Saturday, September 12, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Pertanian

Rempah Legendaris dalam Relief Borobudur: Mengungkap Nilai Sejarah dan Budaya Cabe Jawa Komunitas Kagama Cabe Jawa

Admin by Admin
May 17, 2024
in Pertanian
A A
0
56
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jurnaljatengdiynews.com. Jogjakarta – Komunitas Cabe Jamu KAGAMA mengadakan pertemuan diskusi di rumah Mbak Titin, seorang penggiat cabe jamu di Godean, Yogyakarta, pada hari Kamis, 16 Mei 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan menggali lebih banyak lagi dalam peran Cabe Jawa, rempah-rempah yang tak hanya penting dalam kuliner namun juga memiliki tempat terhormat dalam sejarah Indonesia, khususnya dalam relief Candi Borobudur.

 

Cabe Jawa, dikenal ilmiah sebagai Piper retrofractum atau Java long pepper, merupakan bumbu penting dalam masakan dan pengobatan tradisional Indonesia. Keberadaannya juga tercatat dalam peninggalan sejarah, termasuk relief di Candi Borobudur, monumen Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 oleh Dinasti Syailendra di Jawa Tengah.

 

Berita Terkait

Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing

Kelas Skill Up, Ngopi di Lereng Gunung kembar, Mencetak Calon Miliarder Organik

Load More

Relief di Borobudur menggambarkan berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk flora, fauna, dan kegiatan masyarakat. Cabe Jawa muncul dalam adegan-adegan yang menggambarkan aktivitas perdagangan dan pertanian, menandakan pentingnya rempah-rempah dalam perekonomian dan sosial masyarakat Jawa kuno. Hal ini menunjukkan bahwa Cabe Jawa adalah salah satu komoditas yang menjual tidak hanya di pasar lokal tetapi juga internasional.

 

Selain itu, relief tersebut juga menunjukkan penggunaan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari. Cabe Jawa, yang dikenal memiliki sifat penghangat, sering digunakan dalam pengobatan tradisional, termasuk jamu, menegaskan perannya dalam kesehatan masyarakat.

 

Pentingnya Cabe Jawa tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi dan kesehatan, tetapi juga mencerminkan pandangan kosmologis dan hubungan manusia dengan alam dalam konteks budaya Jawa. Penanaman dan penggunaan rempah-rempah seperti Cabe Jawa dapat mencerminkan nilai-nilai budaya yang mendalam.

 

Diskusi di rumah Mbak Titin dihadiri oleh para pakar KAGAMA dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, yang semakin memperkaya materi diskusi. Beberapa di antaranya adalah Zaim, pakar dalam menganalisis prospek budidaya Cabe Jawa dan peluangnya di pasar ekspor, Agoes dari Karanganyar, seorang praktisi jamu Jawa yang telah mengembangkan ratusan bibit Cabe Jawa, serta Fajar Nugroho dan Lilik, penggiat petani cabe jamu di Kabupaten Sleman yang telah memiliki puluhan petani binaan.

 

Meskipun disiplin ilmunya berbeda, seluruh peserta diskusi fokus pada dunia pertanian, khususnya Cabe Jawa. Diskusi ini tidak hanya menghidupkan kembali minat pada tradisi lama, tetapi juga menyoroti bagaimana pengetahuan tradisional dapat memberikan wawasan berharga untuk masa depan. Dengan memahami nilai sejarah dan budaya Cabe Jawa, kita dapat lebih menghargai kekayaan budaya yang telah diwariskan nenek moyang.

Berita ini disusun oleh komuditas cabe jamu Kagama, berupaya membawa pembaca lebih dekat dengan warisan budaya yang kaya akan sejarah dan nilai yang diabadikan dalam ukiran masa lalu. (gila)

 

 

 

 

 

 

Previous Post

Kustini Hadiri Kegiatan Forkom KWT, Penyuluh Pertanian Swadaya dan Petani Milenial di Embung Jetis Suruh

Next Post

Syukuran dan Halal Bihalal ‘Guyub Rukun’ di Kampus Literasi Alam Banan Garden: Pesta Komunitas dengan Tengkleng Domba

RelatedPosts

Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing
Berita

Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing

August 2, 2026
Kelas Skill Up, Ngopi di Lereng Gunung kembar, Mencetak Calon Miliarder Organik
Pertanian

Kelas Skill Up, Ngopi di Lereng Gunung kembar, Mencetak Calon Miliarder Organik

July 29, 2026
Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian
Agama

Ngopi Sore, Ngaji Tani, dan Tadabur Alam Menumbuhkan Semangat Hijrah Kekinian

July 15, 2026
Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya
Pendidikan

Senior Akademisi dan Praktisi Berkolaborasi Menebar Manfaat melalui Sinergi Hukum, Pertanian Terpadu, dan Gerakan Koperasi Organik Muria Raya

July 15, 2026
UNFARA FARM dan Gerakan Pasar Kangkung Organik, Menumbuhkan Petani Muda dengan Semangat Pasar Madinah
Berita

UNFARA FARM dan Gerakan Pasar Kangkung Organik, Menumbuhkan Petani Muda dengan Semangat Pasar Madinah

July 12, 2026
Mengapa Banyak Peternak Ayam Belum Berhasil? Jangan Hanya Menyalahkan Bibit, Perhatikan Kalsium dalam Pakan
Berita

Mengapa Banyak Peternak Ayam Belum Berhasil? Jangan Hanya Menyalahkan Bibit, Perhatikan Kalsium dalam Pakan

July 2, 2026
Next Post
Syukuran dan Halal Bihalal ‘Guyub Rukun’ di Kampus Literasi Alam Banan Garden: Pesta Komunitas dengan Tengkleng Domba

Syukuran dan Halal Bihalal 'Guyub Rukun' di Kampus Literasi Alam Banan Garden: Pesta Komunitas dengan Tengkleng Domba

RECOMMENDED NEWS

Yayasan Tumbuh Mulia Bahagia (YTMB) mengadakan kegiatan yang berjudul “Ceria” (Cerahnya Ramadhan, Indahnya Amal), yang berlangsung pada hari Jum’at 28 Maret 2025 di Asrama Yatim TMB, alamat Gamping, Sleman, Yogyakarta

Yayasan Tumbuh Mulia Bahagia (YTMB) mengadakan kegiatan yang berjudul “Ceria” (Cerahnya Ramadhan, Indahnya Amal), yang berlangsung pada hari Jum’at 28 Maret 2025 di Asrama Yatim TMB, alamat Gamping, Sleman, Yogyakarta

1 year ago
Rapat Konsolidasi DPP P2RPTI Periode 2025–2030 Berjalan Lancar dan Penuh Semangat

Rapat Konsolidasi DPP P2RPTI Periode 2025–2030 Berjalan Lancar dan Penuh Semangat

10 months ago
GOW Kabupaten Kudus Ikuti Apel Hari Kartini dengan Antusias

GOW Kabupaten Kudus Ikuti Apel Hari Kartini dengan Antusias

1 year ago

Launching “Bandongan Go Green”, Ormas Perempuan Bersatu Wujudkan Lingkungan Bersih dan Asri

5 months ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Ketua DPRD Kudus Dorong Kades Kuasai KUHP-KUHAP Terbaru, Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Desa
  • Sebelum Nama Kita Menjadi Kabar Duka: Pesan Mendalam dari Kepergian H. Syafi’ip
  • Pengajian Ahad Ke-4: Menjadi Cahaya yang Memberi Manfaat

Category

Recent News

Ketua DPRD Kudus Dorong Kades Kuasai KUHP-KUHAP Terbaru, Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Ketua DPRD Kudus Dorong Kades Kuasai KUHP-KUHAP Terbaru, Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Desa

August 31, 2026
Sebelum Nama Kita Menjadi Kabar Duka: Pesan Mendalam dari Kepergian H. Syafi’ip

Sebelum Nama Kita Menjadi Kabar Duka: Pesan Mendalam dari Kepergian H. Syafi’ip

August 29, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved