Tuesday, April 28, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Pertanian

Rempah Legendaris dalam Relief Borobudur: Mengungkap Nilai Sejarah dan Budaya Cabe Jawa Komunitas Kagama Cabe Jawa

Admin by Admin
May 17, 2024
in Pertanian
A A
0
53
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jurnaljatengdiynews.com. Jogjakarta – Komunitas Cabe Jamu KAGAMA mengadakan pertemuan diskusi di rumah Mbak Titin, seorang penggiat cabe jamu di Godean, Yogyakarta, pada hari Kamis, 16 Mei 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan menggali lebih banyak lagi dalam peran Cabe Jawa, rempah-rempah yang tak hanya penting dalam kuliner namun juga memiliki tempat terhormat dalam sejarah Indonesia, khususnya dalam relief Candi Borobudur.

 

Cabe Jawa, dikenal ilmiah sebagai Piper retrofractum atau Java long pepper, merupakan bumbu penting dalam masakan dan pengobatan tradisional Indonesia. Keberadaannya juga tercatat dalam peninggalan sejarah, termasuk relief di Candi Borobudur, monumen Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 oleh Dinasti Syailendra di Jawa Tengah.

 

Berita Terkait

Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan

Load More

Relief di Borobudur menggambarkan berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk flora, fauna, dan kegiatan masyarakat. Cabe Jawa muncul dalam adegan-adegan yang menggambarkan aktivitas perdagangan dan pertanian, menandakan pentingnya rempah-rempah dalam perekonomian dan sosial masyarakat Jawa kuno. Hal ini menunjukkan bahwa Cabe Jawa adalah salah satu komoditas yang menjual tidak hanya di pasar lokal tetapi juga internasional.

 

Selain itu, relief tersebut juga menunjukkan penggunaan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari. Cabe Jawa, yang dikenal memiliki sifat penghangat, sering digunakan dalam pengobatan tradisional, termasuk jamu, menegaskan perannya dalam kesehatan masyarakat.

 

Pentingnya Cabe Jawa tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi dan kesehatan, tetapi juga mencerminkan pandangan kosmologis dan hubungan manusia dengan alam dalam konteks budaya Jawa. Penanaman dan penggunaan rempah-rempah seperti Cabe Jawa dapat mencerminkan nilai-nilai budaya yang mendalam.

 

Diskusi di rumah Mbak Titin dihadiri oleh para pakar KAGAMA dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, yang semakin memperkaya materi diskusi. Beberapa di antaranya adalah Zaim, pakar dalam menganalisis prospek budidaya Cabe Jawa dan peluangnya di pasar ekspor, Agoes dari Karanganyar, seorang praktisi jamu Jawa yang telah mengembangkan ratusan bibit Cabe Jawa, serta Fajar Nugroho dan Lilik, penggiat petani cabe jamu di Kabupaten Sleman yang telah memiliki puluhan petani binaan.

 

Meskipun disiplin ilmunya berbeda, seluruh peserta diskusi fokus pada dunia pertanian, khususnya Cabe Jawa. Diskusi ini tidak hanya menghidupkan kembali minat pada tradisi lama, tetapi juga menyoroti bagaimana pengetahuan tradisional dapat memberikan wawasan berharga untuk masa depan. Dengan memahami nilai sejarah dan budaya Cabe Jawa, kita dapat lebih menghargai kekayaan budaya yang telah diwariskan nenek moyang.

Berita ini disusun oleh komuditas cabe jamu Kagama, berupaya membawa pembaca lebih dekat dengan warisan budaya yang kaya akan sejarah dan nilai yang diabadikan dalam ukiran masa lalu. (gila)

 

 

 

 

 

 

Previous Post

Kustini Hadiri Kegiatan Forkom KWT, Penyuluh Pertanian Swadaya dan Petani Milenial di Embung Jetis Suruh

Next Post

Syukuran dan Halal Bihalal ‘Guyub Rukun’ di Kampus Literasi Alam Banan Garden: Pesta Komunitas dengan Tengkleng Domba

RelatedPosts

Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang
Berita

Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang

April 26, 2026
Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan
Pemberdayaan

Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan

April 26, 2026
PCM Muhammadiyah Bandongan Magelang Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Berbasis Ekosistem
Pertanian

PCM Muhammadiyah Bandongan Magelang Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Berbasis Ekosistem

April 26, 2026
Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia
Pertanian

Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

April 21, 2026
 DARI KEBUN KE PANGGUNG NASIONAL: LOMBA BUAH UNGGUL 2026 JADI HARAPAN BARU PETANI INDONESIA
Ekonomi

 DARI KEBUN KE PANGGUNG NASIONAL: LOMBA BUAH UNGGUL 2026 JADI HARAPAN BARU PETANI INDONESIA

April 9, 2026
INSPIRATIF, BG Farm Hadir Menguatkan Kedaulatan Pangan di Ajang Halal Bihalal KKJ Jawa Tengah
Ekonomi

INSPIRATIF, BG Farm Hadir Menguatkan Kedaulatan Pangan di Ajang Halal Bihalal KKJ Jawa Tengah

March 24, 2026
Next Post
Syukuran dan Halal Bihalal ‘Guyub Rukun’ di Kampus Literasi Alam Banan Garden: Pesta Komunitas dengan Tengkleng Domba

Syukuran dan Halal Bihalal 'Guyub Rukun' di Kampus Literasi Alam Banan Garden: Pesta Komunitas dengan Tengkleng Domba

RECOMMENDED NEWS

Pembukaan Tahfidz di CSJ Disambut Antusiasme Lingkungan Sekitar desa Salam

Pembukaan Tahfidz di CSJ Disambut Antusiasme Lingkungan Sekitar desa Salam

2 years ago
Menanamkan Nilai Moral dan Jati Diri Bangsa kepada Anak Negeri

Menanamkan Nilai Moral dan Jati Diri Bangsa kepada Anak Negeri

1 year ago
Sosialisasi Pengumpulan Dana dan Barang di Banjarnegara: Memperkuat Fondasi Kesejahteraan Sosial

Sosialisasi Pengumpulan Dana dan Barang di Banjarnegara: Memperkuat Fondasi Kesejahteraan Sosial

2 years ago
Puncak Harganas dan HAN Sleman, Bupati Ajak Perkuat Gelar Kabupaten Layak Anak

Puncak Harganas dan HAN Sleman, Bupati Ajak Perkuat Gelar Kabupaten Layak Anak

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang
  • Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan
  • PCM Muhammadiyah Bandongan Magelang Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu Berbasis Ekosistem

Category

Recent News

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

April 23, 2026
Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

April 21, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved