pangan
Berita

Panen Gembili hingga Jagung Madura, Gerakan Pangan Lokal Kian Menguat sebagai Solusi Ketahanan Pangan

June 27, 2026
Next Post
Kegiatan Sholat dan Khutbah Idul Adha 1446 H di Masjid Mujahidin Getas Pejaten Berlangsung Khidmat

Kegiatan Sholat dan Khutbah Idul Adha 1446 H di Masjid Mujahidin Getas Pejaten Berlangsung Khidmat

RECOMMENDED NEWS

PT Praba Mas Hill Laksanakan Perbaikan Jalan di Segmen Jalan Candi Penataran Raya hingga Pertigaan Jalan Untung Suropati, Semarang

PT Praba Mas Hill Laksanakan Perbaikan Jalan di Segmen Jalan Candi Penataran Raya hingga Pertigaan Jalan Untung Suropati, Semarang

5 months ago
Panen Gembili hingga Jagung Madura, Gerakan Pangan Lokal Kian Menguat sebagai Solusi Ketahanan Pangan

Panen Gembili hingga Jagung Madura, Gerakan Pangan Lokal Kian Menguat sebagai Solusi Ketahanan Pangan

3 weeks ago

4 weeks ago
Syafira, Santri Berprestasi dari Cahaya Semesta Salam, Pintar Ngaji, Ahli Bela Diri, dan Bertekad Jadi Dokter

Syafira, Santri Berprestasi dari Cahaya Semesta Salam, Pintar Ngaji, Ahli Bela Diri, dan Bertekad Jadi Dokter

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Silaturahim Jamaah Haji, Menumbuhkan Tadabur dan Kekuatan Berjamaah untuk Kemaslahatan Umat
  • Karawitan Wanita Gita Budaya Gelar Pentas Tutup Sura, Lestarikan Seni Tradisi Jawa
  • Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

Category

Recent News

Karawitan Wanita Gita Budaya Gelar Pentas Tutup Sura, Lestarikan Seni Tradisi Jawa

Karawitan Wanita Gita Budaya Gelar Pentas Tutup Sura, Lestarikan Seni Tradisi Jawa

July 17, 2026
Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

July 15, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved