Saturday, May 9, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Opini

Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban

Admin by Admin
May 9, 2026
in Opini
A A
0
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ustad Nuryoso

Jurnaljateng.diynews.com. Perkembangan teknologi hari ini bergerak jauh melampaui apa yang dahulu dianggap sebagai khayalan. Salah satu yang mulai mengguncang peradaban manusia adalah hadirnya teknologi daging hasil budidaya laboratorium atau yang populer disebut teknologi “printer 3D daging”. Teknologi ini memungkinkan manusia menghasilkan daging tanpa harus membesarkan dan menyembelih hewan ternak secara konvensional. Cukup mengambil sedikit sel dari hewan tertentu, lalu mengembangbiakkannya di dalam media khusus, maka terciptalah daging yang tekstur, rasa, bahkan kandungan biologisnya semakin mendekati identik dengan daging asli.

Hari ini mungkin terdengar asing, namun sesungguhnya teknologi tersebut sudah berada di ambang pasar global. Persoalannya bukan lagi “mungkin atau tidak”, melainkan “kapan masyarakat siap menerimanya”. Ketika harga produksi mampu ditekan lebih murah daripada daging ternak biasa, maka perubahan pola konsumsi manusia hampir pasti tidak dapat dihindari.

Di sinilah perdebatan besar dimulai.
Bukan sekadar soal pangan, tetapi juga soal budaya, etika, lingkungan, bahkan agama.

Selama ribuan tahun manusia memperoleh daging melalui pemeliharaan dan penyembelihan hewan. Tradisi itu bukan hanya membentuk pola makan, tetapi juga membentuk peradaban. Namun teknologi modern mulai menawarkan jalan baru: manusia dapat memperoleh daging tanpa peternakan luas, tanpa rumput, tanpa limbah kotoran ternak, bahkan tanpa penyembelihan massal.

Berita Terkait

Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia

Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita

Load More

Secara ilmiah, teknologi ini menjanjikan banyak hal. Ia dapat menjadi jawaban atas keterbatasan lahan pertanian, krisis pangan dunia, hingga ancaman perubahan iklim. Sebab salah satu penyumbang gas rumah kaca adalah gas metana yang dihasilkan hewan ternak ruminansia seperti sapi dan kambing. Semakin besar populasi ternak dunia untuk memenuhi kebutuhan manusia, semakin besar pula tekanan terhadap bumi.

Pertanyaannya kemudian menjadi sangat menarik:
Bagaimana Islam memandang perubahan besar ini?

Dalam urusan konsumsi, diskusi halal-haram mungkin masih dapat dicari jalan keluarnya melalui kajian fiqih kontemporer. Jika sumber awal sel berasal dari hewan halal dan prosesnya suci, sebagian kalangan mungkin akan membuka ruang ijtihad. Namun persoalan menjadi jauh lebih kompleks ketika teknologi ini bersinggungan dengan ibadah kurban.

Ibadah kurban bukan sekadar distribusi daging. Di dalamnya terdapat syariat tentang hewan tertentu, penyembelihan, pengorbanan, dan simbol ketundukan kepada Allah SWT. Karena itu banyak umat Islam memahami bahwa ibadah kurban bersifat tauqifi — sudah ditentukan syarat dan rukunnya — sehingga tidak dapat digantikan oleh inovasi teknologi apa pun.

Namun di sisi lain, muncul pula pandangan kritis yang mencoba membaca persoalan dari sudut maqashidusyariah, yaitu tujuan besar syariat Islam untuk menjaga kehidupan manusia dan alam semesta. Bila suatu saat bumi benar-benar menghadapi ancaman ekologis serius akibat eksploitasi berlebihan, termasuk dari industri peternakan masif, maka sebagian pemikir mungkin akan bertanya: apakah pemaknaan terhadap praktik kurban perlu ditinjau ulang tanpa menghilangkan ruh ketakwaannya?

Perdebatan ini tentu tidak sederhana. Sebab Islam bukan sekadar agama rasionalitas, tetapi juga agama penghambaan. Tidak semua ibadah diukur hanya dari manfaat materialnya. Ada dimensi spiritual yang tidak selalu dapat dijelaskan oleh logika teknologi.

