Thursday, April 30, 2026
Jurnal Jateng DIY
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Politik
  • Bisnis
  • Budaya
  • Gaya hidup
  • Sosial
  • Pendidikan
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Jurnal Jateng DIY
Home Agama

TKW Pejuang, Mengaji di Rantau, Membangun Masa Depan di Kampung

Admin by Admin
March 13, 2026
in Agama, Berita, Pendidikan
A A
0
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jurnaljatengdiynews.com. Hongkong, Jumat 13/03/26. Tidak sedikit saudara kita yang harus meninggalkan kampung halaman, orang tua, suami, istri, bahkan anak-anak yang masih kecil demi bekerja di negeri orang. Menjadi TKI atau TKW bukanlah jalan yang mudah. Ada rindu yang sering tertahan, ada lelah yang kadang tidak bisa diceritakan, dan ada air mata yang hanya menjadi saksi dalam kesendirian.

Namun di balik semua itu, ada satu hal yang sangat mulia: perjuangan. Perjuangan untuk memperbaiki kehidupan keluarga, menyekolahkan anak-anak, dan menata masa depan yang lebih baik.

Salah satu kisah inspiratif datang dari seorang TKW asal Jawa timur bernama Mbak bujga. Ia adalah sosok pejuang, pembelajar, sekaligus insan kreatif di tanah rantau. Bekerja di Hong Kong tidak membuatnya hanya fokus mencari nafkah semata. Di tengah kesibukannya, ia justru menjadi penggerak kebaikan bagi sesama TKW.

Di mana pun ia tinggal, Mbak Bunga berusaha menghadirkan kegiatan ngaji dan tahsin. Ia membentuk komunitas ngaji yang ia pimpin sendiri. Anggotanya bukan hanya para TKW biasa, tetapi juga mereka yang sebelumnya jauh dari kehidupan religius. Bahkan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, ia mampu merangkul beberapa TKW yang memiliki latar belakang kehidupan yang rumit, termasuk yang pernah terjerumus dalam hubungan menyimpang.

Berita Terkait

Semangat Juang Tak Pernah Padam: Dr. Carto Nuryanto Pimpin Ziarah di TMP

Dari Bengkel Legendaris ke Layanan Bergaransi: Kisah Inspiratif Radiator Semarang yang Tak Pernah Sepi

Load More

Dengan pendekatan sebagai sahabat sekaligus seperti seorang ibu, ia mengajak mereka kembali kepada jalan yang lebih baik melalui ngaji, tahsin, dan sholawat. Sedikit demi sedikit hati mereka tersentuh dan mulai berubah. Inilah bukti bahwa di tanah rantau pun, dakwah bisa tumbuh dengan kelembutan hati.

Di sisi lain, Mbak Bunga  juga dikenal sebagai sosok yang kreatif dan produktif. Ia tidak menyia-nyiakan waktu luangnya. Dari dapur sederhana, ia mulai berjualan donat, kue, dan camilan khas Indonesia yang dirindukan para pekerja migran. Usaha kecil itu berkembang hingga suatu hari bisa mencapai omzet sekitar jutaan  rupiah dalam sehari, sehingga bisa dibilang dari usaha itu sebulan penghasilannya bisa lebih dari gaji seorang tkw.

Semangat belajarnya juga luar biasa. Dari majikan tempat ia bekerja, ia pernah melihat bagaimana sang majikan memantau usaha restoran miliknya hanya melalui ponsel. Dari situ ia belajar tentang manajemen usaha jarak jauh.

Ilmu itu tidak ia simpan sendiri. Ia mempraktikkannya dengan membuka toko kelontong di desa di Indonesia, yang ia pantau dari Hong Kong. Luar biasanya, dalam masa tiga tahun toko tersebut bisa mencapai omzet puluhan juta  rupiah per hari.

Tidak berhenti di situ. Melalui YouTube, ia belajar tentang budidaya melon sistem greenhouse. Bersama keluarganya di kampung, ia membangun 15 greenhouse melon yang juga bisa ia pantau dari Hong Kong melalui CCTV.

Semua itu menunjukkan bahwa bekerja di luar negeri tidak harus berhenti pada kiriman uang bulanan. Jika disertai kemauan belajar, kreativitas, dan niat berbagi, masa merantau justru bisa menjadi sekolah kehidupan dan sekolah usaha.

Kini Mbak Bunga  masih terus belajar dan mengembangkan diri. Ia mulai menekuni pertanian dan peternakan ayam atau nabung ayam dan usaha pabrik pakan ternak, mencari terobosan agar kelak bisa semakin banyak memberi manfaat bagi orang lain.

Kisah Mbak Bunga mengajarkan kita satu hal penting,
Merantau bukan sekadar bekerja, tetapi juga belajar, berbagi, dan menyiapkan masa depan.

Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi para pejuang rantau di mana pun berada. Bahwa dari air mata di negeri orang, bisa lahir harapan besar di tanah sendiri.

Dan semoga suatu hari nanti semakin banyak cerita seperti ini,
“Dulu ia seorang TKW di negeri orang, kini ia menjadi pengusaha yang memberi manfaat bagi banyak orang di kampungnya.”

(Rochmad Taufiq Untuk Indonesia)

Previous Post

Edukasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Dusun Pasir Mendit

Next Post

Wisata Hutan Mangrove Pasir Kadilangu: Potensi Lokal Perlu Sentuhan Investor

RelatedPosts

Semangat Juang Tak Pernah Padam: Dr. Carto Nuryanto Pimpin Ziarah di TMP
Budaya

Semangat Juang Tak Pernah Padam: Dr. Carto Nuryanto Pimpin Ziarah di TMP

April 19, 2026
Dari Bengkel Legendaris ke Layanan Bergaransi: Kisah Inspiratif Radiator Semarang yang Tak Pernah Sepi
Berita

Dari Bengkel Legendaris ke Layanan Bergaransi: Kisah Inspiratif Radiator Semarang yang Tak Pernah Sepi

April 14, 2026
Dari Kandang Sederhana Menuju Cumlaude, Kisah Uci, Santri yang Mengubah “Nabung Ayam” Jadi Jalan Prestasi dan Pengabdian
Berita

Dari Kandang Sederhana Menuju Cumlaude, Kisah Uci, Santri yang Mengubah “Nabung Ayam” Jadi Jalan Prestasi dan Pengabdian

April 16, 2026
Ratusan Mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo Gelar Wisuda Penuh Semangat Juang di Kodam IV/Diponegoro
Berita

Ratusan Mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo Gelar Wisuda Penuh Semangat Juang di Kodam IV/Diponegoro

April 14, 2026
 DBHCHT 2026 Rp3,28 Triliun! Bisa untuk Sosial–Budaya? Ketua Umum DPP P2RPTI Bicara Lantang
Berita

 DBHCHT 2026 Rp3,28 Triliun! Bisa untuk Sosial–Budaya? Ketua Umum DPP P2RPTI Bicara Lantang

April 13, 2026
Pesan Bupati Menggema di Halal Bihalal PP Polri Kudus, 255 Peserta Perkuat Persatuan dan Guyub Rukun Selawase….
Bisnis

Pesan Bupati Menggema di Halal Bihalal PP Polri Kudus, 255 Peserta Perkuat Persatuan dan Guyub Rukun Selawase….

April 12, 2026
Next Post
Wisata Hutan Mangrove Pasir Kadilangu: Potensi Lokal Perlu Sentuhan Investor

Wisata Hutan Mangrove Pasir Kadilangu: Potensi Lokal Perlu Sentuhan Investor

RECOMMENDED NEWS

Pembukaan Tahfidz di CSJ Disambut Antusiasme Lingkungan Sekitar desa Salam

Pembukaan Tahfidz di CSJ Disambut Antusiasme Lingkungan Sekitar desa Salam

2 years ago
Menanamkan Nilai Moral dan Jati Diri Bangsa kepada Anak Negeri

Menanamkan Nilai Moral dan Jati Diri Bangsa kepada Anak Negeri

1 year ago
Sosialisasi Pengumpulan Dana dan Barang di Banjarnegara: Memperkuat Fondasi Kesejahteraan Sosial

Sosialisasi Pengumpulan Dana dan Barang di Banjarnegara: Memperkuat Fondasi Kesejahteraan Sosial

2 years ago
Puncak Harganas dan HAN Sleman, Bupati Ajak Perkuat Gelar Kabupaten Layak Anak

Puncak Harganas dan HAN Sleman, Bupati Ajak Perkuat Gelar Kabupaten Layak Anak

2 years ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Agama
  • Berita
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Gaya hidup
  • Hiburan
  • Informasi
  • Kajian pertanian ekosistem
  • Keamanan
  • Kebersihan
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pariwisata
  • Pembangunan
  • Pemberdayaan
  • Pendidikan
  • Pertanian
  • Politik
  • Sosial
  • Teknologi dan Sains
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

3 April 2024 anak yatim dhuafa bahan pokok batik Bupati Sleman debat Cawapres Dedeh K. Ekosistem Bisnis Lokal fakir miskin Forkom UMKM Sleman gotong royong HIPMI Peduli Sleman Indonesia Emas 2045 inspirasi Joko Suwanto Kabupaten Sleman. kebutuhan kepedulian sosial kerja keras Kerjasama Strategis Kesejahteraan Masyarakat kolaborasi Kustini Sri Purnomo masyarakat paket sembako pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan UMKM Pendidikan Pendidikan Politik peran kader permintaan tinggi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif podium Polres Magelang Kota Putra Agil Pamungkas Rumah Dinas Bupati Sleman S. Suseno sambutan silaturahmi sinergi sleman Sosial spanduk tanggung jawab sosial wanita berhijab
Jurnal Jateng DIY

Follow us on social media:

Recent News

  • Ngopi Bareng & Sarasehan Petani Pati Raya: Menguatkan Skill, Menata Wadah Rezeki
  • Wakaf Produktif Berbasis Ekologi: Lahan 4.300 m² Disiapkan Jadi Pusat Belajar Kebun Terpadu di Magelang
  • Gerakan Tani Mandiri Mengguncang! Galon Bekas Jadi Ladang, Santri Siap Jadi Petani Masa Depan

Category

Recent News

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

Sinergi Ormas Se-Kabupaten Kudus dalam FGD Kamtibmas, Perkuat Kondusivitas Wilayah

April 23, 2026
Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

Dari Kebun Gedang Menuju Jannah, Ngopi, Tafakur, dan Membangun “Surga” di Dunia

April 21, 2026
  • Media Berita Jawa Tengah – Yogyakarta
  • Berita
  • Informasi

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Kategori Berita
    • Politik
    • Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Olahraga
    • Gaya hidup
    • Sosial

© 2024 Jurnal Jateng DIY - All right reserved