Jurnaljatendiynews.com- Magelang, Senin 24/03)26. Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan terasa dalam acara Halal Bihalal Koperasi Karya Kita Jaya (KKJ) Jawa Tengah yang dihadiri ratusan anggota dari berbagai daerah dan komoditas. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam merajut sinergi antar pelaku pertanian terintegrasi demi mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.
BG Farm Kudus turut hadir membersamai acara tersebut sebagai representasi pegiat pertanian organik yang terus konsisten mengembangkan sistem pertanian sehat dan berkelanjutan. Kehadiran BG Farm semakin menambah warna, terlebih dengan partisipasi aktif para pegiat fakultas organik yang selama ini menjadi bagian dari gerakan pertanian ramah lingkungan.
Tak kalah menarik, lebih dari 40 kader petani milenial turut meramaikan acara bertajuk “Kuda Api”, sebuah gerakan simbolik untuk membakar semangat generasi muda dalam membangun kemandirian pangan bangsa. Energi para petani muda ini menjadi harapan baru dalam regenerasi sektor pertanian yang selama ini dinilai mulai kehilangan peminat.
Dalam sambutannya, Ketua KKJ Jawa Tengah, Aman Sunarya (alumnus BSM 40), menyampaikan capaian membanggakan bahwa dalam waktu yang relatif singkat, koperasi telah mampu membukukan omzet hingga di atas dua miliar rupiah. Hal ini menjadi bukti bahwa gerakan ekonomi berbasis kolektif dan riil mampu memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan anggota.
Lebih lanjut, beliau mengumumkan rencana peluncuran program kemitraan ayam petelur organik yang akan melibatkan para anggota koperasi serta puluhan lembaga sosial. Program ini diharapkan menjadi terobosan strategis untuk mendorong para petani naik kelas, bahkan ditargetkan mampu melahirkan petani-petani miliarder dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Paparan program kemitraan tersebut disambut antusias oleh para peserta. Skema yang ditawarkan dinilai realistis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan penghasilan keluarga, memperkuat ketahanan pangan, serta membangun kemandirian ekonomi umat.
Program ini dirancang sederhana namun berdampak besar. Setiap keluarga binaan akan mendapatkan 10 ekor ayam petelur lengkap dengan kandang, pakan awal, vitamin, serta pendampingan teknis. Dengan estimasi produksi hingga 210 telur per bulan, program ini berpotensi memberikan tambahan penghasilan sekaligus membuka peluang usaha berkelanjutan.
Tak hanya berhenti pada sektor peternakan, program ini juga terintegrasi dengan pertanian. Kotoran ayam akan dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk kebun, termasuk tanaman pisang, sereh, dan sayuran. Inilah konsep pertanian terpadu yang selama ini juga dikembangkan oleh BG Farm.
Lebih jauh lagi, program ini membuka peluang besar bagi yayasan dan lembaga sosial untuk berperan sebagai pusat pembinaan dan pemasaran, sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling menguatkan antara petani, lembaga, dan masyarakat luas.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberpihakan pada usaha riil, kegiatan ini menjadi bukti bahwa jalan menuju kedaulatan pangan bukan sekadar wacana, tetapi sedang nyata diperjuangkan bersama.
Sebagaimana pesan strategis yang menguatkan kegiatan ini, bahwa kemandirian umat hanya bisa terwujud melalui kerja nyata di sektor riil—bertani, beternak, dan membangun ekosistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan.
“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”
(QS. Al-Baqarah: 275)
Sebuah pengingat bahwa kekuatan ekonomi umat harus dibangun dari usaha yang nyata, berkah, dan memberi manfaat luas bagi sesama. (Rochmad Taufiq)












