Jurnaljatengdiynews.com. KUDUS – Semangat gotong royong, keikhlasan, dan kebersamaan mewarnai pembangunan Mushola Baitul Jannah di Pondok Literasi Alam BG Farm, Jumat malam (6/11/2026). Di tengah proses pembangunan yang terus berjalan, panitia dan para pekerja menggelar doa bersama, tausiah, diskusi, serta syukuran sederhana dengan makan bersama.
Kegiatan dipimpin dr. Carto Nuryanto selaku Ketua Panitia Pembangunan Mushola Baitul Jannah. Bukan sekadar pertemuan, momentum Jumat berkah tersebut menjadi ruang untuk memperkuat niat, menyatukan langkah, dan menumbuhkan semangat dalam membangun rumah ibadah.
Sabar, Sabar, dan Sabar dalam Perjuangan
Dalam tausiahnya, dr. Carto Nuryanto mengingatkan bahwa membangun rumah Allah membutuhkan kesabaran, keikhlasan, pengorbanan, dan istiqamah. Ia mengutip pesan Al-Qur’an dalam Surah Ali Imran ayat 200 tentang tiga prinsip perjuangan: *Isbiru, Washobiru, Warabithu*.
Artinya, bersabarlah, kuatkan kesabaran, dan tetaplah teguh dalam perjuangan serta senantiasa bertakwa kepada Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan membutuhkan proses. Tidak semua harapan dapat terwujud seketika. Ada tenaga yang harus dicurahkan, waktu yang harus dikorbankan, dan tantangan yang harus dihadapi.
Sabar bukan berarti berhenti melangkah, tetapi tetap berjuang dengan hati yang ikhlas dan keyakinan kepada Allah SWT.
Sedekah dan Wakaf: Menanam Amal, Mengharap Rumah di Surga
Selain membahas kesabaran, dr. Carto juga mengingatkan tentang besarnya keutamaan sedekah dan wakaf untuk pembangunan masjid maupun mushola.
Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan HR. Bukhari dan Muslim, bahwa siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.
Pesan tersebut menjadi motivasi bahwa membangun rumah ibadah bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan juga menanam investasi akhirat.
Tidak harus menunggu kaya untuk ikut beramal. Sumbangan berupa uang, semen, batu bata, material bangunan, tenaga, pikiran, bahkan doa, semuanya dapat menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan.
Allah SWT juga menjanjikan pelipatgandaan pahala bagi orang yang berinfak di jalan-Nya sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 261, dengan perumpamaan satu benih yang menghasilkan tujuh tangkai dan setiap tangkai menghasilkan seratus biji.
Ada pula riwayat tentang keutamaan membangun masjid meskipun ukurannya kecil seperti sarang burung, yang mengajarkan bahwa keikhlasan dalam membangun rumah Allah tidak boleh diremehkan.
Mungkin kecil nilainya di mata manusia, tetapi bisa menjadi besar di hadapan Allah. Satu bata, satu sak semen, sedikit rezeki, atau setetes tenaga yang diberikan dengan ikhlas, semoga menjadi saksi amal kebaikan di akhirat.
Pengecoran Berlanjut, Semangat Tidak Boleh Padam
Semangat pembangunan terlihat hingga malam hari. Para tukang masih melanjutkan pekerjaan pengecoran tiang-tiang penyangga mushola.
Di bawah koordinasi dr. Carto Nuryanto selaku ketua panitia, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kebersamaan dan gotong royong.
Doa bersama dan makan sederhana menjadi simbol bahwa kebahagiaan tidak selalu hadir dari kemewahan. Kebersamaan, rasa syukur, dan keikhlasan justru menjadi kekuatan dalam sebuah perjuangan.
### Dari Rumah Ibadah Menuju Pusat Literasi dan Pemberdayaan
Mushola Baitul Jannah tidak hanya dirancang sebagai tempat salat dan mengaji, tetapi juga diharapkan menjadi pusat pembinaan umat, pendidikan, literasi, Ngaji Tani, diskusi, dan tadabur alam.
Sejalan dengan visi Pondok Literasi Alam BG Farm, mushola ini diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan keimanan, ilmu pengetahuan, pertanian terpadu, kemandirian pangan, dan kepedulian lingkungan.
Melalui kegiatan Ngaji Tani, masyarakat diharapkan memahami bahwa menanam, merawat tanah, menjaga air, memelihara tanaman, dan mensyukuri hasil bumi juga merupakan bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.
Pada akhirnya, membangun mushola bukan hanya membangun tempat bersujud, tetapi juga membangun manusia yang beriman, berilmu, berakhlak, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama.
Semoga pembangunan Mushola Baitul Jannah segera terwujud dan menjadi ladang amal jariyah bagi semua pihak yang telah menyumbangkan harta, tenaga, pikiran, material, maupun doa.
**Sabar dalam membangun, ikhlas dalam berwakaf, istiqamah dalam berjuang.**
Sebab bangunan mungkin suatu saat akan menua, tetapi insyaallah pahala dari setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan terus mengalir selama manfaatnya tetap hidup.
Dari Pondok Literasi Alam BG Farm, sebuah ikhtiar sederhana untuk membangun rumah Allah, menumbuhkan keimanan, menguatkan persaudaraan, dan merawat peradaban.
Kalimat paling menyentuh yang menjadi ruh berita ini:
“Jangan menunggu kaya untuk membangun rumah Allah. Sebab yang dinilai bukan seberapa besar pemberian kita, melainkan keikhlasan hati dalam berbagi. Bisa jadi satu bata yang kita sumbangkan menjadi jalan bagi kita untuk mendapatkan rumah di surga.” (Rochmad)












