Jurnaljatengdiynews.cim. Magelang — Semangat membangun kemandirian pangan terus digelorakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Pada Minggu, 7 Mei 2026, rombongan PCM Badongan yang dipimpin Ustadz Noeryoso bersama ibu-ibu ‘Aisyiyah melakukan kunjungan inspiratif ke kebun bawang organik milik Divisi Ekonomi Pertanian PCM Salam yang dipimpin Doktor Yusron Masduki, berlokasi di Kadipolo Wetan, Salam.
Kunjungan tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Dalam diskusi yang digelar di area lahan green house, para peserta membahas pengembangan program ketahanan pangan berbasis budidaya bawang merah organik menggunakan galon bekas sebagai media tanam.
Doktor Yusron Masduki menjelaskan bahwa program ini sangat memungkinkan diterapkan di lingkungan ranting maupun keluarga. Dari hasil panen percobaan, satu galon yang ditanami empat rumpun bawang mampu menghasilkan sekitar 250 gram bawang merah. Dengan demikian, untuk mendapatkan sekitar 1 kilogram bawang diperlukan sekitar 4 hingga 5 galon tanam.
“Jika nanti ada 140 galon yang dikelola bersama, maka insyaAllah hasil panennya dapat mencapai puluhan kilogram dan cukup membantu kebutuhan bawang merah setiap keluarga,” terang Doktor Yusron.
Sebagai tindak lanjut, PCM Bandongan berencana menggerakkan 7 PRM dengan target masing-masing menyiapkan 20 galon bekas untuk budidaya bawang organik. Program ini diharapkan menjadi gerakan nyata Muhammadiyah dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus memanfaatkan lahan sempit secara produktif dan ramah lingkungan.
Sementara itu, pada Senin sore, 11 Mei 2026, Rochmad Taufiq selaku pegiat Program Nabung Pisang Terintegrasi kembali bersilaturahim ke kediaman Doktor Yusron di Kadipolo Wetan. Selain ikut mendoakan keberangkatan beliau menuju Tanah Suci, pertemuan tersebut juga diisi dengan obrolan hangat seputar pengembangan budidaya bawang merah skala rumah tangga yang tengah digalakkan PCM Salam.
Dalam kesempatan itu, Kang Taufiq turut menambahkan masukan terkait treatment pemupukan alami. Ia menyarankan penggunaan air leri yang difermentasi selama tiga hari untuk disiramkan setiap lima hari sekali guna membantu pertumbuhan tanaman bawang.
“InsyaAllah dengan tambahan air leri fermentasi, hasil panennya bisa lebih bagus dan tanah menjadi lebih subur,” terang Taufiq.
Melalui langkah sederhana namun berkelanjutan ini, Muhammadiyah terus membuktikan bahwa dakwah tidak hanya melalui lisan, tetapi juga lewat aksi nyata yang memberi manfaat bagi umat dan masyarakat luas.(Rochmad Taufiq- untuk Magelang)












