Jurnaljatengdiynews.com. Karanganyar, 15 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati tradisi Tutup Sura, kelompok Karawitan Wanita Gita Budaya menggelar pentas karawitan pada Rabu (15/7/2026) pukul 19.30 WIB di Sanggar Asri Laras, Papahan, Kalongan, Karanganyar. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk nyata pelestarian seni dan budaya Jawa yang sarat dengan nilai-nilai luhur.
Karawitan Wanita Gita Budaya dipimpin oleh Dr. Sawitri, S.Sn., M.Hum., seorang dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) FKIP Univet Sukoharjo sekaligus budayawan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian seni tradisi Jawa.
Melalui sajian gending-gending karawitan yang dibawakan dengan penuh penghayatan, para pengrawit wanita menghadirkan suasana khidmat sekaligus menghibur. Penampilan tersebut menjadi media untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan seni karawitan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Menurut Dr. Sawitri, peringatan Tutup Sura bukan sekadar agenda budaya, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam dalam kehidupan masyarakat Jawa. Bulan Sura dipandang sebagai waktu yang tepat untuk melakukan laku prihatin, memperbanyak introspeksi diri, mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta memohon berkah, rezeki yang melimpah, dan kehidupan yang tenteram.
“Tradisi ini mengajarkan manusia untuk hidup sederhana, memperbaiki diri, memperkuat spiritualitas, serta menjaga harmoni dengan sesama dan alam. Seni karawitan menjadi salah satu media untuk merawat nilai-nilai tersebut agar tetap diwariskan kepada generasi penerus,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi para seniman, akademisi, dan masyarakat pecinta budaya. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian warisan budaya bangsa.
Pentas Tutup Sura Karawitan Wanita Gita Budaya menjadi bukti bahwa seni tradisi Jawa masih hidup dan terus berkembang berkat dedikasi para pelaku seni. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai sarana edukasi budaya, penguatan karakter, serta upaya menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia.(Rmd)












