Jurnaljatengdiynews.com. Bandung, LEMBANG. 04/11/26 Suasana bahagia dan penuh rasa syukur menyelimuti para peserta asesmen kompetensi Fasilitator Organik Tanaman. Sebanyak 47 peserta dinyatakan kompeten berdasarkan Surat Keterangan Kompeten yang diterbitkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementerian Pertanian.
Kabar menggembirakan tersebut secara resmi disampaikan melalui grup komunikasi peserta pada Rabu, 4 November 2026, menyusul diterbitkannya surat keterangan kompeten tertanggal 3 November 2026 dengan Nomor B-30540/SM.260/1.4/11/2026.
Dari total peserta yang mengikuti proses asesmen sebanyak 49-an orang, 47 peserta berhasil dinyatakan kompeten pada skema sertifikasi Fasilitator Organik Tanaman. Salah satu peserta yang dinyatakan kompeten adalah Rochmad, S.Sos, pegiat pertanian terpadu dan pengelola P4S Literasi Alam BG Farm Kudus.
Pengumuman tersebut langsung disambut penuh rasa syukur dan ucapan terima kasih dari para peserta kepada seluruh penyelenggara, asesor, serta pihak yang telah mendampingi proses sertifikasi.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak dan Ibu penyelenggara. Semoga ilmu dan kompetensi yang diperoleh menjadi amanah,” ungkap salah seorang peserta dalam grup komunikasi.
Rochmad juga menyampaikan apresiasi atas capaian bersama tersebut. Menurutnya, keberhasilan 47 peserta merupakan prestasi yang patut disyukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pertanian organik.
Menunggu Sertifikat BNSP
Surat keterangan kompeten ini menjadi kabar baik bagi para peserta sembari menunggu proses penerbitan sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pengakuan kompetensi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian administratif, tetapi menjadi bekal untuk mengembangkan praktik pertanian organik yang profesional, produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi Rochmad, kompetensi sebagai Fasilitator Organik Tanaman memiliki relevansi dengan gerakan pertanian terpadu atau integrated farming yang selama ini dikembangkan melalui P4S Literasi Alam BG Farm.
Pertanian organik bukan sekadar mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia, melainkan membangun ekosistem pertanian yang sehat melalui pemanfaatan sumber daya lokal, pengolahan limbah organik, pupuk hayati, budidaya tanaman, dan integrasi dengan sektor peternakan serta perikanan.
**Kompeten untuk Mengabdi, Bertani untuk Negeri**
Keberhasilan para peserta diharapkan melahirkan lebih banyak fasilitator yang mampu mendampingi petani secara langsung, mulai dari peningkatan pengetahuan, penerapan standar budidaya organik, pengelolaan lahan, hingga penguatan kelembagaan dan ekonomi petani.
Hal ini sejalan dengan semangat bahwa pertanian tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga menyangkut kemandirian pangan, kesejahteraan petani, kelestarian lingkungan, dan ketahanan bangsa.
Sebagaimana prinsip yang terus digaungkan dalam gerakan pertanian terpadu:
*”Petani Kaya, Negara Kuat. Pertanian Sehat, Pangan Berdaulat.”*
Selamat kepada 47 peserta yang telah dinyatakan kompeten dari 49 peserta asesi . Semoga ilmu, keterampilan, dan pengakuan profesi ini menjadi ladang pengabdian untuk memajukan pertanian organik Indonesia.
Kompeten bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian..(Rochmad)