Al-Qur’an sendiri menegaskan:

> “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
(QS. Al-Hajj: 37)

 

Ayat ini menunjukkan bahwa inti kurban adalah ketakwaan. Namun pada saat yang sama, syariat juga tetap memerintahkan adanya hewan dan penyembelihan sebagai bentuk simbol pengorbanan dan ketaatan.

Karena itu, wacana “mengganti pisau jagal dengan barcode” sesungguhnya bukan sekadar soal teknologi pangan. Ia adalah pintu diskusi besar tentang hubungan manusia dengan agama, lingkungan, dan masa depan peradaban.

Bisa jadi teknologi akan terus berubah.
Namun pertanyaan mendasarnya akan tetap sama:
Apakah manusia masih menempatkan ketakwaan sebagai pusat dari setiap kemajuan yang diciptakannya? (K: Rochmad Taufiq)

Previous Post

Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia

RelatedPosts

Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia
Opini

Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia

May 8, 2026
Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita
Opini

Humus Bambu dan Masa Depan Pertanian Kita

May 1, 2026
SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN
Opini

SMART FARMING ATAU TERTINGGAL, PILIHAN KRUSIAL MENUJU KEDAULATAN PANGAN

April 16, 2026
PERTANIAN PRESISI, SOLUSI STRATEGIS MENUJU KEDAULATAN PANGAN NASIONAL
Opini

PERTANIAN PRESISI, SOLUSI STRATEGIS MENUJU KEDAULATAN PANGAN NASIONAL

April 16, 2026
Dari Hama Menjadi Berkah” — Revolusi Pakan Keong di Sawah Gulang & Payaman Kudus (Oleh: Rochmad Taufiq)
Opini

Dari Hama Menjadi Berkah” — Revolusi Pakan Keong di Sawah Gulang & Payaman Kudus (Oleh: Rochmad Taufiq)

March 1, 2026
Mimpi Menjadi Penulis — Saat Guru SD Menyalakan Api Literasi dari Ruang Kelas
Opini

Mimpi Menjadi Penulis — Saat Guru SD Menyalakan Api Literasi dari Ruang Kelas

February 26, 2026

RECOMMENDED NEWS

Anak-anak yatim dan dhuafa berkumpul menerima paket sembako

Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci: Inisiatif Sosial BNI 46 Wonosobo dan Dompet Dhuafa CSJ Jateng

2 years ago
Pemkab Kudus Tanggap Cepat Atasi Sampah di Bale Jagong, Kolaborasi Lintas Ormas Jadi Kunci

Pemkab Kudus Tanggap Cepat Atasi Sampah di Bale Jagong, Kolaborasi Lintas Ormas Jadi Kunci

1 year ago
Ustadz Tejo, Pegiat Pertanian yang Menginspirasi Generasi Muda

Ustadz Tejo, Pegiat Pertanian yang Menginspirasi Generasi Muda

1 year ago
Lakukan Koordinasi dengan BPPW DIY, Bupati Sleman Pastikan PSS Sleman Kembali Berlaga di Stadion Maguwoharjo

Lakukan Koordinasi dengan BPPW DIY, Bupati Sleman Pastikan PSS Sleman Kembali Berlaga di Stadion Maguwoharjo

1 year ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Mengganti Pisau Jagal dengan Barcode Antara Teknologi, Krisis Lingkungan, dan Masa Depan Ibadah Kurban
  • Jajar Legowo, Inovasi Cerdas Menuju Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Indonesia
  • Panen Berkah Pisang Kepok Tanjung, Menguatkan Keluarga dan Ketahanan Pangan

Category

Recent News

Di Tengah Kesibukan, Dr. Carto Tebar Disiplin Lewat Edukasi Upacara di Sekolah

Di Tengah Kesibukan, Dr. Carto Tebar Disiplin Lewat Edukasi Upacara di Sekolah

May 5, 2026

May 5, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved