Friday, September 4, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Berita

Dialog Gong Jinagong di Lereng Gunung Sumbing, Dua Sahabat, Ekologi, dan Kebangkitan Benih Nusantara

Admin by Admin
June 11, 2026
in Berita, Pertanian
A A
0
54
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnaljatengdiynews.com. Bandongan, Magelang – 10 Juni 2026 Senja perlahan turun di lereng Gunung Sumbing. Angin pegunungan berembus lembut menyapu hamparan hijau yang membentang di kawasan Bandongan, Magelang. Di tempat yang teduh dan penuh ketenangan itu berlangsung sebuah perjumpaan sederhana namun sarat makna; sebuah Dialog Gong Jinagong, perbincangan hangat yang mempertemukan para sahabat yang dipersatukan oleh kepedulian terhadap ekologi, pertanian, dan masa depan pangan bangsa.

Pertemuan tersebut mempertemukan Rochmad Taufiq dengan Ustadz Noerjoso bersama istri Siti Nuraini, pasangan pegiat ekologi dan pangan dari Bandongan. Noerjoso dikenal sebagai pemilik Global Toserba sekaligus penggiat Majelis Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah Kabupaten Magelang yang selama ini aktif mendorong penguatan ekonomi dan kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal.

Lebih dari sekadar silaturahim, pertemuan ini menjadi ruang bertukar gagasan tentang bagaimana membangun masa depan yang lebih lestari melalui pertanian organik, pelestarian benih lokal, dan penguatan ekosistem pangan Nusantara.

Di tengah obrolan yang mengalir hangat, para sahabat sepakat bahwa tantangan terbesar pertanian hari ini bukan hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan melestarikan keragaman hayati yang diwariskan para leluhur.

Salah satu isu yang menjadi perhatian bersama adalah semakin langkanya berbagai benih pangan lokal yang dahulu menjadi penyangga ketahanan pangan masyarakat Indonesia. Jagung lokal, koro pedang, kacang gude, suweg, garut, ganyong, dan beragam tanaman pangan tradisional lainnya perlahan mulai tergeser oleh komoditas yang lebih populer secara pasar. Padahal tanaman-tanaman tersebut menyimpan kekayaan genetik, nilai budaya, sekaligus daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan Indonesia.

Berita Terkait

FKBN Bakorda Kudus Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

JAJARAN PERKOPINDO DAN ELEMEN MASYARAKAT KUDUS HADIRI UPACARA HUT KE-81 RI

Load More

Sebagai simbol komitmen menjaga warisan pangan Nusantara, dalam kesempatan tersebut dilakukan pertukaran benih Koro Pedang dan Jagung Madura dengan bibit Lidah Buaya. Sebuah simbol sederhana yang mengandung pesan besar bahwa masa depan pangan bangsa tidak boleh tercerabut dari akar sejarah, budaya, dan kearifan lokalnya.

Diskusi kemudian berkembang pada konsep Integrated Farming, yaitu sistem pertanian yang memadukan berbagai unsur kehidupan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Pertanian dipandang bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga sarana membangun peradaban yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Noerjoso juga berbagi pengalaman mengembangkan bawang merah organik menggunakan galon bekas sebagai media tanam. Dengan memanfaatkan arang kayu, arang sekam, humus dari bawah rumpun bambu, serta pupuk kandang kambing yang telah difermentasi, beliau menunjukkan bahwa inovasi pertanian tidak selalu membutuhkan biaya besar. Sering kali solusi terbaik justru lahir dari kedekatan manusia dengan alam dan kemampuannya memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar.

Dalam pembahasan pemasaran, terbuka pula peluang sinergi yang cukup strategis. Jaringan usaha yang dimiliki beliau berpotensi menjadi mitra pemasaran produk-produk pertanian organik apabila mampu memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan yang dibutuhkan pasar.

Namun sesungguhnya, nilai terbesar dari pertemuan sore itu bukanlah peluang ekonomi yang terbuka, melainkan tumbuhnya kesadaran bersama bahwa ekologi dan ekonomi tidak boleh dipisahkan. Pertanian yang baik adalah pertanian yang menyejahterakan manusia sekaligus memuliakan alam.

Di lereng Gunung Sumbing yang teduh, dua keluarga sahabat berbincang tentang benih, tanah, air, dan masa depan. Sebuah dialog sederhana yang mengingatkan bahwa kebangkitan bangsa sering kali berawal dari percakapan-percakapan kecil yang penuh ketulusan dan kepedulian.

Karena sesungguhnya, menjaga benih lokal bukan hanya menjaga tanaman. Ia adalah upaya menjaga ingatan kolektif bangsa, menjaga kedaulatan pangan, menjaga keanekaragaman hayati, dan menjaga warisan yang kelak akan dititipkan kepada generasi mendatang.

Dari Gong Jinagong di lereng Sumbing, tumbuh harapan bahwa pertanian organik, kearifan lokal, semangat gotong royong, dan persahabatan antarsesama pejuang pangan akan menjadi fondasi lahirnya Indonesia yang lebih mandiri, lestari, dan sejahtera.

“Ketika manusia kembali bersahabat dengan alam, maka alam akan menghadiahkan kehidupan yang berkelanjutan. Ketika benih lokal dijaga, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan bangsa.” (Rochmad Taufiq)

Previous Post

Ustadz Nuryoso Ajak Warga Isi Waktu Senggang dengan Bertani Bawang Merah di Botol Bekas

Next Post

Dari P4S Menuju Singapura: Kebanggaan Bersama, Semangat Baru Petani Muda Indonesia

RelatedPosts

FKBN Bakorda Kudus Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat
Berita

FKBN Bakorda Kudus Hadiri Upacara HUT ke-81 RI, Dorong Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat

August 18, 2026
JAJARAN PERKOPINDO DAN ELEMEN MASYARAKAT KUDUS HADIRI UPACARA HUT KE-81 RI
Berita

JAJARAN PERKOPINDO DAN ELEMEN MASYARAKAT KUDUS HADIRI UPACARA HUT KE-81 RI

August 17, 2026
Sosialisasi KUHAP dan KUHP Terbaru, Bupati Kudus Apresiasi Acara Akbar Peringatan HUT PP Polri
Berita

Sosialisasi KUHAP dan KUHP Terbaru, Bupati Kudus Apresiasi Acara Akbar Peringatan HUT PP Polri

August 13, 2026
Secangkir Kopi, Sebuah Gagasan Besar untuk Kemaslahatan Umat
Berita

Secangkir Kopi, Sebuah Gagasan Besar untuk Kemaslahatan Umat

August 6, 2026
Mari Menjadi Manusia yang Selalu Ingat kepada Sesama dan Menebarkan Manfaat Seluas-luasnya bagi Umat
Berita

Mari Menjadi Manusia yang Selalu Ingat kepada Sesama dan Menebarkan Manfaat Seluas-luasnya bagi Umat

August 5, 2026
Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing
Berita

Gadung, Umbi yang Terlupakan Kini Bernilai Emas: Potensi Pangan, Konservasi, dan Penggerak Ekonomi Desa Lereng Sumbing

August 2, 2026
Next Post
Dari P4S Menuju Singapura: Kebanggaan Bersama, Semangat Baru Petani Muda Indonesia

Dari P4S Menuju Singapura: Kebanggaan Bersama, Semangat Baru Petani Muda Indonesia

RECOMMENDED NEWS

Koperasi KKJ Se-Pati Raya Rayakan Halal Bi Halal dengan Penuh Keceriaan dan Kreativitas di Kudus

Koperasi KKJ Se-Pati Raya Rayakan Halal Bi Halal dengan Penuh Keceriaan dan Kreativitas di Kudus

2 years ago
Aksi Jumat Berkah: Dua Srikandi Peduli Lingkungan dan Pengelolaan Sampah di Desa Menawan, Kudus

Aksi Jumat Berkah: Dua Srikandi Peduli Lingkungan dan Pengelolaan Sampah di Desa Menawan, Kudus

2 years ago
UKM PENA YPPI Rembang dan Yayasan Aswirusani Annaba Berbagi Kebahagiaan melalui Takjil di Bulan Ramadhan

UKM PENA YPPI Rembang dan Yayasan Aswirusani Annaba Berbagi Kebahagiaan melalui Takjil di Bulan Ramadhan

2 years ago
Ide Cerdas PCM Bandongan, Temu Tani & Ngopi Bareng Wujudkan Ketahanan Pangan Jamaah

Ide Cerdas PCM Bandongan, Temu Tani & Ngopi Bareng Wujudkan Ketahanan Pangan Jamaah

1 year ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Ketua DPRD Kudus Dorong Kades Kuasai KUHP-KUHAP Terbaru, Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Desa
  • Sebelum Nama Kita Menjadi Kabar Duka: Pesan Mendalam dari Kepergian H. Syafi’ip
  • Pengajian Ahad Ke-4: Menjadi Cahaya yang Memberi Manfaat

Category

Recent News

Ketua DPRD Kudus Dorong Kades Kuasai KUHP-KUHAP Terbaru, Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Ketua DPRD Kudus Dorong Kades Kuasai KUHP-KUHAP Terbaru, Sekaligus Perkuat Ketahanan Pangan Desa

August 31, 2026
Sebelum Nama Kita Menjadi Kabar Duka: Pesan Mendalam dari Kepergian H. Syafi’ip

Sebelum Nama Kita Menjadi Kabar Duka: Pesan Mendalam dari Kepergian H. Syafi’ip

August 29, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved